
Keesokan harinya Deandra terlihat sedikit masam, sementara Anes hanya bisa tersenyum saja melihat wajah bete suaminya.
"Senyum dong masa suami aku manyun kaya gini." Ucap Anes sedikit menggoda.
"Berapa lama?" Ucap Deandra tiba-tiba.
"Apanya berapa lama." Balas Anes.
"Itu tamu nya berapa lama." Ujar nya lagi, Anes tersenyum manis kepada Dean.
"Gak lama kok cuma satu Minggu." Ucap Anes, Deandra terlihat semakin lesu.
"Sudahlah merana aku merana." Ucap Deandra, Anes terkikik geli mendengar perkataan Dean.
"Apasi merana-merana." Ujar nya, Dean hanya bisa diam saja.
"Jangan manyun dong nanti ganteng nya hilang." Ucap Anes membujuk.
"Jangan bertingkah menggemaskan dong itu sangat meny*ksa." Ucap Dean, lagi-lagi perkataan Deandra membuat Anes tertawa.
"CK, baiklah maafkan aku yang membuat suami tampan merana." Ujar nya, Deandra mengangguk setelah itu Dean dan Anes berjalan menuju ruang makan.
Seperti biasa meskipun kali ini Anes sedang kedatangan tamu, dan membuat Dean tidak bersemangat namun lelaki itu tidak melupakan jika ia harus merangkul pinggang ramping Anes.
"Selamat pagi nona, selamat pagi tuan." Ucap Ike, Nana dan suster.
"Pagi semuanya." Balas Anes, sementara Deandra lelaki itu langsung duduk di kursi nya.
"Om kenapa kok wajah nya di tekuk seperti itu." Ucap Kenzie.
"Gak apa-apa." Jawab Deandra, Kenzie menatap Anes yang sedang mengambil makanan untuk suaminya.
"Tante om kenapa? Tante pasti omelin om ya karena om nakal." Ujar nya, Anes tersenyum manis.
"Om enggak apa-apa kok sayang, om cuma lagi sariawan saja." Jawab Anes nyeleneh, sementara Deandra hanya menatap Anes dengan datar. Bisa-bisanya Anes mengatakan jika Deandra sedang sariawan.
"Om pasti gak pernah mandi pagi kan mangkanya sariawan." Ceplos Kenzie.
"Sembarangan om rajin mandi pagi ataupun sore ya, bahkan om setiap mandi itu suka lama." Ucap Dean, Kenzie dan Anes tertawa mendengar perkataan Dean.
"Sudah jangan marah lagi, ini dimakan sarapan nya." Ucap Anes, Deandra mengangguk dan memakan sarapannya dengan tenang.
Setelah selesai sarapan Dean dan Kenzie pergi, sementara Anes wanita itu tinggal di rumah karena ia mendapat kabar jika mama mertua nya akan pulang hari ini. Setelah sekian lama mama perhi akhirnya kembali juga, dan mama kembali setelah rumah tangga Anes dan Deandra sudah jauh lebih baik.
"Ike Nana tolong bantu saya merapikan dan membersihkan rumah ya, saya tidak mau saat mama kembali keadaan rumah dalam keadaan berantakan ataupun kotor." Ucap Anes, Ike tersenyum manis.
__ADS_1
"Siap nona." Ucap Ike.
"Nana tolong bantu saya untuk masak, oiya Ike kak Liza tidak pulang lagi?" Ucap Anes.
"Baik nona." Balas Nana.
"Nona Liza sepertinya sedang berlibur nona, sudah nona tidak perlu di pikirkan. Tuan dan nyonya besar tahu kok bagaimana sikap nona Liza." Ucap Ike, Anes mengangguk wanita itu ikut membantu merapikan meja makan.
Padahal ada banyak pelayan tapi Anes selalu ikut membantu pekerjaan para pelayan di rumah, Anes sering melamun.
"Ike saya tidak memikirkan itu, tapi saya tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Liza. Apakah Liza tidak memikirkan prasaan mama dan papa." Ucap Anes.
