Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 81


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Anes berniat untuk pergi menemui klien nya bersama dengan Aleta, namun saat Anes keluar dari ruang kerja nya tiba-tiba saja ada Deandra yang berdiri di depan pintu ruang kerja Anes.


Hal itu membuat Anes cukup terkejut karena kedatangan suaminya yang tiba-tiba, Deandra menatap Anes yang terlihat bingung dengan tersenyum.


"Kenapa ngeliatin aku seperti itu?" Tanya Dean, lelaki itu mencolek hidung mancung Anes.


"Kamu kok ada disini?" Tanya nya.


"Memang kenapa kalau aku disini? Gak boleh aku datang kesini untuk melihat istri aku." Ucap Deandra, Anes tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak seperti itu, tentu saja kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau." Ucap Anes, Dean tersenyum dan mengecup kening Anes.


Hal itu membuat Anes terkejut dan langsung menatap sekeliling, ia takut ada karyawan yang melihat nya.


Bersyukur tidak ada siapapun disana dan hanya ada Anes juga Deandra, Anes menatap Dean dengan lembut.


"Aku akan pergi untuk menemui klien hari ini." Ujar Anes.


"Benarkah, tapi aku sudah meminta ijin kepada Aleta agar memperbolehkan aku pergi bersama kamu." Ucap Deandra.


"Benarkah?" Tanya Anes.


"Hmmm, Aleta bahkan sudah pergi untuk menemui klien kamu." Jawab Dean, Anes menatap Deandra.


"Aleta sudah pergi? Kapan, dengan siapa dia pergi." Ucap Anes.


"Dia pergi bersama dengan Axel tadi aku bertemu dengan mereka di bawah." Ucap Dean, Anes pun hanya bisa mengangguk saja. Bisa-bisanya Aleta pergi tanpa memberi tahu Anes terlebih dahulu.


"Yasudah kalau seperti itu." Ucap Anes, wanita itu berniat untuk kembali ke ruang kerja nya lagi.


"Kamu mau kemana?" Tanya Dean.


"Balik kedalam lah." Jawab Anes.


"Kamu ikut sama aku sekarang." Ucap Deandra.


"Kemana?" Tanya Anes.


"Sudah ikut saja ayok." Ucap Deandra, lelaki itu masuk kedalam ruang kerja Anes untuk mengambil tas dan ponsel istrinya.


"Ayok." Ucap Dean, ia merangkul pundak Anes.


"Tunggu-tunggu Nana mana?" Ujar wanita cantik itu.


"Aku sudah meminta Nana untuk menunggu di luar." Ucap Deandra, Anes kembali diam ia pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


Dean dan Anes pun berjalan menuju lobby, setelah sampai di lobby seorang bocah kecil memanggil Anes.


"Tante." Panggil Kenzie, dari kejauhan Anes melihat Kenzie yang berlari ke arah Anes.

__ADS_1


Saat Kenzie berlari suster dan Nana merasa takut jika Kenzie terjatuh, bisa di potong bonus mereka oleh Deandra.


"Tuan muda hati-hati jatuh." Pekik suster.


"Hei." Sahut Anes, wanita itu berjongkok dan menerima Kenzie yang masuk kedalam pelukannya.


"Aduh-aduh kenapa ini ganteng nya tante lari-lari hmmm, nanti kalau Ken terjatuh bagaimana." Ucap Anes, wanita itu mengusap wajah Kenzie dan mengecup kening nya.


"Tapi kan Ken gak jatuh Tante." Ujarnya.


"Iya Ken kan pintar jadi tidak terjatuh." Ucap Anes, Kenzie melingkarkan tangannya di leher Anes.


Anes menggendong tubuh mungil Kenzie dan berdiri dari posisi jongkok nya, ia menatap Deandra yang sedang tersenyum manis menatap nya.


"Kenapa kamu mengajak Ken?" Tanya Anes.


"Ken ingin pergi jalan-jalan bersama kamu, karena akhir-akhir ini kamu selalu sibuk jadi aku mengajak Kenzie kesini." Ucap Dean, Anes tersenyum dan menatap Kenzie.


"Ken ingin jalan-jalan bersama Tante?" Tanya Anes.


"Iya boleh kan Tante?" Tanya Kenzie.


"Boleh dong apa si yang tidak boleh untuk kesayangan nya Tante " Ucap Anes, Anes tersenyum dan mendekatkan hidungnya dengan hidung Kenzie.


"Asik, Ken jalan-jalan bersama Tante." Ujar nya.


