
Alexa berjalan menghampiri Anes yang sedang duduk di meja dapur, bocah kecil itu duduk di samping sang mommy dan berhasil mengalihkan perhatian Anes.
"Mommy." Panggil Alexa.
"Iya sayang." Ucap Anes mengusap kepala Alexa.
"Mommy masih marah kepada Daddy?" Tanya Alexa, Anes tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak girls ada apa." Ucap Anes.
"Jangan marah lagi kepada Daddy aku tidak ingin melihat mommy dan Daddy menjaga jarak." Lirih Alexa, membuat Anes berpikir apakah putrinya tidak nyaman dengan sikap Anes sekarang.
"Ah maafkan mommy kedepannya mommy tidak akan marah lagi." Ucap Anes.
"Mommy tidak jika kau ingin marah maka marahlah, tapi jangan merubah sikapmu aku takut melihat mommy yang lebih banyak diam sekarang." Ucap Alexa, Anes tersenyum manis dan menangkup wajah cantik putrinya.
"Hmmm, maafkan mommy." Ucap Anes, Alexa mengangguk dan memeluk Anes.
"Aku sayang mommy." Ucap Alexa, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
...
Malam hari Deandra berbaring di atas tempat tidur dan saat itu Anes berjalan lalu duduk di samping Deandra, wanita itu memegang kening Dean untuk memastikan apakah suaminya masih demam atau tidak.
"Apakah masih pusing?" Tanya Anes, Dean mengangguk membuat Anes menatap kasihan kepada suaminya.
"Istirahat saja jangan terlalu banyak berpikir." Ucap Anes, tanpa mereka ketahui Alden dan Alexa mengintip mommy dan Daddy nya dari pintu.
"Aku ingin tidur bisakah kamu memelukku." Ucap Deandra, Anes mengangguk tentu saja ia akan menuruti keinginan suaminya toh Anes juga merindukan suaminya.
"Kemarilah." Ucap Anes, merekapun tidur dengan saling berpelukan.
"Apakah kita berhasil Alexa?" Bisik Alden.
"Sepertinya iya kau tahu mommy tidak mungkin bisa berjauhan lama-lama dengan Daddy." Ucap Alexa, Alden mengangguk dan tersenyum.
"Itu artinya dua mobil akan segera datang ke rumah kita." Ucap Alden.
"Enak sekali jadi kamu aku yang bekerja dan kamu yang menikmati hasilnya." Ucap Alexa.
"Kau adikku maka berbaik hatilah kepada kakak mu ini." Ucap Alden, Alexa mendengus dan terkejut melihat Cya yang berdiri di belakang mereka.
"Sedang apa?" Tanya Cya, membuat Alden terlonjak kaget.
"Sejak kapan kakak disini." Ucap Alexa.
"Baru saja, apa yang kalian lakukan?" Ucap Cya, Alexa menutup pintu kamar Anes pelan-pelan sekali.
"Tidak ada apa-apa." Ucap Alexa dan Alden.
"Sungguh?" Tanya Cya,Alexa dan Alden mengangguk.
"Hmmm." Balas keduanya.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang tidak ada apa-apa sebaiknya kalian istirahat saja ini sudah malam." Ucap Cya.
"Iya kami juga akan pergi ke kamar." Ucap Alexa dan Alden, kedua bocah itu berlari menuju kamar nya masing-masing.
"Dasar bocah-bocah." Ucap Cya tersenyum kecil.
Keesokan paginya di kediaman Ike terlihat Ara yang sedang berendam di bathtub, Ike ternganga melihat kelakuan putri kecilnya.
"Ara apa yang kamu lakukan ini sudah siang." Ucap Ike.
"Tentu saja berendam apakah mami tidak melihat nya." Balas Ara, Ike menghela nafas nya kenapa sikap datar Ara sama seperti Joe kaku seperti kanebo kering.
"Kau ini bukan mermaid cepat selesaikan berendam nya dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah." Ucap Ike.
"Kenapa aku lelah sekolah terus mami." Ucap Ara, Ike menganga mendengar nya.
"Lalu kau akan melakukan apa jika tidak sekolah hmm." Ujar nya.
"Bolehkah aku bermain saja." Ucap Ara polos.
