
Satu Minggu berlalu hari ini Anes terlihat sedang duduk di ruang keluarga, wanita cantik itu tengah membaca majalah dan tiba-tiba saja kedua anaknya berlari menghampiri Anes.
"Mommy." Teriak Alexa dan Alden.
"Iya sayang ada apa hmmm kenapa teriak-teriak." Ucap Anes.
"Kami ingin mengetes apakah pendengaran mau mommy masih sehat atau tidak." Ceplos Alden membuat Anes menganga.
"Apakah harus seperti itu hmmm, tidak perlu berteriak semut berjalan saja mommy bisa dengar langkah kaki nya." Ucap Anes, membuat kedua anaknya mengernyit heran.
"Apakah semut kalau berjalan mengeluarkan suara derap langkah?" Tanya Alexa polos.
"Sepertinya tidak." Ucap Anes, Alden mengernyit lalu menatap mommy nya.
"Jadi bagaimana mommy bisa tahu suara langkah kaki semut?" Tanya Alden.
"Tentu saja menggunakan insting." Ucap Anes, Alexa dan Alden menghela nafasnya.
"Untuk mommy kita." Ucap Alexa, Anes tertawa kecil lalu menatap kedua anaknya.
"Jadi kenapa kalian berteriak memanggil mommy?" Tanya Anes.
"Kami ingin ke kantor Daddy tolong antarkan kami kesana." Ucap kedua anaknya.
"Hmmm, untuk apa ke kantor Daddy?" Tanya Anes.
"Tentu saja kami ingin bermain di kantor Daddy, kami bosan di rumah terus." Ujar nya, Anes menatap tak percaya kepada kedua anaknya yang mengatakan bosan di rumah terus.
Jelas-jelas kedua bocah itu jarang sekali ada di rumah, selain ke sekolah terkadang Alden juga Alexa pergi ke rumah ayah dan Buna nya.
"Sayang kantor itu untuk bekerja Daddy juga disana sedang bekerja bukan bermain." Ucap Anes, kedua anaknya merengut masam.
"Ayolah mommy kami bosan." Ucap Alden dan Alexa.
"Oke kita pergi ke kantor Daddy sekarang kalian ganti baju dan siap-siap, mommy juga mau ganti baju dulu." Ucap Anes, Alexa dan Alden pun mengangguk dan berlari menuju kamar nya.
"Mbak Lia bantu aku bersiap-siap." Ucap Alexa.
"Baik nona mau pakai baju yang mana?" Tanya suster Lia.
"Yang menurut mbak bagus aku akan memakainya." Ucap Alexa, suster Lia mengangguk dan tersenyum manis.
Suster Lia begitu setia dari Kenzie kecil ia dan Ike yang mengurus nya, bukan Anes tidak mempedulikan suster Lia yang lama tak menikah seperti yang lainnya.
Namun wanita itu memohon kepada Anes agar tidak mengenakkan lelaki manapun kepadanya, sejujurnya suster Lia sudah pernah mengalami insiden yang membuat nya trauma.
Ia mengalami pelec*h*n setelah itu saat dirinya baru saja sembuh dari rasa trauma nya suster Lia menikah, namun suaminya malah melakukan kekerasan dari situlah ia tidak ingin menikah lagi dan memutuskan untuk bekerja dengan keluarga Gavriel.
Pertama kali melihat wajah dingin Deandra ia merasa takut, ya takut jika Dean tuan muda yang galak dan kasar selain itu ia juga takut jika Dean bukan orang yang baik apalagi tuan dan nyonya Gavriel jarang sekali ada di rumah.
Namun semua persangka buruk itu musnah saat ia mengenal Ike, apalagi saat melihat interaksi Ike dan Deandra yang terlihat seperti kakak adik.
__ADS_1
Anes sudah menjelaskan tidak semua lelaki seperti itu namun suster Lia bersikeras tidak ingin menikah lagi, ia hanya ingin menjaga dan mengurus Alexa sampai gadis itu dewasa.
Anes dan Deandra tidak bisa menolak keinginan suster Lia, dari pada wanita itu tidak nyaman biarkan saja dia menjalankan kehidupan seperti apa yang dia inginkan.
"Cantik nya." Ucap suster Lia, Alexa tersenyum dan memeluk suster Lia.