"Nona memang dari dulu nona Liza seperti ini, tuan dan nyonya tidak pernah membatasi kebebasan nona Liza. Bukan tidak peduli tuan dan nyonya tidak ingin nona Liza merasa tidak nyaman, meskipun nona Liza sering mengecewakan tuan dan nyonya." Ucap Ike.
"Oiya ke mama dan papa hanya akan tinggal di rumah selama tiga hari saja, setelah itu mereka akan pergi lagi." Ucap Anes.
"Iya tuan dan nyonya memang sangat sibuk nona." Ucap Ike, Anes mengangguk pantas saja mama dan papa ingin Dean menikah cepat. Ternyata karena mereka yang jarang sekali ada di rumah.
...
Di sebuah perusahaan besar Deandra berjalan menuju ruang kerja nya dengan wajah datar, setelah selama ini lelaki itu terlihat ramah kini Dean kembali cuek dan dingin.
Joe dan Jordan merasa bingung dengan sikap Dean, kedua sahabat Deandra itu mengikuti Dean sampai ke ruang kerja nya.
"Kenapa tuh wajah di tekuk? Berantem sama Anes?" Tanya Jordan.
"Terus kenapa masang wajah masam seperti itu." Ucap Jordan lagi.
"Hanya sedang tidak mood saja." Jawab Deandra, Jordan mendecih mendengar perkataan Deandra.
"Cih, kamu bukan anak ABG lagi pake acara gak mood segala." Ucap Jordan.
"Memang yang merasa mood tidak baik hanya anak ABG saja." Ucap Deandra.
"Ya enggak juga si, lagian tumben si kamu pake gak mood segala." Ucap Jordan.
"Suka-suka saya lah, pergi kalian ngapain ngikutin saya." Ucap Deandra.
"CK, sensi amat udah kayak emak-emak datang bulan." Ucap Jordan, Deandra mengernyit mendengar perkataan Jordan.
"Berisik." Sengit Deandra.
"Iya-iya, ayo Joe cabut si Dean lagi datang bulan." Ucap Jordan, Joe tertawa kecil membuat Dean kesal.
Tidak tahukah mereka jika yang sedang datang bulan itu Anes bukan Deandra, tapi kenapa yang sensitif malah Deandra? Entahlah Deandra juga bingung.
__ADS_1
Siang hari beberapa karyawan mempresentasikan proposal yang mereka buat, bukan mendapatkan hasil yang baik mereka justru kena amukan maut dari bos nya.
"Ini ada apa? Kenapa kalian malah berbaris di sini?" Tanya Joe.
"Anu tuan kami tidak berani masuk, tuan muda sedang marah-marah. Hari ini tuan muda terlihat sangat sensitif." Ujar salah satu karyawan.
"Hah, bukankah beberapa waktu ini Dean sudah tidak pernah marah-marah." Ucap Joe.
"Kita juga tidak tahu tuan, mungkin tuan muda sedang ada masalah dengan nona muda." Ucap nya.
"Tapi sepertinya tidak, nona muda dan tuan baik-baik saja." Ucap Joe.
"Joe si Dean hari ini sudah kaya anak kecil gak dapat jajan." Ceplos Jordan, membuat para karyawan nya menatap Jordan.
Mereka langsung berpikir apakah Dean sedang kesal karena tidak mendapatkan jatah dari Anes, tapi kenapa sampai emosi seperti itu.
"Ngapain harus dapat jajan si Jo, Dean kan banyak duit nya dia bisa beli apapun yang dia mau." Balas Joe.
"Yaelah susah ngomong sama jomblo akut, gitu doang gak ngerti." Ceplos Jordan, membuat para karyawan mengulum bibir menahan tawa.
"Apa hubungannya dengan status jomblo saya?" Tanya Joe lagi.
"Bodoamat lah Joe pusing saya lama-lama, bisa-bisa ikut sensitif kaya Dean saya kalau banyak bicara dengan kamu." Ucap Jordan, Joe dibuat semakin bingung oleh sahabat lucknut nya itu.
"Aneh-aneh saja kamu Jo." Ucap Joe.
"Bukan saya yang aneh, tapi kamu polos-polos menyebalkan." Sengit Jordan, membuat karyawan tertawa kecil.
Joe hanya mengedikan bahu nya saja, ia tak mau ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh Jordan.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