"Cukup anak kecil ini kenapa selalu ingin bermain." Ucap Ike, membantu Ara membersihkan tubuhnya.
"Mami." Panggil Ara.
"Hmmm." Sahut Ike saat membantu Ara memakai pakaian nya.
"Kenapa mami menikah dengan papi? Ada om Dean dan om Jordan yang lebih tampan kenapa harus papi?" Ujar nya, Ara benar-benar selalu membuat Ike terkejut.
"Jauh? Tapi rumah kita berdekatan dengan rumah om Dean dan om Jordan." Ucap Ara.
"Cukup jika aku tidak menikah dengan papi kamu maka anakku bukan kamu kau tahu." Ucap Ike, Ara tertawa mendengar perkataan Ike.
"Apakah jika mami menikah dengan om Dean anak mami itu kak Alexa?" Ucap Ara lagi.
"Kau mimpi Ara? Kenapa bicaramu begitu ngaur." Ucap Ike, ia menyisir rambut putrinya.
"Tidak aku hanya bertanya." Ucap Ara.
"Dengar papi kamu sudah paling tepat oke." Ucap Ike, Ara pun mengangguk dan tersenyum manis.
"Mommy." Panggil Alexa yang berlari menghampiri Anes.
"Kemari." Ucap Anes, wanita itu menyisir dan mengikat rambut panjang putrinya.
"Apakah mommy akan keluar hari ini?" Tanya Alexa, Anes tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang ada apa hmmm." Ucap Anes.
"Tidan ada apa-apa aku senang jika mommy dirumah saja." Ucap Alexa, Anes tertawa kecil dan mengecup puncak kepala Alexa.
"Mom." Panggil Alden dengan wajah datar nya.
"Ada apa sayang." Balas Anes.
__ADS_1
"Kenapa Daddy harus menjadi Daddy ku?" Ucap Alden, membuat Deandra, Anes dan Cya tercengang.
"Tentu saja Daddy suami mommy kenapa." Ucap Anes.
"Tidak apa-apa aku bersyukur daddyku tampan jadi aku bisa lebih tampan dari Daddy." Ucap Alden, membuat Deandra melotot.
"Mon maap ni ya dimana-mana yang lebih tampan itu pusat nya, kalau kamu mah sisa nya." Ucap Deandra tak mau kalah.
"Mana ada sisa tampan seperti ini, kalau aku sisa itu artinya Daddy juga sisa dari opa." Ucap Alden.
"Tentu saja aku cabang kedua dan kau sisa kau terakhir dan paling kecil." Ucap Deandra, Alexa tertawa puas melihat Alden dan Deandra berdebat.
"Cih, lihat saja setelah aku dewasa aku akan mengalahkan ketampanan Daddy yang mungkin sudah keriput." Ucap Alden, kali ini Alexa dan Cya yang tertawa keras mendengar nya.
"Gini nih kalau anak sendiri ngajak bersaing susah." Ucap Deandra.
"Susah nyari pembelaan kan karena mommy sudah pasti akan membelaku." Ucap Alden, sudahlah Dean sekeras apapun kamu ingin mengalahkan Alden itu tidak akan pernah berhasil.
Di kediaman Jordan terlihat Ardan yang sedang makan dan menatap papi nya, tidak terlalu tampan itulah yang ada di fikiran Ardan saat ini.
"Kenapa menatap papi seperti itu?" Tanya Jordan.
"Papi tidak terlalu tampan tapi kenapa aku sangat tampan." Ujar nya membuat Jordan terbelalak.
"Apa-apaan papi sangat tampan mangkanya mami kamy jatuh cinta." Ucap Jordan.
"Mungkin mami mau karena papi memaksanya." Ucap Ardan, Jordan tercengang kenapa putranya menjadi bar-bar seperti ini.
"Tidak mana ada seperti itu." Ucap Jordan.
"Mom om Dean lebih tampan kenapa mami mau dengan papi." Ucap Ardan, membuat Jordan mendengus mendengar perkataan putranya.
"Kau tahu om Dean itu kaku seperti kanebo kering mana mungkin mami kamu mau." Ucap Jordan, Ardan dan Nana tertawa kecil mendengar perkataan Jordan yang tidak ingin kalah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1