Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 182


__ADS_3

"Benar mi kami tidak pernah melakukan itu, mungkin itu hanya bisa-bisanya Anes saja mau membuat Cya marah kepada kami." Ucap Nia, Cya tertawa miris melihat kedua kakak nya ia benar-benar kecewa kepada kakak nya sendiri.


"Cya mungkin Anes salah paham." Ucap mami.


"Benar, atau bisa saja dia tidak menyukai kami mangkanya mengatakan itu kepada kamu." Ucap Nia.


"Tapi aku tahu ini bukan dari kak Anes, aku tahu semua ini karena tidak sengaja mendengar pembicaraan kak Dean dan kak Joe. Satu lagi kak Dean bukan tahu ini dari kak Anes melainkan dari kak Nana, kak Anes sama sekali tidak mengatakan apapun kepada aku dan kak Dean." Ucap Cya, Steven menelan saliva nya kenapa Deandra bisa sampai tahu akan hal ini.


"Mi itu bohong Nana pasti sudah di suruh oleh Anes." Ucap Nia.


"Cukup, tidak bisakah kau jujur kepada mami hmmm. Kau mengatakan ingin memiliki anak tapi tak ingin hamil, kau lebih memilih mengadopsi anak kak Dean yang jelas-jelas kak Anes dan Kak Dean jauh lebih mampu dari pada kalian. Kekayaan mereka dengan kekayaan papi dan mami saja masih lebih kaya mereka, kau seakan menyepelekan kak Anes kau tahu." Teriak Cya berapi-api.


"Cya cukup." Teriak Steven.


"Apa cukup apa kalian memang salah jika kau ingin memiliki anak maka lahirkan sendiri, jangan main minta anak orang lain." Sinis Cya dan_


Plaaaakkk.... Steven mendaratkan tangan nya di pipi mulus Cya.


"Aashh." Desis Cya.


"Steven cukup, apa kau bo*oh dia adikmu kenapa kau menyakiti nya." Teriak mami, yang langsung memeluk tubuh Cya.


"Adik macam apa yang berani berteriak kepada kakak nya." Sinis Steven.


"Cya malu mi Cya malu, kak Anes selalu mengutamakan semua kebutuhan Cya dan kenyamanan Cya. Tapi kakak Cya sendiri malah mengusik kak Anes, kalian tahu Cya berharap kak Dean mengambil tindakan atas ini. Cya ingin kalian merasakan apa yang kak Liza rasakan." Teriak nya.


"Kemari kamu Cya, tinggal dengan Anes dan Deandra membuat kamu semakin liar dan tidak sopan." Ucap Steven, ia menyeret tubuh mungil Cya.


"Gak mau Cya mau pulang." Teriak Cya.


"Tidak kau tidak boleh kembali ke rumah Anes dan Deandra." Teriak Steven.


"Lepaskan Cya." Suara bariton Deandra membuat mereka semua menoleh, Steven mematung seketika dan Cya memanfaatkan kesempatan itu untuk berlari ke pelukan Anes yang berjalan di belakang Deandra.


"Kakak hiks." Lirih Cya, Anes mengusap lembut punggung Cya.


"Cya baik-baik saja hmmm? Kenapa tidak langsung pulang ke rumah kenapa Cya pulang kesini." Ucap Anes, kini wanita itu menangkup wajah cantik Cya yang terlihat lebam di bagian bibir nya.


"Maafin Cya kak." Lirih nya.


"Apakah ini sakit?" Tanya Anes, Dean dan mami mendekati Cya dan melihat jika sudut bibir Cya berdarah akibat dari ulah Steven.

__ADS_1


"Hiks... Sakit." Lirih nya, melihat itu Dean mengeraskan rahangnya dan berjalan mendekati Steven.


Bugghhh, Dean memukul wajah Steven dan itu membuat Nia menjerit.


"Cukup Dean cukup kau menyakiti suamiku." Teriak Nia.


"Ini pantas untuk orang sepertinya, kau sudah gagal menjadi kakak Steven kau gagal. Disaat orang lain ingin melindungi adiknya, kau malah melukai adikmu." Sinis Deandra.


