
Satu Minggu berlalu hari ini terlihat Jordan, Yuna dan mami Jordan yang duduk di dalam sebuah ruangan. Mami menatap Jordan yang memasang wajah datar nya, wanita tua yang masih terlihat cantik itu menghela nafas nya.
"Jordan apa benar yang dikatakan oleh Yuna jika kamu menyukai seorang wanita?" Tanya mami, Yuna menatap Jordan dengan kesal wanita itu berharap jika mami Jordan akan memarahi putranya.
"Ya aku memang sudah menyukai dia jauh sebelum mami mengenalkan Yuna kepadaku." Ucap Jordan, mami menghela nafasnya dan menatap putranya.
"Sayang hey jika kamu sudah menyukainya kenapa kamu tidak mengenakkan dia kepada mami?" Ucap mami, membuat Yuna tertegun apa maksudnya.
"Mi aku selalu mengatakan jika aku butuh waktu untuk mengenalkan nya, dia tidak seperti wanita pada umumnya yang akan langsung setuju untuk menikah denganku karena aku anak mami." Ucap Jordan, mami menatap serius Jordan.
"Benarkah jadi siapa wanita itu?" Tanya nya lagi.
"Dia hanya seorang asisten pribadi tante pekerjaan hanya seperti seorang bodyguard." Ucap Yuna, mami menatap Yuna dan Jordan secara bergantian.
"Benar itu?" Tanya mami memastikan.
"Ya dia memang bukan berasal dari keluarga kaya, dia menjadi asisten pribadi Aneska istri dari Deandra. Tapi mami pasti paham maksud aku, dia seperti Anes yang dulu menolak Deandra meski Anes tahu Dean kaya dia terus menolaknya. Sampai pada akhirnya Deandra meyakinkan Anes jika Dean adalah lelaki yang tulus untuk Anes, itu juga yang sedang aku lakukan sekarang mi aku sedang berusaha meyakinkan Nana jika aku benar-benar tulus kepadanya." Ucap Jordan, melihat ketulusan Jordan membuat mami tersentuh.
"Baik mami kasih kamu waktu untuk meyakinkan siapa tadi namanya Nana benar, jika dia bisa menerima kamu dan menyayangi kamu maka mami akan merestui kalian. Tapi jika kamu tidak bisa meyakinkan Nana maka kamu harus menikahi Yuna." Ucap mami, Yuna terbelalak apa-apaan ini kenapa dia malah seperti pengganti untuk Jordan.
"Tante apa-apaan ini kenapa tante lebih mengutamakan Nana daripada aku?" Tanya Yuna.
"Yuna dalam hal ini hanya kamu yang menginginkan Jordan, tapi Jordan terlihat tidak menginginkan kamu." Ucap mami Jordan.
"Gak bisa gitu dong tan aku menyukai Jordan dengan tulus, tapi kenapa kalian malah mempermainkan aku." Ucap Yuna.
"Yuna maafkan tante untuk hal ini, tante tahu kamu pasti marah dan kecewa tapi percayalah tante menyayangi kamu nak." Ucap mami Jordan, Yuna mengerucutkan bibirnya menatap Jordan yang tersenyum tipis.
...
Keesokan harinya Deandra tidak pergi ke kantor ia memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dengan Anes, dan sepasang suami istri itu sedang duduk di ruang televisi di lantai dua.
Sementara Ike dan suster seperti biasa kedua wanita itu sedang duduk di meja dapur dan Nana entahlah dimana wanita itu berada, sepertinya Nana sedang berada di rumah belakang.
Saat Ike dan suster sedang berbincang tiba-tiba saja ada pelayan lain yang mengatakan ada mobil asing yang masuk ke pekarangan rumah, dengan cepat Ike dan suster berlari ke pintu utama.
"Itu siapa ke jika dilihat dari mobilnya itu bukan mobil milik nyonya dan tuan besar." Ucap suster.
__ADS_1
"Gak tau mbak tapi kayaknya dari keluarga kaya juga." Ucap Ike.
