
Tiga hari berlalu hari ini nyonya Gavriel dan mom Dea datang ke rumah sakit untuk menjenguk Anes, disana Anes sedang duduk di temani oleh suster dan Ike. Jangan tanya dimana keberadaan Deandra dan Cya kedua mereka sedang sibuk dengan tugas nya masing-masing, Cya sedang bersekolah sementara Deandra lelaki itu sedang di kantor nya.
Mama dan mommy masuk ke kamar rawat Anes, mereka melihat Anes yang sedang duduk di sofa dengan menggendong bayi nya.
"Nes kok duduk di sofa sayang." Ucap mama.
"Iya ma Anes bosan di tempat tidur terus." Ujar nya.
"Bagaimana keadaan kamu hmmm sudah membaik?" Tanya sang mommy.
"Sudah mom besok Anes sudah boleh pulang." Ujar nya, mommy dan mama tersenyum manis kepada Anes.
"Ike saya ingin menggendong Alden." Ucap mama, ya memang Ike yang sedang menggendong bayi laki-laki Anes.
"Baik nyonya." Balas Ike memberikan baby Alden kepada mama Deandra.
"Kamu sudah makan sayang?" Tanya mommy mengusap kepala Anes.
"Belum mom Anes belum sempat makan." Jawab nya.
"Makan dulu biar mommy yang menggendong Alexa." Ucap mom Dea, mengambil alih tubuh mungil Alexa di gendongan Anes.
Anes mengangguk sementara Ike wanita itu memberikan makanan untuk Anes, melihat mommy dan mertuanya yang sedang menjaga di kembar Anes tersenyum senang karena akhirnya ia bisa membuat mommy dan mama bahagia.
Di tempat lain tepatnya di sebuah perusahaan besar terlihat Joe yang duduk di hadapan Deandra, lelaki itu menatap Dean dengan intens.
"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Dean, Joe tertawa kecil mengingat jika saat ini Deandra sudah menjadi seorang Daddy.
"Aku tidak menyangka kau cepat memiliki anak." Ucap Joe.
"Cepat katamu?" Ucap Deandra, Joe mengangguk dan tersenyum ia membayangkan bagaimana jika ia dan Jordan juga memiliki anak nanti akankah anak mereka bersahabat seperti para orang tuanya.
"Ini terbilang cepat Dean." Ucap Joe, Deandra hanya mengangguk saja menanggapi perkataan Joe.
"Kapan kamu akan menikah?" Tanya Dean, Joe menghela nafas nya sampai saat ini ia masih ragu dengan keputusan yang akan di ambil nya.
"Entahlah aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan." Ucap Joe, Deandra mengernyit heran mendengar perkataan Joe.
"Cih, pake acara bingung-bingung segala." Ucap Deandra, kedua lelaki itu berbincang dengan serius mengenai keputusan apa yang akan diambil oleh Joe.
...
__ADS_1
Satu Minggu berlalu hari ini Anes sudah pulang ke rumah nya, ia sedang duduk di ruang keluarga dengan Deandra karena kedua anaknya sedang tertidur pulas di kamar.
"Kak ada mama." Ucap Cya, yang berjalan diikuti oleh mama.
"Dean." Panggil mama terlihat panik.
"Ma ada apa?" Ucap Deandra, mama menitihkan air matanya menatap Deandra.
"Liza dan bayinya sakit nak bisakah kamu membebaskan nya dulu? Mama merasa kasihan kepada Liza." Lirih mama, lihatlah mama selalu memikirkan Liza padahal Dean sudah benar-benar muak dengan wanita itu.
"Ma." Lirih Deandra.
"Dean bukankah dia juga kakak kamu sudah cukup kamu menghukum nya selama ini nak." Lirih mama.
"Ma Dean akan melepaskan nya jika Liza sudah berubah." Ucap Deandra, mama mengangguk ia tak bisa memaksa putranya.
"Tidak masalah Dean mama hanya minta kamu membebaskan nya selama dia dan bayi nya sedang sakit, saat sudah sembuh kamu bisa menghukum nya kembali." Ucap mama, Deandra menatap Anes yang sedang terduduk dan wanita itu dengan berbesar hati menganggukkan kepalanya.
