Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 126


__ADS_3

Keesokan harinya Anes menatap Deandra yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya, lelaki itu selalu tersenyum saat beradu tatap dengan istrinya.


"Kenapa senyum-senyum seperti itu?" Tanya Anes yang heran.


"Tidak apa-apa kamu lucu." Jawab nya, Anes mengernyit menatap Deandra yang masih bersiap-siap.


"Ya aku memang lucu dan menggemaskan." Balas Anes dengan percaya diri.


"CK, iya kamu memang menggemaskan." Ucap Deandra, lelaki itu mendekati Anes dan mengecup kening Anes dengan lembut.


"Ayok kita turun." Ucap Deandra, selama ada Anes dan tidak menjauh dari Anes lelaki itu aman dan tidak merasa mual.


Aneh bukan? Ya memang sangat aneh tapi Deandra bersyukur karena ia yang merasakan itu, Dean tidak pernah berpikir jika istrinya yang mengalami mual dan muntah bagaimana khawatir nya Dean.


"Selamat pagi nona dan tuan." Sapa Ike.


"Pagi Ike." Balas Anes, Deandra hanya mengangguk saja dan duduk di kursinya.


Anes menatap makanan yang sudah di masak oleh Ike di atas meja, ia tidak bernafsu untuk memakan makanan itu.


"Ini makanan untuk kamu." Ucap Anes, memberikan sepiring makanan untuk suaminya.


"Kamu tidak makan?" Tanya Deandra.


"Tidak aku akan makan diluar saja nanti." Balas Anes, Deandra menghela nafasnya dan memiringkan tubuh Anes lalu berjongkok di hadapan istrinya.


"Sayang biarkan mommy kamu makan ya nak, kalau seperti ini terus kasihan mommy selalu menahan rasa laparnya." Ucap Deandra dengan mengelus lembut perut Anes.


"Dean ini bukan salah baby aku yang tidak bernafsu untuk makan." Ucap Anes.


"Honey come on aku juga tidak bisa makan kalau kamu tidak makan." Ucap Deandra, membuat Ike dan suster yang ada disana ingin jungkir balik mendengar perbincangan tuan dan nona muda nya.


"Kenapa nona dan tuan malah berdebat hanya soal makanan, kalau nona tidak mau Ike saja yang menggantikan ikhlas kok gak apa-apa." Ujar nya mencairkan suasana di antara Anes dan Deandra.


"Cih ngarep kamu." Ucap Deandra.


"Ya tuan siapa tahu kan tuan ingin Ike suapi." Ucap Ike.


"Ike." Geram Deandra.


"Iya tuan iya maafkan Ike." Ujar nya, Anes tertawa kecil mendengar ocehan Ike dan suaminya.


"Yasudah kita makan berdua." Ucap Anes, ia menarik piring yang ada di hadapan Deandra.


Dengan telaten Anes menyuapi Deandra yang makan dengan lahap, Anes tersenyum manis melihat itu ia merasa jika Dean malah seperti bayi gede.


Setelah selesai sarapan Anes mengantar Deandra ke depan karena suaminya itu harus pergi ke kantor, sebelum pergi Deandra tidak pernah lupa untuk mengecupi setiap inci wajah cantik Anes.

__ADS_1


"Aku pergi dulu kamu baik-baik dirumah ya." Ucap Deandra.


"Emmm, kamu juga hati-hati dijalan." Balas Anes, Dean mengangguk dan pergi dari hadapan Aneska.


Di sebuah perusahaan besar terlihat Joe dan Jordan yang berjalan beriringan, Joe menatap Jordan yang terlihat sedikit bersinar hari ini.


"Kenapa kamu terlihat begitu bahagia?" Tanya Joe.


"Tentu saja aku bahagia karena Nana tidak lagi cuek kepadaku." Ucap Jordan, Joe mendecih kenapa perlahan para sahabatnya menjadi pasukan bucin semua.


"Kau dan Deandra itu sama." Cibir Joe.


"Ya karena kami normal." Ucap Jordan santai, Joe mendelik tajam kepada Jordan.


"Kau pikir aku tidak normal? Aku bahkan bisa lebih normal darimu." Sengit Joe, Jordan tertawa kecil.


