Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 63


__ADS_3

Dan disinilah Anes dan Aleta berada di sebuah supermarket, setelah berbincang dengan Aleta tadi Anes pun langsung mengajak Aleta ke supermarket.


"Kamu mau beli apa nes?" Tanya Aleta.


"Aku mau beli buah aja si ta, kamu mau beli apa?" Ucap Anes.


"Ya belanja kebutuhan rumah lah nes." Ucap Aleta.


"Kamu belanja sendiri?" Tanya Anes.


"CK, enggak lah aku udah minta mbak untuk menyusul aku." Ucap Aleta.


"CK, iya juga si mana mungkin Azka ngasi ijin kamu pergi sendiri." Ucap Anes, Aleta tertawa Anes pun memutuskan untuk menemani Aleta saja.


"Nona Anes, nona Aleta." Terdengar suara seorang wanita yang menyapa Aleta dan Anes.


"Eh, Intan." Balas Anes.


"Nona ada disini juga ternyata." Ucap Intan.


"Oh iya, aku dan Aleta sedang berbelanja." Ucap Anes, Intan mengangguk dan tersenyum wanita itu melihat troli belanjaan milik Anes yang hanya berisi buah.


"Nona membeli banyak buah?" Tanya Intan, Aleta melihat isi troli Anes yang memang hanya membeli buah.


"Iya, orang-orang di rumah sangat suka buah." Ucap Anes, Intan tersenyum manis kepada Anes.


"Kamu sedang apa disini?" Tanya Aleta kepada Intan.


"Saya sedang membeli kebutuhan apartemen nona." Ucap Intan.


"Oh, jalan bersama kita saja." Ucap anes.


"Memangnya boleh?" Tanya Intan.


"CK, santai saja tan." Ucap Aleta, Anes dan Intan tersenyum.


"Baiklah." Ucap Intan.


"Anes ini pintar memilih buah dan sayuran, tak lupa juga kebutuhan-kebutuhan yang lainnya." Ucap Aleta.


"Apaan si ta." Ucap Anes.


"Emang bener kaya gitu kan nes." Ucap Aleta, Anes menggelengkan kepalanya sementara Intan tersenyum.


Saat mereka berjalan ke tempat daging ponsel Anes berdering menandakan panggilan masuk, Aleta menatap ponsel Anes begitupun dengan Anes.


"Siapa? Dean pasti cari kamu kan." Ucap Aleta, ia tahu Deandra sekarang selalu mencari keberadaan Anes.


"Hmmm, berasa punya bayi gede." Ucap Anes.


Aleta tertawa Dean belum menyatakan cintanya saja sudah seperti anak kecil yang ditinggal ibunya, gimana kalau keduanya sudah saling menyatakan perasaan satu sama lain.


*Panggilan telepon*


Anes: Hallo...


Deandra: Kamu dimana si Aneska, baru saya tinggal sebentar kamu sudah menghilang!

__ADS_1


Anes: Aku sedang membeli buah, Ike bilang dia belum belanja buah-buahan jadi aku memutuskan pergi sebentar untuk membeli nya.


Deandra: Kamu kenapa gak minta Ike saja yang membeli nya, kenapa harus kamu yang pergi dan tidak bilang ke saya.


Anes: Dean aku hanya pergi untuk membeli buah sebentar.


Deandra: Sebentar kata kamu, kamu lihat jam berapa sekarang. Kamu pergi dari jam 08:30 dan sekarang sudah jam 10:30 Aneska.


Anes: Yaampun Dean kamu kira aku pergi menghilang gitu, kamu hitung lah waktu dari rumah ke supermarket.


Deandra: Gak usah ngarang dari rumah ke supermarket itu dekat, kamu pasti pergi kemana-mana dulu kan.


Anes: Iya aku ke cafe dulu bertemu dengan Aleta.


Deandra: Tunggu disana saya akan menjemput kamu!


Anes: Dean tap_ (Tut...tut...tut... Deandra mematikan panggilan telepon nya).


"Kenapa Anes?" Tanya Aleta.


"Biasalah." Ucap Anes.


"Itu pasti suaminya nona ya." Ucap Intan, Anes menoleh dan tersenyum.


"Iya." Jawab Anes.


"Waaah, pasti suami nona beruntung karena bisa memiliki istri sebaik nona." Ucap Intan.


"Kamu terlalu berlebihan." Ucap Anes.


