
Keesokan harinya Deandra meminta Joe untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan nya, hal itu membuat joe sedikit bingung. Tumben sekali Dean memintanya seperti itu.
"Tumben sekali kamu ingin menyelesaikan semuanya dalam waktu dekat." Ucap Joe.
"Biasanya juga saya seperti ini, kamu saja yang tidak memperhatikannya." Ucap Deandra, Joe mengernyit heran.
"CK, untuk apa saya memperhatikan kamu sudah ada Anes yang memperhatikan kamu." Ucap Joe, Dean tidak menjawab perkataan Joe.
Setelah selesai semuanya Deandra merapikan berkas-berkas yang berserakan di meja kerjanya, Joe membantu Deandra untuk merapikannya.
"Bagaimana dengan besok?" Tanya Deandra.
"Besok kamu ada pertemuan dengan tuan X di restoran B." Ucap Joe.
"Batalkan." Ucap Deandra, Joe tercengang mendengar perkataan bos sekaligus sahabatnya itu.
"Kamu tidak salah de, kenapa harus di batalkan?" Ucap Joe.
"Tidak, kalau aku bilang batalkan ya batalkan." Ucap Deandra, setelah mengatakan itu Dean pergi dari ruang kerjanya sementara Joe mematung menatap kepergian Dean.
"Itu orang kenapa sih kok aneh banget, tumben-tumbenan dia mau membatalkan pertemuan dengan kliennya." Gumam Joe, karena Dean sudah pergi Joe pun keluar dari ruang kerja Dean.
Dean melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak bisa seperti ini dan Dean memang harus pergi.
Dean menemui orang-orang kepercayaan nya, orang-orang berpakaian serba hitam itu menunduk hormat saat melihat tuan muda nya yang datang.
"Selamat datang tuan." Sapa nya sopan.
"Hmmm." Balas Dean.
"Apa ada yang anda butuhkan tuan?" Tanya salah satu dari orang itu.
"Ya antarkan saya ke pulau B." Ucap Dean, lelaki itu berjalan menaiki helikopter.
Dalam perjalanan menuju pulau B Dean termenung pikirannya berkecamuk, lelaki itu merasa tidak percaya jika ia rela meninggalkan pekerjaan nya hanya untuk menyusul Anes.
"Come on Dean yaampun kamu kenapa si, bisa-bisanya pergi tanpa memikirkan apapun lagi. Kenapa sekarang malah sibuk ingin menemui Anes" Gumam nya,
__ADS_1
Deandra teringat dengan perkataan Jordan yang mengatakan sejauh apapun Dean berlari, dan sekuat apapun Dean menolak jika Anes sudah menjadi penghuni dalam hatinya ia bisa apa.
Ternyata benar kini wanita yang dulu sangat dibencinya sudah berhasil memporak-porandakan hati dan perasaan Deandra, bahkan sepertinya Dean tidak bisa jika sehari saja tidak melihat ataupun berdebat dengan Anes.
Perdebatan dengan Anes sudah menjadi kegiatan pagi dan malam yang menyenangkan bagi Deandra, lihatlah lelaki itu sudah benar-benar dibuat g*la oleh wanita yang bernama Aneska Devira Quenby Abrisham.
Setibanya di pulau B Deandra langsung pergi menuju hotel yang sama yang ditempati oleh Anes dan Aleta, Dean langsung memesan kamar yang ternyata bersampingan dengan kamar yang di sewa oleh Anes.
"G*la ini benar-benar g*la, bisa-bisanya aku benar-benar menyusul Anes kesini. Jika Anes melihat apa yang akan dia pikirkan, dia pasti akan mengira jika aku sudah mencintai nya padahal tidak." Ucap Deandra, yang masih saja mencoba untuk menyangkal perasaan yang sudah tumbuh di hatinya.
Sementara itu Anes dan Aleta baru saja kembali ke hotel, setelah bertemu dengan klien Anes memutuskan untuk mandi dan beristirahat dulu di kamar hotel nya.
Dan ia akan pergi makan nanti setelah beristirahat, Anes tidak menyangka jika klien nya saat ini sedikit menyebalkan.
"G*la ya nes itu orang ribet banget." Ucap Aleta.
