
Setelah lama tak sadarkan diri kini Cya mulai mebuka matanya, Cya menatap Anes yang duduk di samping nya. Cya menghela nafas mengingat jika kini ia hanya tinggal sendiri, karena mami, papi, Steven dan Nia sudah pergi untuk selamanya.
Cya berpikir jika saat ini hanya Anes dan Deandra lah yang ia miliki, Cya bangun dan terduduk tanpa menunggu lama Cya langsung melompat kedalam pelukan Anes.
"Hei kenapa hmmm." Tanya Anes khawatir karena Cya yang tiba-tiba memeluk nya.
"Berjanjilah jika kakak tidak akan meninggalkan Cya, berjanjilah kakak akan selalu bersama dengan Cya." Lirih nya.
"Ya kakak tidak akan meninggalkan kamu percayalah sayang, kamu satu-satunya adik kakak dan kak Dean." Ucap Anes, Cya mengangguk dan menitihkan air matanya.
"Cya." Panggil Liza yang datang dengan kursi roda nya.
"Kak Liza." Lirih Cya, gadis cantik itu tahu jika Liza adalah salah satu orang yang suka mengganggu dan menyakiti Anes.
"Aku ingin mengucapkan bela sungkawa atas kepergian mami, papi, Steven dan Nia. Aku harap kamu bisa menjadi gadis yang kuat, kamu bisa hidup meskipun tidak ada orang yang mendukung kamu." Ucap Liza, Cya mengangguk lemah ia menatap Liza.
"Cya tidak sendirian ada kak Anes dan kak Deandra yang akan menemani Cya, selagi Cya tidak nakal dan bertingkah aneh Cya yakin mereka akan selalu bersama dengan Cya." Ujar nya, Liza hanya mengangguk dan menatap Anes.
"Aku minta maaf karena sudah salah menilai kamu, aku kira kamu wanita yang jahat dan hanya ingin memanfaatkan kekayaan Deandra ternyata aku salah. Sejauh ini aku memang belum mendapatkan fakta jika kamu bukan orang yang baik tapi itu tidak menjadi masalah untukku, aku harap kamu memang orang yang baik untuk menjaga Cya." Ucap Liza, Anes tercengang mendengar perkataan Liza apakah wanita itu tidak salah berkata.
"Liza apa kau yakin mengatakan itu kepadaku?" Tanya Anes.
"Ya, aku bo*oh karena tidak melihat kebaikan kamu saat menjaga Kenzie sampai akhirnya kita semua kehilangan Kenzie. Tapi percayalah Aneska ada alasan tersendiri kenapa aku tidak merawat Kenzie dengan baik." Ucap Liza.
"Kenapa? Bukankah Kenzie anak yang baik tapi kenapa kamu seakan membenci nya?" Tanya Anes.
"Kau tak perlu tahu kenapa aku membencinya dan jangan melebihi batasan kamu sebagai iparku, ini bukan waktu yang tepat untuk membahas Kenzie." Tegas Liza, Anes hanya bisa diam begitupun dengan Cya.
Liza pergi dari kamar Cya dan membuat Anes menatap nya tajam, meskipun Liza sudah mengatakan maaf tapi Anes tidak akan mudah untuk memaafkan Liza.
...
Satu Minggu berlalu hari ini Cya sudah mulai ceria lagi seperti biasanya, aneh memang karena Cya begitu cepat melupakan kesedihannya dan bangun dari keterpurukan.
Namun percayalah dibalik itu semua ada Anes, Deandra, Ike, Joe, Jordan, Nana dan suster yang berusaha keras untuk mengembalikan senyuman seorang Lucya Liona Gavriel.
"Kak Cya akan pergi ke sekolah naik taksi saja." Ujar nya.
"Kenapa tidak di antar supir saja Cya?" Tanya Anes yang sedang menyus*i kedua baby nya secara bergantian.
__ADS_1
"Tidak perlu Cya juga sudah janjian dengan teman Cya akan berangkat bersama." Ujar nya, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
"Sayang jam tanganku kamu taruh dimana ya." Teriak Deandra, mah kan rumah Anes sudah mulai penuh dengan kehebohan lagi.