"Si Ike memang ada tamu tuan muda yang gak kaya." Ucap suster.
"Ya gak ada si mbak semuanya di atas rata-rata." Balas Ike.
"Maksud saya tumben sekali tamu tuan muda datang ke rumah, bukankah tuan muda tidak suka jika rumah nya di datangi orang asing." Ucap suster, Ike hanya bisa mengangguk karena dua orang yang mereka bicarakan sudah berdiri di hadapannya.
"Selamat siang." Ucap mami Jordan.
"Selamat siang nyonya ada yang bisa saya bantu." Balas Ike ramah dan sopan, mami Jordan tersenyum melihat Ike ia mengira Ike lah wanita yang disukai oleh putranya.
"Saya mau bertemu dengan Deandra apakah bisa?" Tanya nya, Ike dan suster saling menatap.
"Maaf sebelumnya nyonya ini siapa ya soalnya setahu saya tuan muda tidak pernah menerima tamu di rumah." Ucap Ike, mami Jordan tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Perkenalkan saya mami nya Jordan sahabat Dean." Ucap nya, Ike dan suster pun ber ohh ria.
"Oh seperti itu silahkan masuk nyonya maaf jika saya banyak bertanya." Ucap Ike.
"Tidak apa-apa saya mengerti." Ucap mami Jordan, Ike mangajak mami Jordan ke ruang tamu.
"Mi apakah wanita itu yang dimaksud oleh Jordan?" Tanya papi Jordan, saat Ike dan suster pergi dari hadapan mereka.
"Tidak tahu Pi masalah nya ada dua wanita cantik, kita lihat saja nanti karena kata Jordan yang namanya Nana itu sangat dekat dengan istri Deandra." Ucap mami Jordan, papi pun mengangguk dan menunggu Ike yang sedang memanggil Dean dan Anes.
"Permisi tuan nona." Ucap Ike, kini wanita itu sudah berdiri di hadapannya Anes dan Deandra.
"Hmmm, ada apa Ike?" Ucap Deandra.
"Anu tuan di bawah ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan." Ucap Ike, Dean dan Anes saling menatap satu sama lain.
"Kenapa ada tamu kerumah bukankah kita selalu menemui tamu diluar rumah." Ucap Anes.
"Siapa yang bertamu ke rumah?" Tanya Deandra.
"Anu tuan mereka bilang mami dan papi nya tuan Jordan." Ucap Ike, Anes dan Dean saling memandang lagi. Namu ide cemerlang muncul di benak Anes.
__ADS_1
"Apakah mereka ingin menanyakan soal Nana." Ucap Anes.
"Tidak tahu Jordan juga tidak mengatakan apapun." Ucap Dean.
"Lalu kenapa mami dan papi nya kesini?" Tanya Anes.
"Sepertinya kalau bertemu di rumah memang untuk membahas Jordan dan Nana, ke kamu bilang Nana UN berpenampilan rapi saya akan ganti pakaian dulu." Ucap Deandra, Anes tersenyum suaminya tampan nya itu selalu saja paham apa yang Anes pikirkan.
"Nona apakah ini acara lamaran?" Tanya Ike, Anes mencubit hidung Ike dengan gemas.
"Hush belum ini baru menuju lamaran sepertinya, sudah kamu temui Nana oke." Ucap Anes, Ike tertawa dan mengangguk.
"Sayang apakah aku harus ikut menemui mereka?" Tanya Anes.
"Tentu saja kamu juga belum mengenal mereka kan." Ucap Deandra, lelaki itu mengusap kepala Anes dengan lembut.
"Emmhh baiklah." Balas Anes, Dean tersenyum manis kepada istrinya.
Anes memoles wajah nya dengan sedikit make-up, hal itu membuat Dean semakin jatuh cinta kepada Anes karena wanita nya itu selalu tampil cantik dan se*si.
"Sudah?" Tanya Deandra.
"Sudah." Balas Anes, Dean merangkul pinggang ramping Anes dan keduanya berjalan untuk menemui orang tua Jordan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