"Memangnya ken mau jalan-jalan kemana?" Tanya Anes lagi.


"Wah main bola dan layangan, oke ayok kita pergi sekarang." Ucap Anes lagi, dari kejauhan terlihat Intan yang sedang memperhatikan Anes dan Deandra.


Seorang karyawan berjalan mendekati Intan ia menepuk bahu Intan, hingga membuat wanita itu menoleh dan tersenyum.


"Kamu kenapa tan?" Tanya nya.


"Tidak apa-apa, aku suka saja melihat nona dan suaminya mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia." Ucap Intan.


"Iya kamu benar, nona Anes memang menyukai anak kecil. Dan lihat tuan muda memiliki keponakan yang masih kecil, nona pasti sangat bahagia." Ucap karyawan Axel.


"Benar, selain itu juga tuan muda pasti bahagia memiliki istri seperti nona Anes." Ucap Intan, karyawan itu mengangguk.


"Ayok Tante." Ucap Kenzie.


"Baiklah ayok kita pergi sekarang ya." Ucap Anes, Dean tersenyum manis melihat Anes yang menyayangi Kenzie.


"Lihat itu kepada keponakan tuan muda saja nona begitu baik dan lembut, bagaimana jika dia sudah memiliki anak. Sudah pasti akan membuat anak nya bangga dan bahagia." Ucap karyawan A.


"Benar, jadi tidak sabar untuk melihat Deandra junior lahir." Ucap karyawan B.


"Membayangkan nya saja sudah membuat aku g*la." Ucap karyawan A, merekapun tertawa kecil melihat kebersamaan Anes, Deandra dan Kenzie.

__ADS_1


"Ken om yang gendong ya boy, kasihan Tante nya." Ucap Dean.


"Iya om." Balas Kenzie, bocah kecil itu merentangkan kedua tangannya kepada Deandra.


Dean mengambil alih tubuh Kenzie lalu menggendong nya, dan satu tangan Deandra ia gunakan untuk merangkul pinggang ramping Anes.


Merekapun berjalan keluar dari gedung perusahaan, Dean membukakan pintu mobil untuk Anes dan Kenzie. Kali ini Dean mendudukkan Kenzie di pangkuan Anes, sementara itu suster berada di mobil yang di kemudikan oleh Nana.


Setelah masuk kedalam mobil Dean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dalam perjalanan Kenzie terus saja berceloteh dan hal itu membuat Anes juga Deandra tertawa kecil.


"Kenzie seneng gak sih jalan-jalan bersama tante." Ucap Anes.


"Seneng dong tante, selama ini kan Ken selalu jalan-jalan bersama dengan Oma dan om saja. Tapi sekarang Ken jalan-jalan bersama Tante dan om, seperti jalan-jalan bersama mami dan papi." Celoteh nya, Anes langsung diam dan menatap Deandra yang memasang wajah datar nya.


"Hmmm, anggap saja Tante dan om mami papi nya Kenzie." Ucap Anes, Kenzie tersenyum manis dan menangkup wajah cantik Anes.


"Kenzie sayang Tante, Kenzie juga sayang om. Sejak Ken kecil om selalu ada untuk Ken." Ujar nya.


"CK, memangnya sekarang Kenzie sudah besar." Goda Anes, mencolek hidung mancung Kenzie. Deandra tersenyum manis mendengar perkataan Anes.


"Sudah dong, dulu Ken sekecil ini sekarang segini." Ujar nya, mencotohkan ukuran tubuh nya.


"Tapi bagi Tante Ken masih kecil." Ucap Anes menggoda Kenzie.


"Tante aku sudah besar sudah bisa jalan juga." Ucap nya, Anes tertawa kecil.


"Kalau sudah besar kok duduk nya di pangkuan Tante." Ucap Anes, Dean hanya melirik dan tersenyum saja.


"Memang kalau sudah besar tidak boleh duduk di pangkuan Tante?" Tanya Kenzie, Anes tertawa renyah mendengar perkataan polos Kenzie.


"Gak boleh dong nanti Tante nya keberatan kalau Ken duduk di pangkuan Tante " Ucap Anes, Ken tersenyum dan memeluk Anes.


"Yasudah kalau begitu Ken masih kecil saja, agar bisa duduk di pangkuan Tante." Ujar nya, Anes mengangguk dan tersenyum manis. Wanita itu membalas pelukan Kenzie dan mengusap kepala Kenzie dengan lembut.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2