
Saat jam mata pelajaran terakhir dan itu pelajaran olahraga Alexa dan Vani berjalan menuju toilet untuk mengganti pakaian nya, sesampainya di toilet Alexa melihat Ajeng dan teman-teman nya.
"Cih ada cewe penggoda nih, masih sekolah aja sudah jadi penggoda gimana nanti." Cibir Ajeng, Alexa tidak menanggapi hal itu toh ia tidak menggoda siapapun.
Siapa yang dimaksud oleh Ajeng? Apakah mereka berpikir jika Alexa menggoda Alden? Oh sungguh itu sangat menggelikan untuk Alexa sendiri.
"Heh, gak usah pura-pura budek kamu ya." Ucap Ajeng menarik tangan Alexa.
"Apaansi Ajeng lepasin." Ucap Vani membantu Alexa.
"Gak usah bela dia Van, Alexa itu bukan perempuan baik-baik dia goda pacar nya Ajeng." Ucap teman Ajeng.
"What? Pacar, siapa pacar Ajeng?" Tanya Vani.
"Alden lah, kamu gak tahu kalau Alden dan Ajeng udah jadian." Ucap teman Ajeng lagi, membuat Vani terkejut.
"Demi apa?" Ucap Vani, Alexa hanya menatap datar Ajeng dalam pikirannya lihat saja Alexa akan mengadukan Alden kepada mommy nya. Itulah pikiran licik Alexa saat ini, toh ia masih kesal karena tadi pagi Alden memaksa nya.
"Wow Ajeng selamat ya semoga Alden benar-benar suka kamu." Ucap Alexa.
"Maksud kamu apa?" Tanya Ajeng tak terima.
"Gak ada." Ucap Alexa lalu menepis tangan Ajeng dan masuk kedalam toilet.
"Xa itu Ajeng beneran sama Alden?" Tanya Vani.
"Gak tau sih Van, tapi aku tahu jelas kalau Ajeng itu bukan tipe nya Alden." Ucap Alexa.
"Yaaah patah hati dah mamiku." Ucap Vani, membuat Alexa menoleh.
"Lah kok mami kamu?" Tanya Alexa.
"Pas liat foto kamu dan Alden mami jatuh hati sama Aden xa, kali aja kan aku bisa punya papi muda kaya Alden." Ucap Vani membuat Alexa menganga, g*la memang Vani benar-benar g*la.
"Gak van aku gak bisa restuin." Ucap Alexa.
"Loh kenapa?" Ucap Vani.
"Ya kamu mikir lah sebelum mami kamu sama Alden pdkt, kaya nya udah di bogem duluan si Alden sama papi kamu." Ucap Alexa, Vani tertawa lepas mendengar nya.
"Haha iya juga ya." Kekeh Vani, Alexa hanya menggelengkan kepalanya saja.
Setelah selesai berganti pakaian Alexa dan Vani berjalan menuju lapangan olahraga, dari kejauhan Alden berlari dan menarik tangan Alexa.
"Awh." Pekik Alexa.
"Mau kemana?" Tanya Alden.
"Ke Antartika Al, ya olahraga lah kenapa si kamu." Ucap Alexa memegang pergelangan tangan nya, yang terasa sakit karena Alden.
"Beneran udah sembuh nih? Gabakal pingsan lagi kan?" Tanya Alden, Vani tertawa mendengar perkataan Alden.
"Al kaya nya hukuman om Dean manjur ya sampe bikin kamu posesif kaya gini sama Alexa." Ucap Vani, Alden mencebikan bibirnya.
__ADS_1
"Tau Daddy ngomong apa si? Gak usah dengerin omongan Daddy." Ucap Alexa, yang kali ini membuat Ardan tertawa.
"Xa woy itu om Dean Daddy kamu yakali ga di dengerin." Ucap Ardan.
"Udah ah, ingat ya Al sekali lagi kamu larang-larang aku_" Ucapan Alexa terhenti.
"Apa?" Tanya Alden.
