Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 41


__ADS_3

Sesampainya di perusahaan Deandra langsung berjalan menuju ruang kerjanya Dean duduk dan menyandarkan tubuhnya di sofa, lelaki itu mendongakkan kepalanya dan memejamkan matanya.


(Dean come on masa Lo cinta di sama dia gak itu gak mungkin de, jangan aneh-aneh de kamu sudah berjanji untuk tidak jatuh cinta kepada Anes. Tapi apa aku bisa ya tega sama Anes, sementara akhir-akhir ini aku malah gak bisa liat dia kenapa-kenapa.) Batin nya.


Saat Deandra sedang berkecamuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba saja Jordan masuk dan duduk di samping Deandra, Jordan melihat Deandra yang sedang memejamkan matanya ia tahu jika sahabatnya itu sedang memikirkan sesuatu.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Jordan.


"Jo aku nggak mungkin jatuh cinta kepada Anes kan Jo." Ucap Deandra, lelaki itu memiringkan tubuhnya dan menatap Jordan.


"Kata siapa enggak mungkin itu semua bisa saja terjadi de, apalagi Anes cantik, baik, smart wanita karir pula sat hal lagi Anes bukan dari keluarga biasa saja. Aku juga kalau dikasih wanita seperti Anes mau de." Ucap Jordan, Deandra langsung mendelik tajam kepada Jordan.


"Apa kamu bilang?" Tanya Dean.


"Anes cantik, baik, dan aku mau kalau mami jodohkan aku dengan wanita seperti Anes." Ucap Jordan, Deandra melempar bantal sofa kepada wajah Jordan.


"Pergi kamu dari sini." Sengit Deandra.


"CK, cemburu kan kamu. Mangkanya gak usah gensi de sama istri sendiri saja gede gengsi." Ucap Jordan, Deandra mengusap wajah nya dengan kasar.


Sementara itu di perusahaan lain Anes sedang duduk di kursi kebesaran nya, Aleta berjalan masuk kedalam ruang kerja Anes.


"Nes." Panggil Aleta.


"Iya ada apa ta?" Tanya Anes.


"Itu klien kita yang di pulau B minta bertemu, dan dia ingin membicarakan perhiasan yang dia pesan sama kamu." Ucap Aleta, Anes menatap Aleta.


"Terus gimana kita harus pergi kesana gitu?" Tanya Anes.


"Ya iya nes, kamu gak apa-apa kan kalau kita pergi kesana." Ucap Aleta, Anes menggaruk kening nya.


"Ya gak apa-apa si, memang kapan pergi nya?" Tanya Anes.


"Sore." Jawab Aleta, Anes terbelalak yang benar saja sore kenapa mendadak seperti ini.


"Kenapa dadakan si ta kamu kan tau dari dulu sampai sekarang aku gak bisa ngerjain sesuatu yang mendadak, minimal aku ada persiapan selama tiga hari." Ucap Anes.


"Maaf nes dia juga bilangnya baru semalam, dan dia kekeh banget pengen kita pergi ke sana." Ucap Aleta, Anes mengusap wajah hal itu membuat Aleta tidak enak kepada Anes.


Bukannya Anes tidak mau pergi tapi dia memikirkan Kenzie, apalagi beberapa hari ini Liza sedang tidak ada di rumah. Bagaimana? Apakah Anes bisa tega meninggalkan bocah laki-laki itu di rumah sendiri dan hanya bersama dengan para pelayan.

__ADS_1


"Kamu kenapa si nes kok malah ngelamun kaya gitu." Ucap Aleta.


"Aku bingung ta masalahnya di rumah itu ada Kenzie, dan kamu tahu kan Liza nggak ada di rumah dan aku nggak tahu wanita itu pergi ke mana. Kalau aku pergi terus gimana sama Kenzie." Ucap Anes, Aleta terdiam benar juga apa yang dikatakan oleh Anes.


"Ada suster kan nes, kalau enggak gini deh kamu titip Kenzie ke rumah mami. Aku yakin mami pasti senang menjaga Kenzie." Ucap Aleta


"Enggak semudah itu Aleta, Kenzie itu keponakan kesayangan nya Deandra. Dan mana mungkin Dean mau menitipkan Kenzie ke aunty Mae, di titip ke mommy saja belum tentu ngijinin." Ucap Anes, benar juga Deandra tipikal orang yang tidak mau merepotkan orang lain.


