
Di sebuah sekolah elite terlihat siswa siswi yang berlari keluar dari kelas dengan memegang beberapa lembar kertas, terlihat Alexa dan Vani juga yang berlari di antara murid-murid yang terlihat.
"Yeaaay, akhirnya kita lulus dan akhirnya kita bisa mengejar apapun yang kita mau setelah ini." Ucap Vani.
"Haha, congratulation Vania gak bosan ya kita dari bocaj bareng-bareng terus." Ucap Alexa, Vani menatap Alexa dan memegang tangan Alexa.
"Banyak hal yang kita lewatin bareng-bareng kan xa, aku harap sekarang dan nanti kita masih bisa bareng-bareng." Ucap Vani, Alexa tersenyum tipis dan mengangguk menanggapi perkataan Vani.
"Tentu saja kita harus terus bersama-sama, kamu sudah seperti saudara untuk aku van, bahkan terkadang kamu seperti kakak untuk aku." Ucap Alexa, Vani menatapAlexa dengan berkaca-kaca.
"Kak Vani kak Alexa." Panggil Ara, di antara Alexa dan Vani hanya Ara yang belum lulus dari sekolah nya.
"Hai Ara." Sahut Alexa.
"Selamat ya akhirnya kalian menjadi siswi terbaik di tahun ini Ara senang mendengar nya, tapi Ara juga sedih karena mengetau kalau kita gak bisa sama-sama lagi." Ucap Ara.
"Utuukk-utuukk, Ara gak usah sedih kita masih bisa metime kok meskipun via online." Ucap Alexa.
"Sedih banget kehilangan 4 sosok kakak sekaligus." Ucap Ara saat melihat Ardan dan Alden menghampiri mereka.
"Gak boleh sedih dong Ara nanti cantik nya Ara hilang." Goda Ardan.
"Ck, gak mau cantik kalau begitu Ara cuma pengen kalian ada disini sama Ara." Ujar nya.
...
Waktu begitu cepat berlalu dan kini terlihat Alexa, Alden, Deandra dan Anes sudah terlihat rapi dan akan menghadiri acara kelulusan di sekolah kedua anaknya. Anes menatap takjub Alexa begitupun dengan Deandra ia benr-benar kagum dengan produk unggulan nya.
__ADS_1
"Ayok kita berangkat sekarang." Ucap Anes.
"Hmmm." Balas Alexa.
Dan sesampainya di sekolah mereka pun menjadi pusat perhatian karena Alexa berjalan dengan menggandeng tangan Alden, Ajeng menatap marah kepada Alexa yang berani menggandeng Alden secara trang-trangan.
"Hai Aneska." Panggil Nana.
"Hai na." Balas Anes.
"Waaah, benar aku tidak menyangka jika kecerdasan kamu dan Deandra ternyata menurun kepada si kembar." Ucap Nana.
"Ck, mereka berdua anakku tentu saja menurun kepada mereka memang nya mau menurun kepada siapa lagi?" Ucap Anes tertawa kecil.
"Dean kali ini gue bener-bener bangga karena pilihan lo menikahi Anes itu gak salah, dan ya semuanya terbukti dengan anak lo yang menjadi kebanggaan di sekolah nya." Ucap Jordan.
"Ini fiks sih menurun dari Anes, sementara Deandra masih memiliki sedikit kebodohan karena rela menunggu seseorang yang tidak pasti." Cibir Jordan, Ike dan Nana tertawa mendengar kekonyolan para suaminya.
Para dewan guru pun mengumumkan siswa berprestasi dan yang menjadi juara umum di sekolah itu, tentu saja siapa lagi jika bukan Alexa dan Alden.
"Baik mari kita sebutkan saja siapa yang menjadi king and queen sekolah kita pada tahun ini." Ujar nya membuat beberapa siswa dan siswi merasa tegang.
"Alden Livano Gavriel dan Alexa Liona Gavriel." Ucap Guru tersebut, membuat seluruh siswa siswi beserta wali nya terkejut.
"A-apa? Alexa Liona Gavriel dan Alden Livano Gavriel? Itu Artinya Alexa dan Alden bersaudara." Ucap Amel, ia merasa tak percaya apalagi saat Alexa dan Alden berjalan ke atas panggung.
Alexa dan Alden memberikan sedikit ungkapan apa yang mereka rasakan, tak hanya itu kedua anak Dean dan Anes juga meminta maaf kepada teman-teman nya karena sudah menyembunyikan kenyataan jika ternyata keduanya adik dan kakak.
__ADS_1
"Terima kasih untuk seluruh teacher yang sudah membantu dan membimbing Alexa selama menuntut imu disini, Alexa dan Alden tidak bisa banyak berbicara tapi satu hal yang ingin Alexa katakan kepada teman-teman. Alexa dan Alden meminta maaf karena membuat kalian salah paham dengan kedekatan kami, maaf karena mungkin kalian merasa di bohongi tapi aku dan Alden tidak ada niatan untuk membohongi siapapun." Ucap Alexa.
"Ini bukan kesalahan Alexa tapi ini memang keinginan saya karena saya ingin fokus dalam belajar, dan maaf jika kami menyinggung perasaan kalian semua." Ucap Alden membuat beberapa siswi semakin terkagum-kagum kepadanya.
"Kalau tahu mereka adik kakak ngapain capek-capek jahatin si Alexa." Gumam Amel.
Setelah acara selesai si kembar pun menghampiri kedua orang tuanya untuk berfoto sebagai kenang-kenangan, setelah berfoto Alexa menatap Vani yag berjalan mendekati Alexa dengan orang tuanya.
"Vani." Lirih Alexa, keduanya berpelukan.
"Selamat ntuk kalian berdua, dan xa makasih sudah mau menjadi sahabat terbaik untuk aku. Aku harap ini bukan pertemuan terakhir untuk kita, aku harap kita akan bertemu lagi di lain waktu." Ucap Vani, Alexa menganggukternyata sedekat apapun keduanya tetap saja tidak akan memiliki cita-cita yang sama.
"Emmmh, aku harap kita akan bertemu lagi di waktu yang tepat." Ucap Alexa, Vani tersenum begitupun dengan para orang tua yang melihat keduanya.
.
.
.
.
.
.
TAMAT!!!
__ADS_1