
Dua hari berlalu hari ini Aleta dan Anes terlihat sedang duduk di ruang kerja milik Anes, Aleta memberikan beberapa berkas kepada Anes.
"Apa ini?" Tanya Anes.
"Ini yang kamu minta." Ucap Aleta.
"Informasi tentang Intan?" Tanya Anes.
"Iya, dari informasi yang aku dapat Intan itu dulu dekat dengan seorang pengusaha muda yang sukses. Mereka bertemu saat laki-laki itu melakukan perjalanan bisnis kesini, dan saat itu mereka sudah saling memberikan perhatian. Tapi tidak menjalin hubungan." Ucap Aleta.
"Maksudnya memberi perhatian tapi tidak menjalin hubungan itu gimana?" Tanya Anes, Aleta menepuk dahinya sendiri.
"Sok-sokan mau nyari tau tentang kisah cinta orang lain, dirinya sendiri saja tidak paham apa itu cinta. Aneska yang cantik anak Daddy Justin, maksud dari memberikan perhatian tanpa menjalin hubungan itu bisa juga di sebut bukan sepasang kekasih. Jadi hanya dengan perkataan kamu harus nunggu aku, dan aku tidak akan bersama dengan orang lain. Gak lupa juga nanya udah makan belum, sedang apa dan ocehan-ocehan yang lainnya." Ucap Aleta, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.
"Oke-oke, lalu bagaimana apakah sampai sekarang Intan masih memberikan perhatian kepada laki-laki itu?" Tanya Anes.
"Intan nya iya, dia masih mencari keberadaan laki-laki yang katanya sudah menetap disini. Tapi kayaknya si cowok sudah ada wanita lain, soalnya setiap Intan minta ketemu itu gak pernah bisa dan selalu orang kepercayaan nya yang menemui Intan." Ucap Aleta, Anes mengangguk ia berpikir sejenak.
"Ta gimana ya kalau misalnya Deandra itu ternyata laki-laki yang dicintai oleh Intan." Ucap Anes, Aleta terdiam menatap Anes dan mencoba untuk meyakinkan Anes.
"Sabar ya nes, semoga kita segera mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Dan semoga bukan Dean laki-laki itu." Ucap Aleta, Anes hanya diam dan mengangguk saja.
Sementara itu siang ini Deandra memutuskan untuk pergi ke perusahaan milik Axel, ia akan menemui Anes disana. Dean turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung perusahaan.
"Selamat siang." Ucap Deandra kepada resepsionis.
"Siang tuan ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya, resepsionis itu terpesona dengan ketampanan Deandra.
"Apakah nona Anes ada di kantor?" Tanya Deandra.
"Ada tuan, silahkan tuan langsung ke ruang kerja nya saja." Ucap resepsionis itu, yang sudah tahu jika Dean adalah suami Anes.
"Baik terimakasih." Ucap Deandra.
"Sama-sama tuan." Jawab wanita itu, Deandra berjalan menuju lift.
Setelah pintu lift terbuka Dean langsung berjalan menuju meja sekretaris Anes, lelaki itu menarik perhatian para karyawan wanita di perusahaan Axel.
"Permisi maaf mengganggu waktu nya, apa saya bisa bertemu dengan nona Anes?" Ucap Deandra, sekretaris Anes tersenyum manis.
"Tentu saja tuan, nona sedang tidak sibuk hari ini." Ucap nya, Dean mengangguk sementara itu sekretaris Anes mengetuk pintu ruang kerja nona nya.
Tok...tok... Anes yang mendengar suara pintu di ketuk pun langsung menyuruh nya masuk.
"Masuk." Ucap Anes, ada Aleta juga disana.
"Maaf mengganggu nona ada tuan muda yang ingin bertemu dengan nona." Ujar nya, Anes dan Aleta mengernyit heran.
"Bukankah Axel tidak akan ke kantor hari ini." Ucap Anes.
"Maaf nona maksud saya suami nona Anes." Ucap sekretaris Anes, Aleta dan Anes saling memandang satu sama lain.
"Deandra nes." Ucap Aleta.
__ADS_1
"Hmmm, persilahkan untuk masuk saja." Ucap Anes, wanita itupun mengangguk dan mempersilahkan Dean untuk menemui Anes.
Sementara itu di tempat lain terlihat Joe yang duduk berhadapan dengan Intan, wanita itu merasa heran kenapa Dean turun pernah mau menemuinya.
"Joe." Panggil Intan.
"Iya nona." Ucap Joe.
"Jawab saya dengan jujur kenapa Andra tidak pernah mau menemui saya." Ucap Intan.
"Maaf sebelumnya nona, tuan menganggap jika nona dan tuan itu tidak ada hubungan apa-apa jadi untuk apa tuan menemui anda?" Ucap Joe, Intan menghela nafasnya.