"Apa yang dikatakan Intan itu benar loh nes, harusnya Dean bangga memiliki istri seperti kamu." Ucap Aleta, Intan sedikit berpikir tentang nama suami Anes.


Sementara itu Deandra menggerutu dalam mobil nya, ia masih kepikiran tentang mimpi buruk itu.


"Kenapa Anes harus pergi sendiri tanpa bodyguard sih." Gumam Deandra.


Dean memarkirkan mobilnya di parkiran supermarket, lelaki itu turun dari mobil dan memakai kacamata nya. Beberapa wanita berdecak kagum dengan ketampanan Deandra.


"Mana ya Anes." Gumam Deandra, lelaki itu berjalan dengan percaya diri sampai dari kejauhan Dean melihat Anes, Aleta, dan Intan yang sedang berbelanja.


"Mamp*s saja kau Deandra, kenapa mereka malah menjadi semakin dekat." Gumam nya, Dean langsung menunduk dan bersembunyi.


Dean bukan takut Intan tahu jika Anes istrinya, tapi Dean takut Anes tahu jika ia dan Intan pernah memiliki komitmen. Dean berpikir lebih baik ia kehilangan Intan daripada harus kehilangan Anes.


Dean langsung merogoh kantong celana nya dan mengambil ponsel untuk mengirimkan pesan kepada Anes, Dean mengatakan jika dirinya menunggu di parkiran.


****Pesan chat*


Deandra***: Sudah selesai? Segera keluar saya menunggu kamu di parkiran.


Anes: Kenapa tidak masuk kedalam saja?


Deandra: Malas supermarket terlalu banyak orang.


Anes: Kalau mau sepi kamu buatkan supermarket pribadi untukku!


Deandra: Baik.

__ADS_1


Anes memelototkan matanya membaca pesan terakhir dari Deandra, sementara Aleta menatap Anes dengan bingung begitupun dengan Intan.


"Kamu kenapa nes?" Tanya Aleta.


"Ta tuker tambah suami boleh gak si, kalau boleh aku mau tukar tambah Dean." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Jangan nes karena laki-laki seperti Dean hanya untuk kamu seorang." Ucap Aleta, Intan tersenyum manis melihat kedekatan Aleta dan Anes.


"Arrggghh, sudahlah aku duluan Intan saya duluan." Ucap Anes, Intan dan Aleta mengangguk dan menatap kepergian Anes.


Anes berjalan menuju kasir dan Dean melihat Anes yang menuju ke kasir sendirian pun masuk kedalam supermarket, saat Anes akan membayar belanjaan nya Deandra tiba-tiba memberikan sebuah kartu berwarna hitam kepada kasir itu.


"Eh." Ucap Anes terkejut.


"Biar saya yang membayar nya." Ucap Deandra, dari kejauhan Intan tidak sengaja menatap lelaki yang berdiri di samping Anes.


Saat itu posisi Deandra membelakangi Intan, Intan memegang tangan Aleta dan membuat wanita itu menoleh.


"Ada apa?" Tanya Aleta.


"Apakah itu suami nona Anes?" Tanya Intan.


"Mana?" Tanya Aleta.


"Itu nona yang berdiri di samping nona Anes." Ucap Intan.


"Hmmm, dari postur tubuh nya memang seperti Dean. Iya mungkin memang Dean mau masuk untuk menemui Anes." Ucap Aleta, Intan terdiam memperhatikan Anes dan Deandra.


(Kenapa dari postur tubuhnya juga seperti Andra, tapi apa mungkin Andra mengenal nona Anes. Sepertinya tidak mungkin, jika dilihat nona Anes bukan orang yang mudah di dekati begitupun dengan Andra dia tidak mudah untuk dekat dengan wanita.) Batin Intan.


Saat Anes dan Dean keluar Intan bisa melihat Dean dari samping, Intan merasa jika itu benar-benar Andra. Tapi yang membuat ia ragu adalah Aleta dan Anes yang selalu mengatakan suami, apakah Andra sudah menikah? Tapi kenapa ia tidak yakin akan hal itu.


"Apakah kamu sudah selesai? Saya sudah selesai." Ucap Aleta.


"Eh, iya sudah nona." Ucap Intan, Aleta memperhatikan Intan yang terlihat bingung.


"Kamu kenapa?" Tanya Aleta.


"Ti_tidak saya hanya mengingat seseorang saja nona." Ucap Intan.


"Apakah itu kekasih kamu?" Tanya Aleta lagi, Intan hanya tersenyum saja membuat Aleta ikut tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2