Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 183


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu akhirnya kini hari yang di tunggu-tunggu oleh Ike dan Joe pun tiba, dimana hari ini akan menjadi hari bersejarah untuk kedua sejoli itu.


Joe duduk di ruangan besar dan megah berhadapan dengan pak penghulu dan wali dari Ike, Deandra duduk dibelakang Joe bersama dengan Jordan yang juga duduk disana.


"Apakah sudah siap tuan?" Tanya pak penghulu.


"Siap pak." Jawab Joe.


"Baik tuan Joe Wijaya saya nikahkan kamu dengan Ike Nabilla binti tuan X dengan maskawin (skip) dibayar tunai." Ucap wali Ike.


"Saya terima nikahnya Ike Nabilla binti X dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Balas Joe hanya dengan satu tarikan nafas dan suara yang lantang, para saksi pun mengatakan sah dengan semangat.


"Bagaimana sah?" Tanya pak penghulu.


"Sah." Jawab mereka semua, sementara itu di sebuah kamar mewah yang sudah di hiasi untuk malam pengantin Ike dan Joe seorang wanita menunduk dalam dengan air mata yang menetes di wajah nya.


"Ike are you ok?" Tanya Anes, Ike mendongak menatap Anes.


"Nona hiks...." Lirih nya, Anes merentangkan kedua tangannya dan memeluk Ike.


"Semua akan baik-baik saja percaya sama saya." Ucap Anes, Ike mengangguk dalam pelukan Anes.


"Ayok kita harus menemui Joe disana." Ucap Anes, Ike mengangguk ia merasa tidak aman saat ini.


Anes dan Nana menuntun Ike di samping kiri dan kanan nya, sementara suster berjalan di belakang Ike.


Nyonya Gavriel tersenyum saat melihat Anes yang membantu Ike untuk duduk di samping Joe, Ike pun mencium punggung tangan Joe sementara Joe tanpa di suruh lelaki itu mengecup kening Ike sampai membuat bibir Ike komat-kamit.


Setelah menandatangani dokumen pernikahan Ike berjalan memeluk nyonya Gavriel yang sudah seperti ibunya sendiri, Ike menangis haru karena nyonya Gavriel begitu baik kepadanya.


"Nyonya maafkan Ike jika selama ini Ike selalu membuat nyonya kesal, maaf karena Ike belum menjadi pelayan yang baik untuk nyonya dan nona." Lirih nya.


"Ike kamu sudah menjadi yang terbaik untuk kami, kamu bahkan sudah menemani Anes dengan sangat baik sampai sekarang Anes memiliki anak." Ucap nyonya Gavriel, Ike menatap wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.


"Ike janji nyonya meskipun Ike sudah menikah Ike akan selalu ada untuk nona Anes." Ujar nya, nyonya Gavriel mengangguk dan tersenyum manis kepada Ike.


"Kemari." Ucap Anes merentangkan kedua tangannya saat Ike menatap nya.


'Nona hiks... Nona tahu ini terlalu cepat untuk Ike, Ike ingin menemani nona membesar baby twins." Lirih nya.


"Hey Ike kamu kenapa hmmm, meskipun sudah menikah rumahku akan selalu terbuka untuk kamu. Datanglah kerumah jika kamu merasa bosan dan kesepian." Ucap Anes, Ike mengangguk dan menatap Anes.


"Terimakasih karena nona selalu baik kepada Ike." Ujar nya.


"Hmmm, dan terimakasih kamu selalu membantu saya." Ucap Anes, setelah itu semua Ike dan Joe duduk di kursi pelaminan Anes dan yang lain menatap tersenyum manis kepada Ike.


"Bagaimana dengan Intan?" Ceplos Jordan tiba-tiba.


"Kenapa dengan Intan?" Tanya Anes.


"Tidak apa-apa." Ucap Deandra, dengan menatap tajam Jordan.

__ADS_1


"Sayang ada apa dengan Intan?" Ucap Anes.


"Tidak ada apa-apa honey sebaiknya kita istirahat sebentar dan kembali lagi nanti." Ucap Deandra.


"Tapi." Lirih Anes.