"Baik aku akan mengeluarkan Liza untuk sementara, tapi ini karena Anes jika bukan karena Anes yang mengijinkan aku tidak akan pernah mau mengeluarkan wanita itu." Tegas Deandra, mama mengangguk sementara Cya gadis cantik itu duduk di dekat Anes.
Bagi Cya tinggal dengan Deandra dan Anes lalu menurut kepada pasangan suami istri itu sudah posisi paling aman, toh Cya sangat menyayangi Anes dan Deandra.
"Terimakasih atas kebaikan kamu nes, mama tidak tahu jika istri Dean bukan kamu." Ucap mama.
"Ma kenapa mama harus selalu baik kepada kak Liza, padahal karena dia keluaga kita banyak menanggung malu." Ucap Cya.
"Cya bagaimanapun Liza itu kakak kamu." Ucap mama.
"Tapi ma papa saja sudah malas dengan kak Liza, dan apa mama sudah mengatakan ini kepada papa?" Ucap Cya, Anes dan Deandra menatap mama nya.
"Hmmm, namun papa hanya diam tak menjawab." Ucap mama, Deandra menghela nafas lalu pergi dari hadapan mama hal itu membuat Anes menatap mama yang menatap nanar kepergian Deandra.
"Ma Anes akan bicara dengan Dean, mama tenang saja kak Liza pasti akan pulang." Ucap Anes, Cya menatap Anes ia juga sudah mendengar tentang Liza yang selalu mencari masalah dengan Anes.
"Terimakasih nes." Lirih mama, Anes mengangguk dan berjalan menyusul Dean yang pergi ke kamar nya.
Lelaki itu berbaring di samping kedua anaknya, Anes tersenyum dan mengusap kepala Dean dengan lembut hingga membuat lelaki itu menatap nya.
"Mama sudah pulang?" Tanya Deandra, Anes menggelengkan kepalanya membuat Dean kembali memasang wajah datar.
"Kamu jangan seperti ini sama mama Dean kasihan mama." Ucap Anes.
__ADS_1
"Lalu aku harus seperti apa? Mama bahkan tahu bagaimana kelakuan Liza tapi masih saja meminta maaf atas nama Liza." Kesal Deandra.
"Sayang ini pasti sulit untuk mama karena bagaimanapun mama adalah seorang ibu, dia yang merawat dan membesarkan Liza." Ucap Anes, cih jika bukan karena mama Anes juga tak ingin memaafkan Liza.
Apalagi jika mengingat teman-teman Liza yang menyebabkan kepergian Kenzie, tapi tenang untuk saat ini Anes akan membiarkan Liza di rawat oleh mama.
Namun setelah itu Anes akan membuat Deandra kembali menghukum Liza, rasa sakit kehilangan Kenzie masih membekas di hatinya.
"Bukankah Liza juga seorang ibu tapi kenapa dia bahkan tidak bisa mengurus anaknya, cih aku jadi mengingat Kenzie." Ucap Deandra, Anes tersenyum tipis kepada Dean.
"Tidak apa kita bisa menghukum nya lagi Dean, untuk saat ini kita bantu dia dulu." Ucap Anes.
"Kamu ini kenapa selalu baik hmmm, jangan seperti ini Aneska kamu membuatku tersiksa." Ucap Deandra, saat Anes memasang wajah nakal nya.
"CK, dasar." Cibir Anes, Deandra merengut oh God berapa lama lagi ia harus berpuasa.
"Berapa lama lagi aku berpuasa?" Tanya Deandra.
"Satu bulan lagi." Balas Anes, Dean menjambak rambutnya dengan frustasi.
"Bun*h saja aku kalau begitu." Ujar nya, Anes tertawa kecil kasihan Dean.
Pantas akhir-akhir ini ia selalu sensitif ternyata tidak kuat menahan cobaan tersulit dalam kehidupan nya, Anes mengusap wajah tampan suaminya lalu mengecup pipi Deandra.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