Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 124


__ADS_3

Hari ini Anes terlihat murung karena sikap Deandra pagi tadi yang menjauhkan tubuh nya dari Anes, Anes berpikir mungkin Dean sudah merasa bosan kepadanya.


"Aku mau ke kantor sebentar nanti mama akan kesini untuk menemani kamu." Ucap Deandra, Anes tidak menjawab nya ia hanya melamun saja dengan pikirannya sendiri.


"Nes." Panggil Deandra, lelaki itu berjalan mendekati Anes dan memegang tangan Anes.


"Eh iya kenapa?" Tanya Anes, Deandra mengernyit heran melihat sikap Anes.


"Kamu gak apa-apa." Ucap Dean.


"Gak aku baik-baik saja tadi kamu ngomong apa?" Tanya Anes lagi.


"Aku harus ke kantor karena ada meeting hari ini, nanti mama akan kesini untuk menemani kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Dean.


"Hmmm tidak apa-apa." Jawab Anes, Deandra mengangguk dan tersenyum manis.


"Kalau begitu aku pergi dulu kamu pulang siang saja setelah aku kembali." Ucap Deandra.


"Tidak apa-apa aku bisa pulang bersama mama." Balas Anes, Dean terdiam lalu mengangguk tidak lupa Dean memgecup kening Anes dengan lembut.


Setelah kepergian Deandra Anes turun dari tempat tidur dan merapikan barang-barang nya, tak lama kemudian mama masuk bersama dengan Ike.


"Nona." Pekik Ike, wanita itu memegang tangan Anes.


"Eh, kamu ngagetin saya saja." Ucap Anes.


"Nona gak apa-apa kan nona baik-baik saja kan?" Tanya Ike.


"Iya Ike saya tidak apa-apa dan saya baik-baik saja." Ucap Anes.


"Aduh Ike khawatir dengan keadaan nona tapi syukurlah kalau nona baik-baik saja." Ucap Ike.


"Bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya mama.


"Sudah jauh lebih baik ma." Balas Anes.


"Dean meminta mama untuk kesini menemani kamu, karena ia ada meeting hari ini." Ucap mama, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Iya Dean juga sudah mengatakan itu kepada Anes." Ucap Anes.


"Nona duduk saja biar Ike yang merapikan semuanya." Ucap Ike.


"Enggak apa-apa ke saya bisa sendiri." Ucap Anes.


"Sudah biar Ike saja yang merapikan nya." Ucap mama, alhasil Anes hanya bisa mengangguk saja.


Setelah selesai merapikan semuanya Anes, mama dan Ike memutuskan untuk melihat keadaan Nana.


"Jordan." Panggil Anes.


"Nes kamu kesini?" Tanya Jordan, wanita itu di dorong di kursi roda oleh mama.


"Bagaimana keadaan Nana apakah sudah sadar?" Tanya Anes.


"Belum nes keadaan nya masih sama seperti kemarin." Ucap Jordan.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam diluar?" Tanya mama.


"Ada perawat yang sedang membersihkan tubuh Nana Tante, jadi saya memutuskan untuk menunggunya di luar." Ucap Jordan, Anes dan mama mengangguk.


"Kasian Nana ya nyonya." Ucap Ike.


"Iya ke, tapi kamu tidak perlu khawatir karena Dean pasti akan melakukan yang terbaik untuk Nana." Ucap mama, Ike mengangguk dan menatap Nana melalui kaca.


"Kamu bagaimana sudah lebih baik?" Tanya Jordan kepada Anes.


"Ya aku sudah jauh lebih baik dan sudah di perbolehkan untuk pulang juga." Ucap Anes, Jordan mengangguk senang.


Saat perawat keluar Anes berniat untuk masuk kedalam kamar rawat Nana, dan mama mengijinkan nya.


"Na kamu masih betah untuk tidur apa kamu tidak ingin pulang bersama saya." Ucap Anes, wanita itu menggenggam tangan Nana.


Mama memperhatikan Anes yang menggenggam tangan Nana dengan tulus, mama tahu mungkin saat ini menantunya itu sedang merasa bersalah.


