
Satu minggu berlalu hari ini terlihat tuan Mahendra menemui Deandra di kantor nya, Deandra sedikit bingung melihat kedatangan tuan Mahendra di kantor nya secara mendadak perasaan tidak enak pun mulai muncul di hatinya.
"Selamat siang tuan Gavriel akhirnya kita dapat bertemu lagi." Ucap Deandra.
"Ah siang tuan Mahen suatu kehormatan untuk saya bertemu kembali dengan anda." Balas Deandra dengan sopan.
"Ck, maaf jika mungkin kedatangan saya mengejutkan anda tuan." Ucap tuan Mahen.
"Tentu saja tidak tuan, mari silahkan duduk." Balas Deandra, tuan Mahen pun mengangguk dan duduk di sofa.
"Terimakasih tuan Gavriel." Ucap tuan Mahen, setelah mendudukan tubuh nya di sofa.
"Jadi ada apa tuan Mahen sampai repot-repot menemui saya kemari, apakah Lucya membuat kesalahan kepada Elang?" Ucap Deandra.
"Tidak tuan Gavriel Lucya sama sekali tidak membuat kesalahan." Ucap tuan Mahendra.
"Lalu ada keperluan apa tuan menemui saya?" Tanya Deandra.
"Ah maaf jika ini terlalu mendadak tuan, tapi sebenarnya tujuan utama saya menemui tuan Gavriel untuk membicarakan tentang pernikahan Elang dan Cya," Ujarnya, perkataan tuan Mahendra sedikit membuat Dean tercengang.
"Pernikahan?" Tanya Deandra.
"Benar sekali tuan, jujur saja saya dan istri saya sangat menyukai Cya." Ucap tuan Mahen dengan jujur dan terlihat tulus.
"Tapi bagaimana dengan Elang apakah dia juga bisa menerima Cya?" Tanya Deandra.
Jujur saja perjodohan seperti ini sangat mengingatkan kisah dirinya yang di jodohkan dengan Anes dulu, dan dean merasa sedikit takut jika Cya akan mengalami apa yang Anes alami dulu. Dean takut jika Elang memperlakukan Cya seperti dirinya memperlakukan Anes, Ia membayangkan bagaimana Cya jika ternyata Elang bersikap seperti dirinya.
"Tuan tidak perlu khawatir tentang itu, karena saya yakin jika Elang sudah mulai tertarik kepada Cya tuan." Ucap tuan Mahendra.
"Maaf tuan bukannya saya tidak percaya tapi tuan sendiri tahu jika Cya satu-satunya adik sepupu yang saya dan istri saya sayangi, jadi dari mana tuan bisa yakin kalau Elang bisa menerima Cya dengan baik?" Ucap Deandra.
"Tentu saya yakin karena sudah beberapa kali Elang meminta saya untuk segera melamar kan Lucya untuk dirinya," Ucap tuan Mahendra, Deandra mengangguk dan menatap wajah tuan Mahendra.
"Saya paham jika anda mengkhawatirkan Cya tuan, jika saya berada di posisi anda pun saya akan melakukan hal yang sama. Apalagi Cya seorang wanita cantik, cerdas dan juga mandiri. Dan diluaran sana pasti banyak yang menginginkan Cya untuk menjadi menantunya, tapi sungguh saya menyayangi Cya dengan tulus tidak peduli darimana Cya berasal." Ucap tuan Mahendra, Dean terdiam saat melihat ketulusan tuan Mahendra terhadap Cya.
__ADS_1
"Baiklah saya akan membicarakan hal ini dengan Cya dan juga istri saya." Ucap Deandra, tuan Mahen tersenyum senang mendengar perkataan Dean.
...
Sementara itu di sebuah restoran mewah terlihat seorang lelaki dan wanita sedang duduk berhadapan, wanita cantik itu menatap intens lelaki yang duduk di hadapan nya.
"Kenapa?" Tanya Cya, ya wanita itu memang Cya.
"Apa?" Jawab Elang dengan bingung.