"Gini deh kamu temuin Deandra dulu nes kamu ijin dulu sama dia, dan alangkah lebih baiknya kamu datang ke kantor Dean." Ucap Aleta, Anes tercengang yakali dia harus datang ke kantor Dean.


"Ta plis ini baru pertama kali aku masuk kerja dan kamu ngajak aku pergi." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil dan menangkup wajah cantik Anes.


"Ini usaha kita kan dari dulu, dari sebelum menikah aku gak mau mengambil keputusan sendiri." Ucap Aleta, Anes mengangguk baiklah ia akan berbicara dengan Deandra.


"Oke, kalau begitu aku pergi ke kantor Deandra dulu." Ucap Anes, ia mengambil tas dan ponsel nya lalu berjalan keluar dari ruang kerja nya.


"Siang nona." Sapa para karyawan yang berpapasan dengan Anes.


"Siang." Jawab Anes.


Anes langsung berjalan dan masuk kedalam mobilnya, Anes melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tunggu kenapa Anes harus ijin kepada Dean, sementara mereka sudah membuat kesepakatan.


Anes sudah sampai di depan gedung perusahaan yang menjulang tinggi, ia berjalan dan memasuki perusahaan.


"Permisi mbak tuan Dean nya ada?" Ucap Anes.


"Tuan ada di ruangan nya nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya.


"Apakah saya bisa bertemu dengan tuan Dean." Ucap Anes.


"Maaf apakah nona sudah membuat janji sebelumnya?" Tanya resepsionis itu.


"Belum tapi ada hal penting yang harus saya bicarakan." Ucap Anes.


"Maaf nona anda harus membuat janji terlebih dahulu." Ucap resepsionis itu, membuat Anes pusing tujuh keliling.


"Begini bisa kamu hubungi sekretaris tuan Dean, dan katakan saya Aneska ingin bertemu dengan tuan Dean." Ujar nya, resepsionis itu tertegun saat mendengar nama Anes.


Seperti tidak asing lagi di telinga nya, tunggu bukankah aneskah itu istri dari bos nya Deandra. Wanita itu menatap Anes dari atas sampai bawah, semua yang menempel di tubuh Anes itu pakaian bermerek dan berharga fantastis.


"Nona maaf apakah nona Anes istri dari tuan muda?" Tanya nya, Anes tersenyum tipis dan mengangguk.

__ADS_1


"Hmmm, iya." Jawab Anes, wanita itu langsung menelpon sekretaris Deandra dan mempersilahkan Anes untuk masuk setelah mendapatkan ijin.


"Nona langsung saja ruang kerja tuan muda ada di lantai xx." Ujar nya.


"Baik terimakasih." Ucap Anes, wanita itu mengangguk dan menatap kepergian Anes.


Ia benar-benar tidak percaya jika Deandra yang terkenal dingin, datar dan galak bisa mendapatkan istri yang cantik, dan good attitude seperti Anes.


"Kamu kenapa?" Tanya rekan kerja nya.


"Kamu lihat wanita itu." Ujar nya.


"Iya kenapa dia?" Tanya nya lagi.


"Dia istri tuan muda." Ucap resepsionis itu, membuat rekan kerja nya terbelalak.


"Yang benar kamu." Ucap nya.


"Benar hei, dan kamu tahu bayangan kita tentang istri tuan muda itu salah. Kita mengira istri tuan muda akan sombong tapi ternyata dia sangat baik." Ucap resepsionis.


"Salah mungkin kamu." Ucap rekan kerja nya.


"Salah apanya si, orang dia mengangguk dan tersenyum manis saat aku bertanya apakah di istri tuan muda." Ucap resepsionis itu.


"Kok bisa si tuam muda dapet istri yang seperti itu, aku kira istrinya akan memiliki sikap sama seperti dia." Ujar nya, mereka tertawa ternyata diam-diam tuan muda mereka sangat mengejutkan.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2