
Dua hari berlalu hari ini Dean ada meeting penting di kantor nya, sementara itu Anes akan pergi kekantor. Deandra menatap Anes yang sudah terlihat rapi dan cantik, Dean merasa heran kenapa semakin hari Anes malah semakin cantik.
"Aku mau pergi ke kantor." Ucap Anes.
"Saya_" Ucap Dean terhenti karena Anes memotong perkataan nya.
"Jangan bilang kalau kamu mau melarang aku untuk pergi ke kantor lagi." Ucap Anes, menatap Deandra dengan kesal.
"Apasi siapa yang mau larang kamu, saya mau bilang kalau saya akan mengantar kamu ke kantor." Ucap Deandra, Anes melongok mendengar perkataan Deandra.
"Dean kamu kenapa si? Belakangan ini sikap kamu aneh, kamu kenapa kaya orang ketakutan." Ucap Anes, Deandra menatap Anes dengan datar.
"Apasi siapa yang ketakutan." Ucap Dean.
"Kamu khawatir kan sama aku, ngaku aja si Dean gak apa-apa kok lagian wajar kalau kamu khawatir sama istri kamu." Ucap Anes, Deandra menelan saliva nya.
"Gak usah kepedean, mau pergi atau aku akan berubah pikiran." Ucap Dean, Anes tersenyum tipis.
"Iya deh Dean mah gak pernah khawatir sama istrinya." Ucap Anes, Anes menatap Dean yang sudah berjalan beberapa langkah di depan nya.
"Aaaaa." Teriak Anes, pura-pura terpeleset dengan cepat Deandra menoleh dan menangkap tubuh Anes.
"Kamu gak apa-apa? Ada yang luka? Hmmm, mana yang sakit?" Tanya Dean panik, sementara Anes menatap wajah Deandra.
"Kamu khawatir kan sama aku, kamu peduli sama aku Dean. Tapi kapan kamu cinta sama aku." Ucap Anes, Deandra terdiam dan menatap manik mata Anes.
"Bagaimana saya bisa mencintai wanita yang tidak mencintai saya, bagaimana saya bisa membuka hati saya untuk wanita yang tidak mau menbuka hatinya untuk saya." Ucap Deandra, kini keduanya saling menatap satu sama lain.
"Cih, bagaimana aku bisa mencintai kamu kalau kamu saja tidak bisa menerima aku." Ucap Anes, mengalihkan pandangan nya.
Posisi Anes masih ada dalam pelukan Deandra, dan Dean mengernyit menatap Anes dengan bingung.
"Siapa yang tidak bisa menerima kamu, kalau saya tidak bisa menerima kamu sudah saya pulangkan kamu kerumah mommy dan Daddy." Ucap Deandra, Anes mengulum bibir nya menahan tawa.
"Yasudah pulangkan saja aku." Ucap Anes.
"Yasudah pulang saja sendiri." Ucap Deandra, lelaki itu refleks melepaskan pelukan nya dari tubuh Anes. Hingga membuat Anes terjatuh ke lantai.
"Assshh." Desis Anes, Deandra terkejut melihat Anes yang terjatuh.
"Kamu kenapa si nes suka sekali jatuh." Ucap Deandra, Anes mendengus kecil mana ada suka jatuh.
__ADS_1
"Hei, kamu yang lepasin aku sampai aku jatuh." Sengit Anes, Deandra membantu Anes berdiri.
"Maaf-maaf saya tidak sengaja." Ucap Deandra, Anes menatap Dean dengan sinis.
Sementara itu di sudut lain ada Ike dan suster yang mengintip nona dan tuan muda nya, tadinya Ike akan memanggil Anes dan Dean untuk sarapan. Tapi tidak sengaja Ike melihat Dean yang sedang memeluk Anes.
"Pernikahan macam apa ini mbak, kalau mereka gelud mulu seperti ini kapan Deandra junior akan launching." Ucap Ike.
"Bener banget ke, yakali kita harus kurung mereka biar bisa adu kekuatan." Ucap suster Ken.
"Ya bisa si mbak bisa, tapi setelah mereka keluar kita gak akan dapet bonus dan gaji mbak." Ucap Ike.
"Yaelah pengen ada tuan muda junior aja horor amat si ke." Ucap suster Kenzie.
