
Waktu begitu cepat berlalu dan sudah satu bulan berlalu, kini terlihat Alden yang tengah duduk santai di kantin bersama dengan teman-teman geng nya, dari kejauhan terlihat Bian berjalan menghampiri Alden.
"Alden gue mau ngomong serius sama Lo." Ucap Bian, Alden menatap dingin Bian yang berdiri di hadapannya.
"Bicara disini." Ucap Alden, Bian menatap keadaan di kantin yang terlihat ramai.
"Gue gak bisa ngomong disini." Ucap Bian.
"Apa lagi yang Lo mau Bi?" Tanya salah satu teman Alden.
"Gue cuma mau ngomong sama Alden." Ujar Bian, Alden menatap serius Bian lalu berdiri dari duduk nya.
"Baik." Ucap Alden, lelaki itu berjalan dengan memasukkan tangan ke kantong celana nya.
Tidak hanya Bian teman-teman yang lain juga ikut mengikuti Alden, dan dari kejauhan Alexa melihat Alden yang berjalan di ikuti oleh teman-temannya.
"Ada apa dengan Alden." Gumam Alexa.
"Iya tumben si Alden mau ngomong sama Bian." Ucap Vani, tak lama Vani dan Ara menatap Alexa.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Alexa.
"Ya gak apa-apa si cuma aneh aja." Ucap Vani, Alexa yang mendengar perkataan Vani pun berdecak.
Di belakang gedung sekolah terlihat Alden dan Bian yang berhadapan, sementara teman-teman nya hanya menjadi saksi takut keduanya kembali berkelahi.
"Apa yang mau Lo omongin." Ucap Alden, Bian menatap Alden dengan serius.
"Alexa saudara Lo Alden." Ucap Bian, membuat Alden bungkam.
B
"What?" Pekik teman nya yang lain.
"Jawab gue Alden Alexa saudara Lo atau bukan?" Teriak Bian, wajah datar Alden membuat teman-teman nya bergidik ngeri.
"Al ini beneran si primadona sekolah adik Lo?" Ucap teman A.
__ADS_1
"Wait wait, tapi kalian sadar gak si guys kalau di pikir-pikir Alden dan Alexa itu mirip." Ucap teman B.
"Kenapa Lo diem Al jawab gue Alden." Ucap Bian lagi.
"Udah lah Al jawab aja gak apa-apa, kalau memang benar Alexa saudara Lo kita bakal bantu Lo jaga Alexa." Ucap teman Alden.
"Benar itu Al, Lo gak usah khawatir saudara Lo saudara kita juga." Ujar yang lainnya.
"Iya." Jawab Alden singkat, jawaban Alden membuat Bian dan teman-teman nya yang lain tercengang.
"Al." Ucap teman A.
"Alexa adik gue adik kembar gue, maka dari itu gue bilang sama Bian kalau Alexa lebih penting dari apapun bahkan dari geng yang selama ini kita bangun." Ucap Alden.
"Kenapa Al kenapa Lo gak bilang kalau Alexa adik Lo." Teriak Bian.
"Gue dan Alexa sepakat untuk menutupi hubungan persaudaraan kami, karena Alexa tidak ingin di dekati wanita-wanita yang ingin mendekati gue. Begitupun dengan gue, gue gak mau banyak lelaki yang mendekati gue hanya karena ingin bersama Alexa." Ucap Alden.
"Waaaah kalian benar-benar keren, biasanya jika hubungan adik kakak mereka akan memamerkan kedekatan nya." Ucap teman Alden.
"Sorry Bian selain itu gue juga gak mau Lo deketin Alexa, jujur gue cukup terkejut saat tahu Lo suka Alexa." Ucap Alden menatap Bian, sementara Bian menatap Alden dengan rasa tidak percaya jika Alden melakukan itu.
"What Al Lo gak bohong kan kalau soal ini." Ucap teman-teman nya.
"Enggak itu memang mommy dan Daddy gue." Ucap Alden, teman-teman nya menggelengkan kepala.
Bukan apa-apa mereka tidak percaya jika ketua geng motor nya adalah putra dari pasangan Deandra dan Anes, sungguh sebuah kebanggaan tersendiri untuk teman-teman Alden.
...
Sepulang dari sekolah Alexa, Vani dan Ara berjalan seperti biasanya mereka bercanda dan berbincang dengan asik sampai akhirnya.
"Kamu ngapain." Ucap Alexa yang melihat Amel menghalangi jalan nya.
"Jauhi Bian Alexa." Ucap Amel.
"Apaan si gak jelas banget." Ucap Ara.
__ADS_1
"Hey Amel takomel-komel kamu beneran gak tau malu ya, bisa-bisanya kamu ngomong kaya gitu sementara kamu tahu jika Alexa saja sudah tidak pernah menemui Bian atau bertemu dengan Bian meskipun kita satu sekolah." Ucap Vani.
"Aku gak peduli tapi intinya Bian menemui Alden bukankah mereka sudah pasti membicarakan Alexa." Ucap Amel.
"Ya itu bukan urusan aku, toh aku tidak tahu jika Alden berbicara dengan Bian." Ucap Alexa.
"Xa gak usah serakah bisa gak sih, kamu sudah ada Alden kenapa masih ingin merebut Bian. Belum puas kamu rebut Alden dari Ajeng." Teriak Amel.
"Kamu apa-apaan si Mel yang rebut Alden siapa, cari tahu dulu sebelum ngomong sebelum kamu malu sendiri." Ucap Alexa yang sudah kesal dengan kelakuan Amel.
"Halah udah lah xa kenyataan nya memang seperti itu." Ucap Amel.
"Terserah ya Mel kamu mau ngomong apa aku gak perduli, mau itu tentang Bian ataupun Alden dua-duanya bukan urusanku." Ucap Alexa, Amel menatap marah kepada Alexa sementara Alexa berlalu begitu saja diikuti oleh Vani dan Ara.
"Kak kasi pelajaran aja kenapa si kak jangan terlalu baik." Kesal Ara.
"Ra aku bukan gak mau kasi pelajaran tapi kita masih sekolah hal-hal seperti itu sangat tidak penting untuk aku." Ucap Alexa, Vani hanya mengangkat bahu nya saja mendengar perkataan Alexa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