"Twins ada di kamar pasti ingin di temani kamu." Ucap Deandra, ya bayinya itu memang ada di kamar dengan suster-suster nya.


Tanpa menolak Anes pun mengangguk dan pergi ke kamar nya, ia juga merasa sedikit ngantuk dan ingin tidur sejenak begitupun dengan Nana dan Jordan.


...


Malam hari Anes dan Deandra kembali ke acara pesta pernikahan Ike dan Joe, begitupun dengan Nana, Jordan dan juga suster yang kembali karena akan mengucapkan selamat kepada Ike.


Saat sampai di tempat itu Anes melihat ruangan yang penuh dengan para tamu dan keluarga dari Joe, tak lupa juga keluarga Anes yang di undang ke pesta itu.


"Apa ini Aneska anak-anak kamu masih bayi tapi kau bahkan dua kali mengadakan pesta pernikahan, ini seperti kamu sedang melepaskan anak gadismu." Ucap Aiden kakak kandung Anes.


"CK, kau itu ada-ada saja." Ucap Anes, Cya berlari menghampiri Anes.


"Kak ayok kita berikan ucapan selamat untuk mereka." Ucap Cya.


"Ah iya ayok." Ucap Anes, sementara itu para keluarga Anes menunggu di meja lain karena mereka sudah mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu.


"Mbak Ike." Panggil Cya memeluk Ike yang sejak tadi memasang wajah datar nya.


"Hmmm nona." Balas Ike.


"Nona bisakah saya pergi ke kamar sekarang ini sangat melelahkan." Lirih nya membuat Anes dan yang lain tersenyum.


"Tidak bisa ke ini belum apa-apa ada lagi yang paling melelahkan." Ucap Nana, Ike mengernyit heran menatap Nana.


"Apa?" Tanya nya.


"Saat di kamar nanti aku yakin itu pasti lebih melelahkan daripada ini." Goda Nana, perkataan Nana membuat Anes refleks menutup telinga Cya.


"CK, Jo apakah istrimu sekarang sudah menjadi pemain yang handal." Goda Joe.


"Kamu tidak tahu saja jika wanita polos ini sudah berubah menjadi pro player." Cibir Jordan, Anes hanya bisa tertawa kecil begitupun dengan suster.


"Apa kalian g*la disini ada anak kecil, berhenti membicarakan sesuatu yang belum sampai di pikiran nya." Ucap Deandra menatap Cya.


"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Cya.


"Tidak ada Cya." Balas Deandra.


"Nona Ike ingin tidur." Lirih nya.


"Ike saya bahkan belum mengucapkan selamat kepada kamu, ini belum apa-apa masih banyak tamu yang berdatangan." Ucap Anes.


"Nona Ike tidak mengundang siapapun semua ini tamu tuan Joe." Lirihnya, Anes tersenyum dan mendekati Ike lalu memeluknya.

__ADS_1


"Ike dulu kamu menjadi pendukung saya untuk memiliki Aneska dan Deandra junior, maka sekarang saya yang akan mendukung kamu untuk segera melahirkan Joe junior yang lucu-lucu." Ucap Anes, Ike menelan saliva nya ini bercanda kan.


Ike melepaskan pelukan Anes dan menatap nya nanar, kenapa semuanya harus seperti ini rasanya Ike ingin sekali tenggelam dari sini.


"Ke selamat ya di tunggu keponakan yang lucu-lucu nya." Ucap suster.


"Aaaa Cya juga Cya ingin anak yang lucu." Ucap Cya antusias.


"Anak apaan sekolah saja kamu belum selesai." Ucap Deandra.


"Ya emang kenapa si kak?" Tanya nya.


"Gak ada anak-anak kamu sekolah dulu, kaya yang iya saja ingin punya anak pacar saja tidak punya." Cibir Deandra, yang membuat Cya langsung mengerucutkan bibirnya.


"Nanti Cya punya pacar tunggu saja." Dengus nya.


"Kapan?" Tanya Dean.


"Ya nanti kalau ingin, sekarang belum mau punya pacar." Jawab nya santai, Dean hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar perkataan Cya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Joe Wijaya



Ike Nabilla



Gedung pernikahan



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2