"Aku akan aduin ke mommy kalau kamu pacaran sama Ajeng." Ucap Alexa, membuat Alden dan Ardan terbelalak.
"What? Alden pacaran sama Ajeng?" Tanya Ardan terkejut.
"Iya, tadi si Ajeng yang bilang kaya gitu. Al sumpah ya kamu bikin mami aku patah hati Al." Ucap Vani, Ardan tertawa renyah sungguh melelahkan menjadi Alden.
"Xa aku ga pacaran sama aj_" Belum selesai Alden berbicara, tiba-tiba saja tangan nya di gandeng oleh Ajeng.
"Hay babe." Ucap Ajeng.
"Babe-babe aku bukan babeh mu." Ucap Alden.
"No honey kamu itu pujaan hati aku, bukan ayah aku." Ucap Ajeng, Alexa dan Vani memutar bola matanya males.
"Ayok van." Ajak Alexa, Vani tertawa dan mengikuti langkah kaki Alexa.
"Jeng jangan aneh-aneh deh lepas." Ucap Alden.
"Kamu kenapa si honey lagian semua orang tahu aku pacar kamu." Ucap Ajeng.
"Udah si ah kamu diem aja pokonya aku pacar kamu." Ucap Ajeng, Ardan menepuk pundak Alden.
"Sory nih Al aku gak ikut-ikutan, dan aku cabut duluan." Ucap Ardan, Alden menatap Alden dengan tajam.
"Ardan." Panggil Alden, sementara Ardan tidak menghiraukan.
...
Saat pulang sekolah Alden sudah menunggu Alexa di parkiran bersama dengan Ardan dan Ara, Ara menatap wajah kesal Alden.
"Kak Alden kenapa?" Tanya Ara.
"Habis di tempeli mbak kunt." Jawab Ardan, Ara mengernyit heran.
"Hah?" Sahut Ara.
"Diem Ra kalau banyak bicara kamu bisa ditendang Alden ke mars." Ucap Ardan, Ara semakin bingung dengan keadaan saat ini.
"Honey." Teriak Ajeng menghampiri Alden.
"Mamp*s." Desis Ardan, dan Ara peka mbak kunt yang di maksud oleh Ardan.
"Woowww honey." Ucap Ara menggoda Alden, percayalah saat ini Alden ingin sekali menghilang dari bumi.
"Hai lama ya." Ucap Alexa.
__ADS_1
"Gak kok masuk mobil." Ucap Alden, Alexa mengernyit ia akan mengerjai Alden sekarang.
"Aku pulang bareng Vani, iya kan Van." Ucap Alexa.
"Iya honey gak apa-apa kamu bisa pulang bareng aku." Ucap Ajeng.
"Eh kalian kan baru jadian ya, bisa dong kita parti." Goda Vani, membuat Alden menatap tajam gadis cantik yang berdiri di samping adiknya itu.
"Waaah iya boleh tuh." Balas Ardan.
"Alexa masuk mobil." Geram Alden.
"Honey apa deh biarin aja Alexa pulang bareng Vani, jadi cowok jangan maruk udah ada aku masih pengen Alexa." Ucap Ajeng.
"Jeng lepas deh." Ucap Alden menepis tangan Ajeng.
"Alden." Rengek Ajeng.
"Masuk." Ucap Alden menarin tangan Alexa.
"Eh yaampun kasar." Ledek Alexa.
"Alden tunggu." Teriak Ajeng, sementara Alden tak menghiraukan dan langsung melajukan mobilnya.
"Eh jeng kita juga balik duluan ya bye." Ucap Ardan, Ajeng menatap kesal mereka semua.
"Al itu pacar kamu gak di ajak." Ucap Alexa.
"Gak ada pacar-pacar." Kesal Alden.
"Loh ko judes." Kekeh Alexa, Alden hanya diam saja tak menjawab.
Karena Alden hanya diam Alexa pun memutuskan untuk tidur sepanjang perjalanan pulang, ia tak ingin terus memancing emosi Alden.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1