"Yaelah mbak segitu belum apa-apa, bayangin kalau nona Anes hamil dan kita membuat kesalahan beuuh mbak bisa di doser ini rumah dan isi-isinya." Ucap Ike, suster tertawa kecil dan memukul tangan Ike.
"Devinisi kebanyakan duid ya wak, marah aja sampe doser rumah." Ucap suster.
"Bagaimana ini mbak yang adu kekuatan mulut mulu." Ucap Ike, suster tertawa kecil.
"Entahlah ke akupun bingung." Ucap suster, mereka merasa lucu dengan diri mereka sendiri. Anes dan Dean yang menikah kenapa mereka yang pusing karena ingin ada Deandra junior.
Di kantor Anes berjalan memasuki kantor, sementara Deandra lelaki itu sudah melajukan mobilnya menuju perusahaan milik Deandra.
"Pagi nona." Sapa beberapa karyawan.
"Iya selamat pagi juga." Ucap Anes, wanita itu kembali berjalan ke ruang kerja nya.
"Pagi nona." Ucap Intan.
"Iya pagi." Balas Anes sopan, Intan merasa penasaran seperti apa suami Anes.
Tapi Intan merasa sangat tidak sopan jika ia bertanya kepada Anes, lagian Anes ini kan bos nya.
Anes berjalan menuju ruang kerja nya, sementara itu di kantor Deandra lelaki itu akan melakukan meeting dengan para petinggi perusahaan.
Setelah selesai meeting Dean pergi ke ruang kerja nya, Dean duduk di sofa dengan memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Aneska saya kira kamu wanita yang tidak bisa membuat saya g*la, ternyata saya salah kamu tidak melakukan apa-apa saja saya bisa g*la karena kamu." Gumam Deandra, tiba-tiba saja ruang kerja nya terbuka menampakkan Jordan yang menghampiri Deandra.
"Kamu kenapa de?" Tanya Jordan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa." Jawab Deandra.
"Mikirin Anes dan Intan pasti." Ucap Jordan, Deandra menatap Jordan dengan serius.
"Jo saya gak bisa terus menyembunyikan ini dari Anes." Ucap Deandra, Jordan tertawa kecil.
"Sudah aku bilang Anes itu bukan wanita biasa Deandra, dari pertama bertemu kamu saja Anes tidak terlihat seperti wanita lain yang menyukai kamu karena harta kamu. Buktinya Anes selalu membuat kamu kesal saja, kamu sudah jatuh cinta. Bagaimana jika Anes memberikan perhatian dan sudah melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri jungkir balik kamu de." Ucap Jordan, Deandra melempar bantal sofa kepada Jordan.
"Bukan itu yang saya maksud." Ucap Deandra, Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Dean.
"Lalu apa yang kamu maksud, karena mimpi itu kamu takut kehilangan Anes? Cepat atau lambat itu semua akan terjadi Deandra, apalagi jika Anes sudah merasa lelah karena sampai saat ini kamu belum mengungkapkan perasaan kamu. Tiga bulan menikah Deandra bohong jika kamu masih belum mencintai Anes." Ucap Jordan.
"Jo saya kira kamu pintar ternyata kamu dan Joe itu sama saja, harusnya kalian tahu tanpa saya menjelaskan kalau saya mencintai Anes kalin sudah paham melihat ketakutan dan kekhawatiran saya terhadap Anes." Ucap Deandra, kan Dean jadi keceplosan kan.
"Haha, sebenarnya sudah tahu si de sengaja saja pura-pura bo*oh agar kamu mau mengakui prasaan kamu." Ucap Jordan, Deandra menendang sofa yang di duduki oleh Jordan.
"Sial*n." Sengit Deandra, Jordan tertawa melihat wajah kesal bos sekaligus sahabatnya.
"Ya kan kalau kamu sudah mengakui seperti ini enak, jadi kita itu gak sok tahu tapi memang tahu." Ucap Jordan bangga, Deandra menggelengkan kepalanya.
Bagaimana bisa Deandra Gavriel yang terkenal cerdas, pembisnis muda yang sukses bersahabat dengan dua manusia seperti Joe dan Jordan. Sepertinya Deandra salah pergaulan karena Jordan dan Joe selalu membuat nya hilang akal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1