
"Kak Alden gimana kak Alexa kak?" Tanya Ara.
"Alexa masih belum bangun Ra." Ucap Alden.
"Kak bagaimana jika om dan tante tahu?" Ucap Ara.
"Aku tidak tahu Ara jangan tanyakan hal itu." Ucap Alden, ia juga bingung bagaimana harus menjelaskan kepada mommy dan Daddy nya.
Dari kejauhan Alden melihat Deandra dan Cya yang datang ke sekolah, ah ternyata mommy dan Daddy nya masih menjaga rahasia Alden dan Alexa yang berpura-pura sebagai orang asing.
"Dimana Alexa?" Tanya Deandra, mendengar kabar jika putrinya pingsan tentu saja hal itu membuat Dean marah dan khawatir menjadi satu.
"Di dalam." Jawab Alden, Deandra mengangguk dan masuk kedalam sementara Ara dan Vani saling berpegangan menunggu Alexa sadar.
"Honey are you ok hmmm, ini Daddy buka mata kamu." Ucap Deandra.
"O_om." Panggil Vani, Dean dan Cya menoleh menatap Vani.
"Apa yang sebenarnya terjadi kenapa Alexa sampai seperti ini?" Tanya Deandra.
Vani pun menjelaskan semuanya tanpa ada yang di kurangi ataupun di lebih-lebih kan, Vani juga mengatakan ia sempat meminta sang guru untuk menghukum nya saja jangan Alexa namun guru itu malah mengatakan jika Vani pahlawan kesiangan.
Deandra mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya, ia menatap wajah merah padam milik putrinya yang masih memejamkan mata.
"Kak tenang oke jangan sampai emosi ini sekolahan." Ucap Cya, ia tak ingin kemarahan Deandra menarik perhatian para siswa-siswi di sekolah.
"Ini tidak bisa di biarkan Cya kamu tahu mereka keterlaluan, jika mau menghukum tidak masalah mungkin bisa sampai jam istirahat pertama dan biarkan kedua anak ini istirahat. Atau bisa suruh mereka membersihkan toilet tapi tidak dengan berjemur yang berjam-jam." Tegas Deandra, Cya mengangguk ia tahu hal itu sementara Vani hanya menatap Alexa.
"Aku tahu kak tapi ini memang peraturan sekolah ini, dan posisi nya Alexa juga telat." Ucap Cya.
"Apa yang dikatakan kakak ini benar om ini juga salah aku dan Alexa karena telat." Ucap Vani, namun Dean tak menghiraukan ia pergi ke kantor guru untuk menemui guru yang menghukum putrinya.
"Aashh, kepalaku sakit." Keluh Alexa, membuat Vani dan Cya menoleh.
"Xa kamu sudah bangun." Ucap Vani dan Cya, kedua wanita itu membantu Alexa untuk duduk.
"Kakak kenapa kakak ada disini?" Tanya Alexa kepada Cya.
"Menurut kamu kenapa kakak ada disini hmmm." Balas Cya.
"Menemani Daddy? Ah dimana Daddy?" Tanya Alexa.
"Daddy sedang pergi ke ruang guru untuk mengurus sesuatu, kamu mau minum?" Ucap Cya.
__ADS_1
"Emmm, aku lapar." Lirih Alexa, ia meletakan kepalanya di pundak Cya.
"Kita makan nanti ya tunggu Daddy dulu." Ucap Cya, Alexa mengangguk sementara Vani wanita itu pergi keluar untuk membeli makanan.
Dan tak lama kemudian Vani kembali dengan kantong makanan di tangan nya, Alexa tersenyum senang melihat Vani.
"Ini lapar kan." Ucap Vani, Cya tersenyum dengan sikap manis Vani kepada Alexa.
"Emmmm makasih." Ucap Alexa, saat Alexa sedang makan Deandra masuk kembali dan menatap Alexa yang tersenyum.
"Sudah bangun?" Ucap Deandra memeluk dan mengecup kening Alexa.
"Dad, Daddy gak marah-marah kan? Aku gak apa-apa jangan marahin guru nya ya dad." Ucap Alexa.