"Kenapa kamu selalu mengikuti saya tuan Erlangga Mahendra." Ucap Cya, Elang tersenyum smirk mendengar perkataan Cya.
"Kamu tidak perlu tahu kenapa saya selalu ada di tempat yang sama dengan kamu." Ucap Elang.
"Jelas saya harus tahu karena yang anda ikuti itu saya." Ucap Cya, Elang menatap Cya dengan intens.
"Kamu kan tahu jawabannya setelah kamu menjawab pertanyaan saya." Ucap Elang, alis Cya berkerut mendengar perkataan Elang.
"Silahkan apa yang ingin anda tanyakan." Balas Cya.
"Saya tidak ada masalah apa-apa begitupun dengan anda, anda tidak memiliki salah apapun terhadap saya." Ucap Cya, sebenarnya sedikit tertarik dengan cara Elang yang sangat gantle namun Cya merasa tkut jika nanti dirinya akan kembali terluka karena terlalu mencintai.
"Lalu kenapa kamu begitu menghindari untuk lebih dekat dengan saya?" Ucap Elang, Cya menarik nafas nya lalu berdiri dari duduk nya.
"Maaf sepertinya pembicaraan kita cukup sampai sini saja karena saya harus pergi." Ucap Cya, tanpa menunggu jawaban Elang Cya pun pergi dari sana.
"Ada apa sebenarnya dengan kamu Cya, tapi tenang saja aku akan mencari tahu semuanya tanpa kamu yang bercerita." Gumam Elang, namun tiba-tiba saja elang terdiam lelaki itu merasa bingung dengan dirinya sendiri kenapa begitu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Cya.
Dalam perjalanan menuju rumah Cya terdiam mengingat kembali pertanyaan Elang terhadap nya, Cya menggelengkan kepalanya tidak ia tidak boleh langsung percaya kepada Elang.
"Ada apa dengan kamu Cya, ayolah jangan terus memikirkan nya dia belum menjadi siapa-siapa kamu." Gumam nya, dan saat Cya sedang fokus mengemudi ponselnya tiba-tiba berdering membuat Cya harus menepikan mobilnya sebentar.
"Alexa ada apa dia menelpon." Gumam Cya, ia pun langsung menjawab panggilan telepon dari Alexa.
*Panggilan telepon*
__ADS_1
Alexa: Kakak, kakak ada dimana sekarang? (Suara Alexa membuat Cya menjauhkan ponselnya)
Cya: Alexa kamu apa-apaan sih, bisa pelanin suara nya gak?
Alexa: Kak tolong kak mobil aku mogok ini gimana, jalanan sepi dan aku gak pulang bareng Alden karena Alden ada latihan basket. (Cerocos nya)
Cya: Kamu ada di jalan mana sekarang biar kakak yang langsung kesana, lagian kebiasaan punya mobil tapi gak pernah di servis. (Ledek Cya)
Alexa: Enak saja siapa bilang mobil aku gak pernah servis, ini bukan karena gak servis tapi karena lupa gak aku isi bensin.
Cya: Haha, seketika aku lupa kalau kamu anak seorang Deandra Gavriel jika mobil saja tidak ada bensin nya.
Alexa: Ini sebenarnya mau nolongin gak si kok malah ngeledek, aku panas-panasan ini kakak tega banget malah ketawain aku.
Cya: Oke-oke kamu tunggu bentar di sana aku kesana sekarang ya.
Alexa: Iya cepetan jangan lama-lama aku takut.
Cya: Takut apa, takut di begal?
Alexa: Aku bisa bela diri kalau kakak lupa ya, aku bukan takut begal tapi aku takut hitam.
Perkataan Alexa membuat Cya tertawa renyah, adik nya itu benar-benar menggemaskan. Jujur saja meskipun Alexa manja tapi Cya sangat menyukai sikap manja Alexa.
Karena bagi Cya jika Alexa manja kepadanya itu berarti Alexa benar-benar menganggap Cya sebagai kakak kandungnya, tanpa menunggu lama Cya pun langsung bergegas menuju tempat dimana Alexa berada bersama mobil nya yang mogok itu.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