"Itu karena dia tidak sopan." Ucap Steven.


"Lalu bagaimana dengan kamu apakah kamu sopan? Meminta anak orang lain padahal kamu tahu saya lebih mampu dari pada kamu apakah itu sopan." Ucap Deandra.


"Memberikan salah satunya apa susahnya untuk kamu?" Cibir Steven.


"Kau pikir anakku barang hmmm, untuk memiliki Alden dan Alexa itu bukan hal yang mudah untuk aku dan Anes. Lalu dengan mudahnya kamu mengatakan hal ini? Minta istrimu untuk hamil maka kamu akan tahu perjuangan kami." Tegas Deandra, Steven terdiam dan menatap Dean yang membalikkan tubuhnya untuk mendekati Cya.


"Kita pulang ingat jangan injakan kaki kamu di rumah ini, karena penghuninya tidak ada yang memiliki hati." Telak Deandra, membuat mami Cya bungkam.


"Dean tidak bisakah kamu membiarkan Cya menginap disini tante rindu Cya." Lirih nya.


"Cya boleh menginap disini asal kedua manusia itu pergi dari sini." Tegas Deandra, setelah itu Dean merangkul pinggang Anes dan pundak Cya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Dean kepada Cya.


"Gak usah lebay putri keluarga Gavriel tidak ada yang cengeng." Ledek Deandra.


"Tapi kan tetap saja tenaga kak Steven lebih besar dibandingkan dengan Cya." Ujar nya.


"Sudah aku balas lain kali jangan kembali jika tak bersamaku, kau tahu kakakmu itu tidak war*s." Ucap Deandra, Cya tertawa mendengar perkataan Dean.


Cya harus tahu Dean sampai meninggalkan meeting nya karena mendengar kabar Cya kembali ke rumah untuk marah-marah, begitupun dengan Anes ia langsung menitipkan Alexa dan Alden kepada Nana dan suster karena khawatir dengan keadaan Cya.


"Kau tahu Anes sampai menitipkan Alden dan Alexa karena khawatir dengan keadaan kamu." Ucap Deandra.


"Hmmm, maafkan aku karena merepotkan kakak." Lirih Cya.


"Tidak masalah Cya lain kali jangan di ulangi." Ucap Anes.


"Tidak masalah di ulangi tapi lain kali kau yang memberikan pukulan kepada Steven atau Nia." Ucap Deandra, ia fokus mengemudi sambil mengoceh.


"Jangan dengarkan kakak kamu." Ucap Anes.

__ADS_1


"Kenapa apa yang aku katakan itu benar sayang, besok-besok Cya harus memukul Steve dan istrinya yang tak tahu malu itu." Ucap Deandra, Cya lagi-lagi tertawa Anes dan Dean emang kakak terbaik.


"Bagaimana jika kamu saja yang aku pukul." Ucap Anes.


"Nanti ya di kamar jangan disini." Goda Deandra, Anes mencebikan bibirnya dan memukul tangan Deandra.


"Jangan aneh-aneh ya ada Cya disini." Ucap Anes.


"Gak aneh-aneh sayang apa yang aku bilang itu benar." Ucap Deandra.


"Kalian sedang membicarakan apa?" Tanya Cya.


"Bukan apa-apa." Balas Anes, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan Anes.


"Kak bagaimana kakak bisa tahu Cya ke rumah mami?" Tanya Cya.


"Kepala pelayan rumah mami menelpon Joe tadi." Ucap Deandra.


"Maafkan Cya karena membuat kakak dan kak Anes khawatir." Ucap Cya.


"Sebenarnya kita tidak khawatir Cya kita hanya ingin menjadi wasit, siapa yang menang antara kamu dan Steven." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya membuat Cya tertawa kecil.


"Tidak Cya jelas-jelas kakak kamu ini sangat khawatir, bahkan meminta kakak untuk cepat-cepat." Ucap Anes.


"Aaaa kalian yang terbaik." Ucap Cya memajukan tubuhnya untuk mengecup pipi Anes dan Deandra.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya merekapun tiba di kediaman Deandra, Cya turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam rumah di gandeng oleh Anes.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2