
Satu bulan berlalu hari ini Anes dan Deandra akan pergi ke acara perusahaan Axel, tidak hanya Anes ada Joe, Jordan dan Nana juga yang akan ikut kesana
Karena Nana adalah asisten pribadi Anes, jadi mau tak mau Nana harus pergi kemanapun Anes pergi meskipun ia dan Anes beda mobil.
"Kamu sudah selesai sayang?" Tanya Deandra.
"Sudah." Jawab Anes, Dean meraih pinggang ramping Anes dan mengajak nya keluar.
Dean dan Anes berjalan menuju pintu utama, disana sudah ada Nana, Ike dan suster. Anes tersenyum melihat Nana yang biasanya tomboi kini terlihat sedikit feminim.
"Ike kamu jaga rumah dan Kenzie baik-baik, kamu tidur di rumah ini saja tidak usah kembali ke rumah samping." Ucap Deandra.
"Baik tuan." Ucap Ike.
"Sus, Ike saya pergi dulu ya." Ucap Anes, Ike dan suster mengangguk.
"Ike sus saya juga pergi dulu ya." Ucap Nana.
"Iya semangat Nana mengawal nona muda nya." Ucap Ike, Nana tersenyum manis kepada Ike.
Anes dan Dean masuk kedalam mobil, Dean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang begitupun dengan Nana yang mengekor di belakang Deandra.
"Joe dan Jordan datang juga kan?" Tanya Anes.
"Iya sayang mereka datang juga kok." Jawab Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis.
Di tempat lain Joe dan Jordan terlihat mengemudikan mobilnya masing-masing, lelaki itu memiliki rencana untuk membuat Deandra cemburu.
Rasanya masih mimpi melihat Dean yang sangat mencintai Anes, Jordan tersenyum kecil mengingat Dean yang selalu mengancam jika Jordan mendekati Anes.
Sesampainya disebuah gedung acara tersebut Anes dan Dean turun dari mobil, Deandra memegang tangan Anes dan menggandeng nya.
Semua tamu menatap Anes dan Deandra yang masuk kedalam gedung, Axel dan Aleta juga yang lainnya tersenyum manis kepada Anes dan Deandra.
"Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga." Ucap Aleta.
"Cieee nungguin aku." Kekeh Anes, Aleta tertawa kecil kepada Anes.
Acara hari ini adalah untuk merayakan kesuksesan Axel yang berhasil membuat perusahaan lebih maju, Anes menghampiri Axel dan memeluk saudaranya itu.
"Selamat ya akhirnya ada penerus uncle Jul juga." Ucap Anes.
"Harus nya aku yang berterima kasih, karena kamu mau membantu aku dan Aleta untuk mengurus perusahaan." Ucap Axel.
"Bukan masalah yang besar." Ucap Anes.
"Oiya nes hari ini juga kita akan memilih siapa model yang akan menjadi perwakilan ke luar negeri, kalau dua tahun yang lalu kan Intan." Ucap Aleta, Anes tersenyum manis kepada Aleta.
"Aku percaya keputusan kamu dan Axel ta, jadi lakukan saja apa yang menurut kamu baik." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan tersenyum manis.
Anes mengajak Deandra untuk duduk begitupun dengan Nana, wanita yang semula duduk pisah meja dengan Anes itu kini duduk bergabung dengan Anes.
Karena Anes yang meminta Nana untuk duduk disampingnya, Anes tidak mau membedakan antara Nana dan dirinya.
"Dean sorry kita telat." Ucap Joe dan Jordan.
"Iya gak apa-apa." Ucap Deandra.
"Anes cantik amat si nes." Ucap Jordan, namun mulutnya tiba-tiba bungkam saat melihat intan yang duduk di samping Anes.
__ADS_1
"Sttt." Panggil Jordan kepada Deandra, lelaki itu tidak sadar jika Dean sedang menatap nya dengan tajam.
"Dean." Panggil Jordan pelan.
"Ada, masih berani memanggil nama saya setelah memuji istri saya." Ucap Deandra, Jordan tertawa kecil.
"Maaf-maaf, itu siapa cantik amat." Ucap Jordan.
"Itu Nana asisten pribadi nona Anes." Bukan Deandra yang menjawab, melainkan Joe.