"Buktikan." Ucap Jordan, Joe menelan saliva nya bagaimana ia bisa membuktikan jika kekasih saja tidak punya.


"Lihat saja nanti." Ucap Joe, saat keduanya sedang berjalan dengan berdebat seseorang datang menghampiri mereka.


"Permisi tuan hari ini pemotretan Intan di kantor ini akan dimulai pada pukul 10:00, setelah itu akan beristirahat saat jam makan siang dan memulai kembali pemotretan pukul 01:00 tuan." Ucap seorang karyawan wanita.


"Hmmm, langsung ajak dia ke aula pemotretan." Ucap Joe, orang itu mengangguk dan pergi dari hadapan Joe.


Sementara itu Deandra baru saja tiba di kantor nya, ia berjalan dengan berwibawa beberapa karyawan menyapa sopan atasan nya itu.


"Hmmm, apa yang kalian lakukan disini." Ucap Deandra.


"Menunggu lift terbuka kau tidak lihat jika kami berdiri di depan lift." Ucap Jordan, Deandra hanya memasang wajah datar nya.


Saat pintu lift terbuka ketiga lelaki itu masuk kedalam nya, Joe menatap Deandra yang terlihat datar hal itu tidak biasa bagi Joe karena setelah menikah dengan Anes Deandra selalu memasang wajah bahagia nya.


"Hari ini intan akan mulai pemotretan." Ucap Joe.


"Kenapa harus Intan?" Ucap Deandra.


"Kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya, jadi mau bagaimana lagi hari nya sudah tiba." Ucap Joe, Deandra menghela nafasnya.


"Kau urus saja semuanya." Ucap Deandra.


"Kenapa kau tidak ingin bertemu dengan Intan?" Tanya Jordan, Dean menatap Jordan yang berdiri di samping nya.


"Apa gunanya saya bertemu dengan Intan, urusan kami sudah selesai saat dia memutuskan untuk pergi lagi pula saya dan Anes sudah memberi tahu yang sebenarnya." Ucap Deandra, Jordan tertawa ia lupa jika Dean sudah menyelesaikan semua urusannya dengan Intan.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Joe saat Jordan menatap nya.


"Kau kan jomblo apa tidak ada niatan untuk mendapatkan Intan?" Tanya Jordan, Deandra ikut menoleh menatap Joe.

__ADS_1


"Tidak ada seperti tidak ada wanita lain saja." Ucap Joe, Dean dan Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Joe.


"Intan kan cantik Joe." Ucap Jordan.


"Kalau begitu kau saja yang mendekatinya jangan aku." Ucap Joe, Jordan mendecih mendengar perkataan Joe.


"Saya sudah memiliki Nana." Ucap Jordan dengan bangga.


"Tapi Nana masih belum menerima ajakan kamu untuk menjalin sebuah hubungan." Ucap Deandra, simple namun menusuk untuk Jordan.


Joe tertawa melihat Dean yang pergi setelah mengatakan hal itu kepada Jordan, bagi Deandra hubungan tanpa kepastian itu pasti akan kandas.


Sudah ada kesepakatan untuk saling memiliki saja tetap kandas seperti dirinya dengan mantan nya dulu, Jordan mendengus menanggapi perkataan Deandra.


"Joe apa jadwal saya hari ini?" Tanya Deandra.


"Kita ada pertemuan dengan klien jam 09:00 sampai dengan jam 10:00, setelah itu ada meeting jam 10:30 sampai dengan jam 12:00." Ucap Joe, Deandra mengangguk.


"Tidak ada lagi?" Tanya Deandra.


"Tidak ada karena setelah itu jika ingin maka kamu bisa melihat pemotretan Intan, namun jika tidak mau juga tidak masalah." Ucap Joe, Deandra mengangguk lagi setelah mendengar perkataan Joe.


"Baik pergilah." Ucap Deandra, Joe mengangguk dan pergi dari ruang kerja Deandra.


"Kenapa aku selalu terbayang wajah Anes, Dean Anes sudah menjadi istrimu milikmu masih saja kau merasa takut jika dia akan meninggalkan kamu." Gumam nya, Anes benar-benar memutar balikkan kehidupan seorang Deandra Gavriel.


.


.


.


.


.


.


.


.


Daddy twins galau mikirin mommy 😂



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2