
"Mama mama mama" Teriak Arvin menggedor gedor pintu kamar sang mama.
"Ummmm" Alysa menguap mengerjap ngerjapkan matanya menatap pintu.
"Iya sebentar sayang" Ujar Alysa memakai bajunya.
Ceklek pintu kamar terbuka menampakkan Arvin "Mama" Ujar Arvin merengek.
"Loh anak mama ini kenapa?" Tanya Alysa seraya menggendong Arvin ke tempat tidur.
"Mama kenapa paman ini ada disini" Tanya Arvin polos.
Alysa gelagapan dan dia lupa jika di masih ada Sean dalam kamarnya " Astaga apa yang harus kulakukan" batin Alysa.
"Hm itu.u" Ujar Alysa terpotong oleh omongam Sean.
"Kenapa sayang apa kah kau tidak suka Ayah mu disini" Tanya Sean pura pura sedih.
"Ayah" Beo Arvin.
"Jelaskan sayang, sampai kapan kau menutupi semuanya" Ujar Sean ke Alysa.
"Dia Ayah kandung mu nak" Ujar Alysa lembut.
"Benarkah aku punya ayah" Tanya Arvin berbinar.
"Iyaa sayang kemari lah nak" Ujar Sean lembut.
"Ayahhhh" teriak Arion sedari tadi menguping.
"Hahahah" Mereka tertawa bahagia bersama.
Menjelang malam mereka makan bersama Sean,Alysa,Arion,Arvin dan Alex.
"Sayang kau sedang menunggu siapa cepatlah makan makananmu" Ujar Sean.
"Aku sedang menunggu Riana dan Aksa" Ujar Alysa lembut.
__ADS_1
"Riana dan Aksa" Uajr Sean mengangkat sebelah alisnya.
"Iya sayang Riana sahabat ku yang menemani aku sejak lima tahun di sini" Ujar Alysa.
"Aksa?" Ujar Sean dengan nada tak suka.
"Haha sayang kenapa kau cemburu dengan anak mu sendiri" Ujar Alysa terbahak bahak.
"Anak"Beo Sean.
"Sebenarnya kau mempunyai anak berapa haa?" Tanya Sean.
"Sayang aku melahirkan anak kembar yang pertama Aksa,Arion,dan Arvin" Ujar Alysa.
"Kemana Aksa sayang mengapa aku tak melihat nya sedari tadi" Ujar Sean celingak celinguk.
"Haha sayang Aksa tadi ikut Riana ke butik"Ujar Alysa.
"Butik siapa sayang"Tanya sean lagi.
"Mmmm" Sean hanya mengangguk.
Sedangkan Alex dia sedang menyantap kue buatan Alysa bersama Arion dan Arvin sesekali bercerita horor.
"Aku pulanggg" Suara cempreng Riana mengagetkan mereka.
"Astaga"Gumam Alex mengelus dadanya melihat wanita di depannya.
"Ri kok lama banget sih"Ujar Alysa.
" Hehe Sorry soalnya butik rame Lys" Ujar Riana.
" Maaf yah ngerepotin" Ujar Riana terkaget melihat Sean suami sahabatnya.
"Lohh kok" Ujar Riana menatap Alysa.
Sedangkan Alysa hanya tersenyum dan memberi kode kepada Riana seperti"Nanti saja ku ceritakan" Sedangkan Riana hanya mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
"Aksa" Panggil Alysa lembut.
"Hmm ada apa Ma" Ujar Aksa.
"Kemarilah nak" Ujar Alysa.
Aksa berjalan melewati adik adiknya yang sedang asik bercerita bersama orang asing pikirnya dan manik nya menangkap seorang lelaki disamping ibunya yang sangat mirip dengan wajahnya.
"Ada apa mam" Tanya Alysa.
"Duduklah nak ada yang ingin mama sampaikan padamu bukan kah selama ini kau selalu bertanya tentang ayahmu nak" Ujar Alysa lembut.
"Jadi apakah dia Ayahku" tanya Aksa dingin.
"Aksa kenapa dengan mu nak" Ujar Alysa bingung dengan reaksi putra sulungnya itu.
"Mengapa baru sekarang dia datang melihat kami" Ujar Aksa.
"Aksa dia Ayahmu nak jika sekarang ayahmu baru menemui kita mungkin ada sesuatu hal yang dia kerjakan nak mangkanya dia lama menemukan kita" Ujar Alysa.
Sedang Sean menatap sendu putra sulungnya dan merentangkan tangannya.
" Kemarilah Nak peluk ayahmu ini" Ujar Sean sendu putra sulung nya sangat mirip dengannya Wajahnya dan sifatnya.
Aksa awalnya ragu langsung memuluk Sean dan benar pelukan seorang ayah sangat nyaman dia benar benar rindu seorang ayah ikatan batin yang sangat kuat.
"Huaaaa Ayah kenapa hanya kak Aksa yang dipeluk" Tangis Arvin pecah.
"Aisss dasar cengeng" ejek Arion.
"Aku tidak cengeng tapi hanya menangis" Ujar Arvin sewot.
"Terserah kau saja" Ujar Arion bosan.
Sedangkan Sean,Alysa,Alex,Riana tertawa terbahak bahak melihat kelakuan kedua bocah itu Aksa terlelap nyaman dalam pelukan sang ayah.
Penasaran yah....Jangan lupa support and like nya agar Author tambah semangat❤🔥💪
__ADS_1