"Ya maklum lah ta mungkin dia ingin mendapatkan hasil yang memuaskan." Ucap Anes.
"Ya tapi enggak gitu juga lah, seakan-akan dia meragukan kalau kita bisa memberikan hasil yang dia inginkan." Ucap Aleta, kini kedua wanita itu berbaring di atas tempat tidur.
"Kamu kenapa sih kok akhir-akhir ini sering banget capek, terus kalau misalnya banyak pekerjaan gampang pusing kamu beneran hamil ya nes." Ucap Aleta, Anes mencomot bibir Aleta dan membuat Aleta memelototkan matanya.
"Ta bisa enggak jangan bahas soal kehamilan dulu, ya aku capek karena aku manusia Aleta Aku bukan robot please ya wajar kalau aku punya rasa capek dan pusing kamu gimana si." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"Hehe sorry, lagian ni ya Nes kamu dan Deandra belum ada kepikiran untuk punya anak gitu, tau kan nes anak itu bisa memperkuat Ikatan pernikahan. Dan aku lihat juga Deandra sangat menyukai anak kecil, buktinya kamu bilang Dean sangat menyayangi Kenzie kan." Ucap Aleta.
"Aleta bisa diam nggak? Daripada kamu nyuruh aku punya anak, lebih baik kamu dulu yang punya anak." Ucap Anes.
"Aku sudah sedang program kok nes." Ucap Aleta.
"Yasudah aku doakan semoga kecebong nya Azka segera menemukan pintu untuk masuk kedalam rahim kamu." Ucap Anes, Aleta tertawa dan mencubit hidung Anes.
"Kamu enggak program juga?" Tanya Aleta, Anes menoleh dan menggelengkan kepalanya.
(Program apaan ternak ayam? Gimana mau program adu kekuatan saja belum, dan bagaimana bisa adu kekuatan hanya untuk sekedar c*um*n saja belum pernah. Pernikahan aku dengan Deandra tidak baik-baik saja ta, banyak yang harus aku pertimbangkan untuk memiliki anak dari Dean. Yang pertama aku harus tahu dulu kenapa Liza membenci aku, padahal dari awal bertemu aku tidak pernah membuat masalah dengan dia. Kedua Deandra belum mencintai aku, jadi bagaimana mungkin aku memiliki anak dari laki-laki yang tidak mencintai aku.) Batin Anes, bukan tidak ingin Anes sangat ingin sekali memiliki anak.
Anes memejamkan matanya dan membuat air mata wanita itu menetes, Aleta menatap Anes yang meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Nes kamu kenapa, kamu nangis?" Tanya Aleta, Anes menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Enggak kok aku cuma pusing saja." Jawab nya, Aleta memegang tangan Anes.
"Maaf kalau aku selalu membahas anak, aku sangat ingin melihat Aneska kecil nes." Ucap Aleta, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Aleta.
"Aku juga, aku ingin melihat Aleta kecil." Ucap Anes, kini kedua wanita itu tertawa kecil dengan saling bertatapan.
Mereka tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sama, namun bagaimanapun sikap dan perilaku keduanya sedikit berbeda.
Anes yang lebih suka diam dan memendam semua permasalahan yang ia hadapi, sementara Aleta lebih baik berbicara untuk mendapatkan solusi.
"Aku mandi dulu ya." Ucap Anes bangun dari tiduran nya.
"Oke." Ucap Aleta, Anes berjalan menuju kamar mandi ia teringat saat dirinya selalu berebut kamar mandi dengan Deandra.
Anes tersenyum tipis ternyata meskipun keduanya belum saling mencintai, namun banyak momen-momen lucu di antara keduanya.
Anes dan Dean sama-sama orang yang tidak ingin mengalah, pertama Deandra selalu mendapatkan apapun yang ia mau dengan mudah sejak kecil. Karena statusnya sebagai anak tunggal, begitupun dengan Anes Dean tidak tahu jika Anes juga selalu mendapat apapun yang ia mau dengan mudah.
Dan karena itulah keduanya sama-sama tidak ingin mengalah, jika di rumah Anes yang selalu mengalah adalah kakak dan adik nya namun setelah menikah tidak ada satupun yang ingin mengalah kepada Anes mau itu Deandra ataupun Liza.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1