"Kamu masih memohon untuk dia sementara dia yang membuat kamu seperti ini?" Ucap Deandra, sebenarnya ia tak marah hanya memberi peringatan saja agar tidak memberikan hukuman yang berlebihan mau itu kepada putrinya ataupun murid-murid yang lain.
Karena jika tidak Deandra akan menarik semua saham miliknya di sekolah itu, tentu saja hal itu membuat para guru dan kepala sekolah terkejut dengan perkataan Deandra.
"Dad yang salah Alexa karena Alexa telat, tanya Vani jika Daddy tidak percaya." Ucap Alexa, Deandra mengangguk dan mengelus kepala Alexa.
"Oke kalau itu keinginan kamu, sekarang kita pulang dulu ya mommy khawatir sama kamu." Ucap Deandra, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.
"Vani saya akan meminta orang kepercayaan saya untuk mengantar kamu, terimakasih karena sudah menjadi teman yang baik untuk putri saya." Ucap Deandra, Vani mengangguk dan tersenyum manis.
"Xa jangan sakit ya pokoknya besok harus ketemu lagi di sekolah, tapi jangan telat biar ga manjat pagar lagi." Ucap Vani, Alexa tertawa dan mengangguk.
Saat Dean dan yang lain keluar dari ruang kesehatan ia menatap Alden yang berdiri di depan pintu, Dean menatap putranya dan mendekati Alden.
"Urusa kita belum selesai." Bisik Deandra membuat Alden mengaga.
"Loh kok aku?" Ucap Alden.
"Kita selesaikan di rumah secara gentle." Ucap Deandra, Alden menghela nafasnya.
"Iya-iya aku salah karena ninggalin anak gadis nya Daddy." Cetus Alden, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan putranya.
"Bagus kalau kamu sadar kalau begitu Daddy pulang dulu." Ucap Dean, Alden hanya bisa mengangguk pasrah.
Dan setibanya di parkiran Dean meminta Cya untuk mengemudikan mobil Alexa, sementara putrinya itu akan bersama dengan nya dan Joe yang mengantar Deandra ke sekolah.
"Loh om Joe." Ucap Alexa.
"Hai girls gimana ada yang sakit?" Tanya Joe, Alexa menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.
__ADS_1
"Gak ada kok om cuma pusing sedikit, om kenapa gak ikut masuk padahal tadi di sana ada Ara." Ucap Alexa, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Alexa.
"Enggak biarkan saja Ara belajar dengan baik." Ucap Joe, kini mobil sudah melaju dan meninggalkan area sekolah.
"Mau ke dokter dulu?" Ucap Deandra.
"Gak usah dad aku baik-baik saja." Ucap Alexa, Deandra memegang kening putri nya yang sudah tidak sepanas tadi Alexa juga sudah tidak sepucat tadi.
"Yasudah kita pulang saja." Ucap Deandra, Alexa mengangguk dan menyandarkan kepalanya di pundak sang Daddy.
"Bagaimana guru nya?" Tanya Joe, saat Alexa terlelap dalam pelukan Deandra.
"Tidak aku apa-apakan." Ucap Deandra kesal.
"Kenapa? Dia sudah berani membuat Alexa pinsan kamu diamkan begitu saja?" Ucap Joe.
"Bukan seperti itu Joe ini permintaan Alexa dan Cya aku bisa apa, toh aku sudah mengatakan jika kejadian seperti ini terulang lagi maka aku tidak akan segan-segan menarik semua saham milikku." Ucap Deandra, Joe tersenyum tipis ternyata Dean benar-benar tidak akan melepaskan orang yang menyakiti keluarga nya.
"Lalu bagaimana dengan Alexa?" Ucap Joe.
"Sudah sedikit membaik." Ucap Deandra memeluk Alexa, Joe terkekeh kecil melihat nya.
Ia tak percaya Dean benar-benar menjadi Daddy yang baik untuk anak-anak nya, bahkan Alexa sering mengatakan ia ingin memiliki pasangan hidup sendiri sang Daddy. Bukan hanya Alexa tapi Cya juga, hal itu yang membuat Cya belum memikirkan tentang pasangan sampai saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1