"Terimakasih mbak kamu baik kamu cantik, satu lagi kamu selalu membuat aku cantik di hadapan semua orang." Ucap Alexa.
"Tentu saja nona kecil yang cantik ini harus terlihat istimewa di hadapan orang-orang bukan." Ucap suster Lia, Alexa mengangguk dan mengecup pipi Lia.
"Thank you so much." Ucap Alexa, suster Lia tertawa kecil dan mencubit gemas pipi Alexa.
"Alexa sudah selesai?" Tanya Anes menghampiri putrinya.
"Sudah mommy." Sahut Alexa.
"Woow cantiknya." Ucap Anes, Alexa tersenyum manis kepada Anes.
"Tidak pernah gagal." Ucap Anes kepada suster Lia, wanita itu tersenyum manis kepada Anes.
"Apakah Alden sudah selesai?" Tanya Alexa.
"Tentu dia sudah menunggu kamu, kita jalan sekarang oke." Ucap Anes.
"Emmm." Balas Alexa, Anes dan kedua anaknya pun pergi meninggalkan rumah.
Dalam perjalanan Alden menatap Alexa yang benar-benar mirip dengan sang mommy, atau mungkin Alexa lebih cantik dari sang mommy.
"Tidak ada mom." Ujar nya, ya memang saat ini mereka yang memang tidak menginginkan apapun.
"Benarkah." Ucap Anes.
"Hmmm." Balas kedua anaknya, Anes pun mengangguk dan melanjutkan perjalanan menuju kantor Deandra.
Sesampainya disana Anes mengernyit melihat mobil seseorang yang terparkir rapi di samping mobil milik suaminya, Anes berjalan untuk melihat plat nomor mobil itu.
"Aku seperti mengenal mobil ini." Ucap Anes, Alexa dan Alden menghampiri Anes.
"Ada apa mom?" Tanya Alexa.
"Tidak ada apa-apa sayang ayok kita masuk." Ucap Anes, Alden dan Alexa masuk dan memegang tangan kiri dan kanan Anes.
"Selamat siang nona ada yang bisa saya bantu." Ucap seorang resepsionis.
"Hmmm, tuan ada?" Ucap Anes.
"Ada nona tapi_" Ujar nya, Anes tersenyum dan berjalan menuju ruang kerja Deandra.
"Omo bukankah itu istri tuan tapi kedua bocah itu mungkinkah anaknya?" Ucap seorang karyawan.
"Sepertinya iya wajah bocah perempuan itu mirip dengan nona." Ucap karyawan yang lain nya.
__ADS_1
"Inikah yang dinamakan dengan perpaduan yang tepat." Ujar karyawan yang lain nya.
"Bukankah tuan begitu menjaga privasi anak-anak nya tapi kenapa nona_" Ujar seorang karyawan.
"Nona melakukan ini mungkin percaya jika karyawan disini tidak akan macam-macam, lagi pula kita tidak bisa mengambil gambar nona dan anak-anak nya." Ucap yang lainnya.
"Nona." Ucap Joe menghampiri Anes.
"Joe kamu dari mana?" Tanya Anes.
"Saya baru saja kembali dari pertemuan dengan klien nona." Ucap Joe, Anes mengernyit kenapa Joe lalu kenapa suaminya tidak ikut.
"Lalu kenapa Dean ada di kantor?" Ucap Anes.
"Tuan tadi merasa sedikit tidak enak badan jadi tidak ikut keluar." Ucap Joe, Anes mengernyit kenapa Dean tidak memberi tahu Anes jika dia tidak enak badan.
"Tapi Dean tidak mengatakan apapun kepada saya." Ucap Anes, Joe mengernyit heran bagaimana bisa Dean tidak mengatakan apa-apa kepada Anes.
"Mungkin tuan merasa tidak enak badan saat sampai di kantor, karena memang akhir-akhir ini dia sangat sibuk dan kurang tidur nona." Ucap Joe, Anes terdiam ia tidak tahu kenapa dirinya bisa tidak mengetahui hal ini.
"Hmmm, baiklah kalau begitu." Ucap Anes, Alexa dan Alden menatap Joe yang berdiri di hadapan sang mommy.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mommy
Alexa
Alden
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1