"Joe saya dan Andra itu sudah membuat komitmen, saya sudah meminta Andra berjanji untuk menunggu saya disini. Dan Andra menepatinya dia masih ada disini setelah saya kembali." Ucap Intan.
"Nona maaf anda hanya meminta tuan muda untuk menunggu anda, tapi anda tidak meminta tuan muda untuk menikahi anda setelah anda kembali. Jadi saya minta nona jangan mengganggu tuan muda lagi, karena tuan muda tidak pernah menganggap nona menjadi wanita yang spesial untuk nya." Ucap Joe, Intan menatap tidak percaya dengan perkataan Joe.
"Joe." Panggil Intan.
"Saya memberikan waktu lima menit lagi untuk nona, jika ada yang ingin nona tanyakan maka silahkan nona tanyakan kepada saya." Ucap Joe.
Dengan ragu-ragu Intan mencoba untuk menguatkan hatinya, Intan menunduk dalam lalu menatap Joe yang duduk di hadapan nya.
"Apakah Andra sudah menemukan wanita yang tepat?" Tanya Intan.
"Sudah." Jawab Joe simple.
"Apakah wanita itu berhasil membuat Deandra menikahi nya?" Tanya Intan.
"Ya, mereka sudah menikah sekarang." Ucap Joe, Intan merasa hatinya tertusuk itu terasa begitu menyakitkan.
"Maaf nona waktu anda sudah habis, kalau begitu saya permisi." Ucap Joe, lelaki itu bangun dari duduknya dan berjalan pergi. Intan menatap kepergian Joe air matanya menetes di pipi mulus Intan.
...
"Mau apa kamu kesini?" Tanya Anes, saat melihat Dean yang duduk di samping nya.
"Apakah saya harus pergi?" Tanya Aleta.
"Tidak perlu, saya kesini hanya ingin mengajak Anes pulang lebih awal." Ucap Deandra.
"Kenapa?" Tanya Anes.
"Saya mau mengajak kamu liburan." Ucap Dean santai.
"Ha?!" Sahut Anes menganga.
"Mingkem cantik, gak usah kaya gitu sayang." Ucap Aleta menutup mulut anes.
"Tu_tunggu kenapa kamu ngajak liburan tiba-tiba?" Tanya Anes.
"Ini tidak tiba-tiba, saya sudah merencanakan nya sejak tiga hari yang lalu." Ucap Dean.
"Tapi kamu gak bilang ke aku kemarin." Ucap Anes.
__ADS_1
"Saya lupa." Ucap Deandra.
"Bisa-bisanya lupa soal liburan." Ceplos Aleta.
"Jadi bagaimana kamu mau pergi dengan suami kamu ini atau tidak?" Ucap Dean, Aleta mencubit pinggang Anes.
"Ashh." Desis Anes, Deandra mengernyit heran melihat Anes.
"Kamu kenapa nyubit aku Aleta." Sengit Anes.
"Pergi kok Anes akan pergi bersama anda tuan muda Gavriel." Ucap Aleta.
"Ta." Panggil Anes.
"Pergi kan nes, gak apa-apa pergi saja lagian kan ada aku dan Axel di kantor." Ucap Aleta.
"Ini apa-apaan si." Kesal Anes, Aleta bangun dari duduknya dan langsung merapikan barang-barang milik Anes.
"Ini tas kamu, ini ponsel kamu maka pergilah sekarang." Ucap Aleta.
"Kamu ngusir aku." Kesal Anes.
"Gak ngusir nes, aku hanya sedang mencoba untuk menjadi saudara yang baik dan peka terhadap kamu." Ucap Aleta, Anes menatap curiga jangan-jangan Aleta masih menyimpan dendam karena dulu Anes yang membuat Aleta dan Azka dinikahkan dengan cepat.
Akhirnya Anes pun mau pergi dengan Deandra, Dean menggenggam tangan Anes hal yang sangat tidak biasa dilakukan oleh Deandra.
Pada saat itu Dean, Anes, dan Intan berpapasan saat itu Dean berjalan sambil membenarkan letak rambut Anes.
Sementara Anes berjalan seperti biasa menatap lurus kedepan, setelah membenarkan letak rambut Anes Deandra membukakan pintu mobil untuk Anes.
Intan sampai membalikkan tubuhnya melihat Anes yang berjalan dengan suaminya, saat itu lagi-lagi Intan tidak melihat jelas wajah Deandra.
"Makasih." Ucap Anes, kepada Deandra.
"Sama-sama." Ucap Dean, ia memegang kepala Anes saat istrinya itu akan masuk ke dalam mobil.
Intan terlihat benar-benar memperhatikan Anes dan Deandra, sampai pada akhirnya mobil Dean melaju dan hilang dari pandangan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