"Jika saya tahu kamu akan tidur selama ini saya tidak akan mau kamu melindungi saya na, kamu tahu kejadian itu membekas di hati saya." Ucap Anes, wanita itu menunduk dalam.


"Jika dulu saya yang selalu melindungi keluarga dan saudara saya, tapi kini saya merasa tidak berguna karena mengorbankan kamu untuk melindungi diri saya." Ucap Anes, mama menitihkan air matanya mendengar perkataan Anes.


"Bangun ya na saya mohon, dan jika kamu tidak mau bangun maka saya tidak akan mau menerima kamu sebagai asisten pribadi saya lagi. Saya juga tidak akan membiarkan twins untuk mengenal kamu." Ancam Anes, Jordan yang mendengar itu hanya bisa diam ia berharap Nana sadar.


"Saya kasih kamu waktu sampai malam dan jika saya mendapat kabar dari Jordan jika kamu masih belum sadarkan diri, saya tidak akan pernah memaafkan kamu dan diri saya na." Ucap Anes, setelah mengatakan itu Anes berniat untuk pergi namun terdengar seseorang memanggil nya dengan lirih.


"Nona." Suara yang terdengar lemas di telinga Anes.


"No_na." Panggil nya lagi secara terbata-bata.


"Tu_tuan jor_dan." Ucap Nana, Anes menatap Nana dengan tersenyum manis.


"Kamu bangun sebelum saya pergi." Ucap Anes, Nana menatap Anes yang duduk di kursi roda.


"Apakah nona baik-baik saja?" Tanya Nana.


"Saya baik-baik saja." Jawab Anes, Nana mengangguk dan tersenyum manis.


Saat Nana sudah di periksa oleh dokter dan keadaan Nana yang semakin membaik, Anes dan mama memutuskan untuk pulang. Ike juga merasa senang karena akhirnya Nana sudah sadar.


"Nes kamu langsung istirahat ya, mama juga mau pulang kasihan Kenzie dia pasti mencari mama." Ucap mama saat sudah sampai di kediaman Anes.


"Iya ma, mama hati-hati dijalan ya." Ucap Anes.


"Iya sayang, Ike jaga nona dengan baik ya." Ucap mama.


"Baik nyonya serahkan semuanya kepada Ike." Ucap Ike, mama tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Yasudah mama pamit sayang." Ucap mama, tak lupa juga mama mengecup kening Anes dengan lembut.


"Nona Ike antar ke kamar ya." Ucap Ike.


"Tidak perlu ke saya bisa sendiri." Balas Anes.


"Nona." Pekik suster.

__ADS_1


"Hai sus." Ucap Anes.


"Nona apa kabar nona baik-baik saja kan." Ucap suster.


"Saya baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir." Ucap Anes.


"Syukurlah kalau nona baik-baik saja kita semua khawatir kepada nona dan baby twins." Ucap suster.


"Mbak sekarang bukan cuma Deandra junior mbak, semoga aja ada Aneska junior juga." Ucap Ike.


"Iya bener ke nona kan hamil kembar." Ucap suster.


"Perempuan atau laki-laki itu yang penting sehat kan ke." Ucap Anes.


"Tentu saja nona, twins dari bayi saya sudah kuat gimana nanti saat sudah besar." Ucap Ike.


"Kamu tahu tuan muda." Ucap Anes.


"Tu_tuan muda Deandra?" Tanya Ike.


"Hmmm." Balas Anes.


"Ya tahu dong nona Ike kan kerja sama tuan sudah cukup lama, sejak Ike baru lulus sekolah." Ujar nya.


"Nah seperti itulah twins nanti." Ucap Anes.


"Jangan sampai, jangan sampai twins seperti tuan muda." Pekik Ike dan suster.


"Kenapa?" Tanya Anes mengernyit heran.


"Aduh nona lebih baik twins seperti nona saja jangan seperti tuan muda ya, kalau seperti tuan muda ah sudahlah." Ucap Ike, Anes yang paham pun tertawa kecil.


"CK, yasudah kalau begitu saya permisi ke kamar dulu ya." Ucap anes.


"Iya nona hati-hati nona." Ucap Ike, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2