
Satu bulan berlalu hari ini tumben sekali Joe tidak datang ke kantor, Jordan masuk kedalam ruang kerja Deandra lelaki itu duduk di sofa dan menatap Dean.
"Apakah Joe tidak datang ke kantor hari ini?" Tanya Jordan.
"Tidak ia hanya mengatakan ada urusan penting hari ini." Balas Dean.
"Tumben sekali apakah dia sedang pergi berkencan?" Tanya Jordan, Dean menatap Jordan dengan memicingkan matanya.
"Kenapa kau sangat ingin tahu sekali kemana Joe pergi kemana hmmm." Ucap Deandra, Jordan menatap Dean dan tertawa kecil.
"Dengar jika Joe menikah tahun ini maka aku yang akan menanggung semua biaya pesta pernikahan nya." Ucap Jordan, membuat Deandra tercengang karena saat Jordan menikah saja lelaki itu memalak Deandra.
"Kau tidak bercanda Jo?" Tanya Dean.
"Apa aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?" Ucap Jordan.
"Tidak tapi kenapa saat kau menikah malah meminta saya yang membayar setengah dari acara pernikahan kamu?" Ucap Dean, Jordan tertawa kecil dan menunjuk Dean dengan gaya cool nya.
"Itu karena kau bos ku." Ucap Jordan, Dean menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Jordan.
"Apa sekarang kau sudah menjadi bos nya Joe?" Ucap Deandra, Jordan menggelengkan kepalanya dan tertawa.
"Tidak anggap saja ini penghargaan karena dia bisa menemukan pasangan yang bisa menikah dengan nya." Ucap Jordan, oke baiklah jika begini Dean akan memberitahu Joe agar cepat menikah sebelum Jordan berubah pikiran. Jahat memang tapi tidak masalah ini akan menyenangkan untuk Deandra.
"Akan saya pegang kata-katamu." Ucap Dean, Jordan mengangguk namun tiba-tiba menatap Dean lagi.
"Dean." Panggil Jordan.
"Hmmm." Sahut Deandra.
"Apakah Joe bertemu dengan Intan?" Tanya Jordan, Deandra mengernyit mendengar perkataan Jordan.
"Sepertinya tidak bukankah dia sudah mengatakan akan memegang teguh prinsip nya." Ucap Deandra.
"Tapi bisa jadi kan karena tidak dekat dengan wanita lain dia menikahi Intan." Ucap Jordan.
"Tidak masalah bagiku malah bagus." Ucap Deandra, Jordan menatap heran Deandra.
"Kau aneh." Ujar nya, Dean mengernyit menatap Jordan.
"Apanya yang aneh?" Tanya Deandra.
__ADS_1
"Tidak sudahlah aku akan kembali ke ruang kerjaku." Ucap Jordan, Deandra mengangguk mengiyakan.
...
Di tempat lain terlihat Ike yang sedang membuat makanan untuk makan siang Anes, Cya datang ke dapur dan duduk di meja dapur.
"Mbak Ike." Panggil Cya.
"Ada apa nona." Sahut Ike.
"Mbak itu cantik apa mbak belum kepikiran untuk menikah, kak Nana saja sudah menikah mbak kapan?" Tanya Cya, Nana yang saat itu sedang berkunjung ke rumah Anes pun ikut duduk di dapur dengan menggendong baby Alexa.
"Apa yang dikatakan oleh Cya itu ada benarnya ke, kamu cantik toh kuliah kamu juga sudah selesai kan." Ucap Nana.
"Aku belum kepikiran sampai situ na." Ucap Ike.
"Bohong sekali semalam kau mengatakan ingin seperti Nana dan nona." Cibir suster.
"Apakah kak Joe masih kurang tampan untuk menjadi suami mbak Ike?" Ucap Cya, Anes yang ikut menimbrung tertawa kecil.
"Joe tampan loh ke gagah lagi." Ucap Anes.
"Benar ke siapa tahu sekali tembak langsung lima kan." Goda suster.
"Mbak dikira anak ayam apa ya sekali tembak langsung lima." Ucap Ike.
"Ya gimana ya ke kamu sudah cocok soalnya." Ucap suster.
"Nona kalau Ike menikah nanti nona kesepian." Ujar nya.
"Enggak ah kan ada Cya dan suster." Ucap Anes, Ike mencebikan bibirnya membuat Nana tertawa.
"Nona Cya nanti tidak ada yang menemani mengobrol kalau malam." Ucap Ike.
"Ada dong kan nanti baby A sudah besar jadi Cya ada teman cerita." Ucap Cya, sudahlah mereka semua benar-benar menyebalkan.
"Nona makan dulu jangan banyak bicara." Ucap Ike, meletakkan makanan di depan Anes.
Tak lupa juga Ike mengambil alih tubuh mungil baby Alden yang ada di gendongan Anes.
"Belum lapar aku Ike." Ucap Anes.
__ADS_1
"Mau Ike suapin atau makan sendiri nona." Ucap Ike, Anes tertawa kecil dan menyantap makanan nya.
"Memang kenapa si ke kalau Joe dia kan juga sama kaya Dean dan Jordan." Ucap Anes, sambil mengunyah makanannya.
"Nona apakah anda tidak melihat wajah datar tuan Joe yang sangat mirip dengan kanebo kering." Ucap Ike, mengundang tawa Anes, Cya, Nana dan suster.
"Ike gak boleh gitu nanti kalau jodoh ketar-ketir dah." Ucap Nana.
"Yaampun maafkan Ike yang berdosa ini." Ujar nya.
Ike mengalihkan pandangannya ke Alexa yang sedang ia gendong, Nana dan Anes memperhatikan Ike.
"Lucu kan anak aku mangkanya nikah biar punya anak." Ceplos Anes.
"Nona tanpa nikah pun Ike sudah punya anak." Ujar nya.
"Hah?" Sahut semua orang.
"Nona kecil Alexa bukankah sudah seperti anak." Ucap Ike, tersenyum dan berpose layaknya menjadi seorang mommy.
"Gak ah gak nyata itu." Goda Anes.
"Nona memang paling beda." Ucap Ike, mereka kembali tertawa renyah.
Begitulah keseharian mereka karena Anes berada di rumah, pekerjaan Ike hanya menemani Anes dan membantu Anes menjaga anak-anak nya dan juga memenuhi kebutuhan Anes dan Cya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1