"Di tempat biasa di atas meja samping tempat tidur." Balas Anes.
"Tidak ada honey coba kamu yang mencarinya." Ucap Deandra, Anes menghela nafasnya dan membuat suster juga Cya tertawa geli.
"Sebentar aku menyus*i twins dulu." Ucap Anes.
"Sayang nanti aku telat tolong carikan sekarang." Teriak Deandra lagi, Anes menghela nafasnya dan memberikan tubuh twins kepada suster.
"Tolong dijaga dulu ya sus." Ucap Anes.
"Baik nona." Balas suster, Cya membawa piring yang berisi makanan ke dekat suster ia makan disana.
"Sudah ketemu?" Tanya Anes menghampiri suaminya, namun tak di sangka Dean malah memeluk Anes dan menutup pintu kamar lalu mengunci nya.
"Eh kamu ngapain?" Tanya Anes lagi.
"Aku merindukan kamu honey." Balas Deandra, lelaki itu memgecup wajah dan leher Anes hingga membuat Anes meleng-uh.
"Aku tidak peduli, berapa lama lagi aku harus berpuasa?" Tanya Dean, Anes menelan saliva nya hari ini adalah hari dimana Dean sudah selesai berpuasa.
"Du_dua hari lagi." Balas Anes berbohong.
"Really? Bukankah harusnya hari ini aku sudah bisa melakukan nya?" Tanya Deandra, Anes menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak tunggu lah dua hari lagi." Balas Anes, Deandra memicingkan matanya dan menatap Anes yang ada di pelukan nya.
"Kenapa aku merasa jika kamu sedang membohongi aku?" Tanya Deandra.
"Tidak siapa yang membohongi kamu." Balas Anes, Dean pun melepaskan pelukannya dan mengecup sekilas kening Anes.
"Baiklah kali ini kamu bebas tapi lihat nanti aku tidak akan melepaskan kamu babyh." Bisik Deandra dengan mengedip-ngedipkan sebelah matanya, hal itu membuat jantung Anes berdegup.
Ini bukan pertama kalinya untuk Anes tapi kenapa ia merasa gugup lagi, oh my Anes merasa dirinya seperti akan melakukan malam pertama.
Di kediaman Joe Ike menyiapkan sarapan untuk suaminya, Ike mengerjakan semuanya sendiri wanita itu seakan tidak membutuhkan seorang pelayan.
__ADS_1
Joe yang berjalan menuruni anak tangga sambil memasang jam di tangan nya menatap Ike yang berdiri membelakanginya, tanpa banyak berkata Joe langsung memeluk tubuh mungil Ike dari belakang.
"Kenapa kamu melakukan nya sendiri?" Tanya Joe, hembusan nafas Joe membuat bulu kuduk Ike berdiri tubuhnya menegang dan Ike merasa tak bisa bergerak.
"Le_lepaskan nanti ada yang melihat." Ucap Ike terbata-bata.
"Tidak mau lagi pula siapa yang berani mengganggu kita hmmm." Balas Joe, Ike mengernyit heran mendengar perkataan Joe.
"Tu_tuan saya mohon lepaskan bagaimana jika pelayan yang lain melihat nya." Ucap Ike.
"Saya tidak peduli lagi pula kamu itu istri saya jadi tidak ada yang berani mengganggu kita." Balas Joe, Ike menelan saliva nya saat Joe menghirup aroma tubuh Ike yang menjadi candu nya.
Pikiran Joe langsung traveling membayangkan bagaimana jika ia dan Ike melakukannya, bukankah itu akan membuat Joe bisa menghirup aroma tubuh Ike lebih banyak lagi.
"Tuan." Lirih Ike.
"Sayang panggil aku sayang jangan tuan, aku suami kamu bukan majikan kamu." Ucap Joe, tanpa ragu Ike mengangguk karena ingin terlepas dari pelukan Joe.
"Iya sa_sayang." Ucap Ike memejamkan matanya, Joe tersenyum puas mendengar Ike memanggil nya dengan sebutan sayang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1