"Kamu tahu dia?" Tanya Jordan.
"Tentu saja tahu, saya yang membawa dia kerumah Deandra." Ucap Joe.
"Ada cewek cantik kenapa kalian diam-diam bae si, kenalin apa." Ucap Jordan, Deandra menendang kaki Jordan.
"Bisa jaga image dikit gak si, bener-bener gak bisa banget kamu liat wanita cantik." Ucap Deandra.
"Bisa-bisanya minta kenalan setelah memuji nona Anes di hadapan Nana." Ucap Joe.
"Ya mana saya tahu kalau ada wanita cantik di samping Anes." Ucap Jordan.
"Mangkanya punya mata tuh dipakai, jangan cuma di pakai untuk menggoda istri orang." Ucap Deandra, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Deandra.
"Nana saya mau ke toilet sebentar, sayang aku ke toilet sebentar." Ucap Anes.
"Mau aku antar?" Tanya Deandra.
"Tidak perlu aku bisa sendiri." Ucap Anes.
"Nona biar saya yang mengantar nona." Ucap Nana.
"Tidak apa-apa nona, mari." Ucap Nana, Anes pun mengangguk dan tersenyum manis kepada Nana.
Saat Anes pergi ke toilet Intan datang dan berjalan memasuki gedung, beberapa tamu berbisik riuh dengan kedatangan Intan.
Dean dan kedua sahabatnya menoleh melihat siapa yang datang, lelaki itu memasang wajah tanpa ekspresi sementara Intan tersenyum sopan kepada Deandra.
"Tuan muda." Sapa Intan, Dean hanya mengangguk saja.
"Saya tidak menyangka jika kamu ada disini juga." Ucap Joe, Intan tersenyum kepada Joe.
"Kamu lupa jika saya salah satu model di perusahaan milik tuan Axel." Ucap Intan, Joe dan Jordan mengangguk.
Anes sudah kembali dari toilet diikuti oleh Nana, Intan menatap Anes yang mulai mendekati Deandra.
"Nona." Sapa Intan.
"Kamu sudah datang." Ucap Anes.
"Baru saja tiba." Jawab nya, Anes mengangguk dan tersenyum tipis.
"Kalau begitu kamu temui Aleta dan Axel dulu, sepertinya mereka sudah menunggu kamu." Ucap Anes.
"Nona tidak ikut kesana?" Tanya Intan.
"Saya akan menyusul, kamu duluan saja." Balas Anes, Intan mengangguk setelah kepergian Intan Anes memanggil beberapa pelayan untuk mengambil makanan dan minuman untuk mengisi meja yang di tempati oleh suami dan sahabatnya.
"Aku kesana sebentar." Ucap Anes, Deandra mengangguk saat Anes pergi ada beberapa pembisnis yang menghampiri Deandra.
__ADS_1
Dean terlihat risih karena ia tahu orang-orang yang mengajak nya berbicara adalah para penjilat, Dean malas dengan orang-orang seperti itu.
Dean menatap Anes yang sedang tersenyum di ujung sana, mungkin Anes dan yang lain sedang mempertimbangkan siapa yang akan menjadi penerus Intan.
"Tuan muda bagaimana kabar anda?" Tanya nya.
"Kabar saya baik." Jawab Dean.
"Lalu bagaimana pernikahan anda apa baik-baik saja." Ujar nya, Dean mengernyit menatap laki-laki paruh baya itu.
"Apa maksud anda?" Tanya Deandra.
"Maksud saya apakah anda mampu bertahan dengan nona Anes, karena selama ini yang kami tahu nona Anes wanita yang datar, dingin dan berwibawa." Ucap nya.
"Kau tidak lihat jika kami baik-baik saja, jaga setiap perkataan yang keluar dari mulutmu apalagi tentang istriku. Atau akan ku robek mulutmu." Tegas Deandra, lelaki paruh baya itu terlihat sedikit ketakutan.
"Ba_baik maafkan saya tuan." Ujar nya, Joe meminta orang itu untuk pergi dari hadapan Deandra.
Karena Joe tidak ingin ada keributan di acara perusahaan Axel, sebisa mungkin ia menjauhkan Dean dari orang-orang yang bisa memancing emosi nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Deandra
Aneska
Nana
Intan
Joe
Jordan
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