
Keesokan harinya Anes dan yang lain sudah berkumpul di ruang makan, ya Steven menginap di rumah Anes kemarin dan pagi ini mereka akan sarapan bersama.
"Ike Cya belum bangun?" Tanya Anes kepada Ike, membuat Nia menatap interaksi Anes dan Ike.
"Sepertinya sudah nona tadi Mbak Lia yang membangunkan nona Cya." Ucap Ike.
"Steve Nia saya akan memanggil dia dulu kalian boleh makan terlebih dahulu, atau mau menunggu Cya juga boleh." Ucap Anes, Steven dan Nia pun mengangguk mereka memutuskan untuk menunggu saja karena tidak enak jika makan lebih dulu.
"Cya." Panggil Anes, wanita hamil itu masuk kedalam kamar Cya dan tertawa kecil saat melihat Cya yang sudah memakai seragam sekolah namun kembali berbaring di tempat tidur nya.
"Aduh-aduh anak gadis nya kakak kok belum rapi si hmmm." Ucap Anes mengusap lembut wajah Cya.
"Lima menit lagi kak." Lirih nya.
"Kak Nia dan kak Steven sudah menunggu di meja makan, jangan membuat mereka menunggu oke." Ucap Anes, Cya pun membuka matanya dan menatap Anes.
Mata bulat Cya berkedip lucu membuat Anes tertawa dan mengingat kembali Kenzie, mereka benar-benar mirip hanya saja Cya adalah Kenzie dari versi wanita.
"Baiklah kalau begitu aku akan bersiap-siap." Ujar nya, Cya bangun dan berjalan menuju meja rias gadis remaja itu memoles wajah nya dengan make-up tipis.
"Kamu cantik dan menggemaskan." Ucap Anes, wanita itu membantu menyisir rambut Cya.
"Kakak juga cantik dan menggemaskan, baby twins sangat beruntung memiliki mommy dan Daddy yang begitu baik dan perhatian." Ucap Cya, Anes mengangguk setelah selesai Cya bangun dari duduknya dan Anes mengambil tas gadis remaja itu.
Cya merasa di perlakukan seperti anak Anes dengan perhatian dan kasih sayang yang tulus, keduanya berjalan menuruni anak tangga dan kini mereka sudah sampai di ruang makan.
"Selamat pagi." Sapa Cya.
"Pagi girls." Ucap Steven.
"Mau sarapan apa Cya?" Tanya Anes.
"Aku mau roti bakar selai kacang kak." Ucap Cya, Anes memanggil Ike untuk membuatkan roti bakar kesukaan Cya.
"Kamu gak kerja nes?" Tanya Nia membuat Cya menatap kakak iparnya.
"Aku kerja tapi untuk saat ini Dean meminta aku untuk tinggal saja di rumah." Jawab Anes.
"Hmmm, mungkin karena kamu akan melahirkan kali ya." Ucap Nia.
"Ya mungkin, tapi Dean memang se posesif itu." Ucap Anes.
"Tapi kamu gak kerepotan kan mengurus Cya, aku lihat untuk turun sarapan saja harus kamu yang menjemputnya ke kamar." Ucap Nia lagi, Cya hanya diam saja mendengar perkataan kakak iparnya.
"Enggak kok Cya anak yang baik dan lembut, biasanya dia selalu bangun lebih dulu dari kami mungkin karena semalam tidurnya terlalu larut membuat Cya kesiangan." Ucap Anes, benar Cya tidak salah pilih untuk menyayangi Anes wanita itu bijak dan sama sekali tidak menjatuhkan nya.
__ADS_1
"Jangan di biasakan begadang Cya kasihan Anes." Ucap Steven.
"Tidak masalah Steve kita memang sudah biasa seperti ini." Ucap Anes.
"Nona ini roti nya." Ucap Ike, Anes mengangguk dan memberikan nya kepada Cya.
"Ini makan yang banyak." Ucap Anes, Cya mengangguk patuh kepada Anes.
Sementara itu di kota lain terlihat Joe, Jordan dan Deandra yang sedang duduk di restoran hotel untuk sarapan.
"Kamu masih di ganggu oleh intan Joe?" Tanya Jordan.
"Hmmm, aku mulai jengah dengan sikap nya." Ucap Joe terlihat frustasi.
"Tapi kenapa kamu sangat tidak ingin bersamanya?" Goda Jordan.
"Hmmm, bukankah dia cantik dan model terkenal." Balas Deandra.
"Tidak bisakah kalian diam, aku tidak akan melanggar prinsip yang sudah aku buat." Ucap Joe.
"Kalau begitu kau harus segera menikah agar intan berhenti mengganggu kamu." Ucap Jordan, Joe menatap nyalang sahabatnya yang satu itu.
"Kau itu benar-benar membuatku kesal, jika kekasih saja tidak aku miliki lalu siapa yang harus aku nikahi?" Sengit Joe, tuhan bolehkah Joe membenturkan kepala Jordan? Sahabat nya yang satu ini benar-benar membuat Joe emosi.
"Bukankah wanita yang menyukai kamu banyak." Ucap Deandra, ia tahu banyak wanita yang mengincar tangan kanan nya itu.
"Kau itu terlalu banyak permintaan Joe, nikahi saja wanita yang menurutmu itu baik dan mengerti kamu." Ucap Jordan, Joe memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Baik jika itu yang harus aku lakukan, beri aku waktu untuk memikirkan semuanya." Ucap Joe, Jordan dan Deandra tercengang mendengar perkataan Joe.
"Jadi siapa yang akan kau nikahi?" Tanya Jordan.
"Bukankah katamu siapa saja yang membuat aku yakin dan yang mungkin mengerti kesibukanku." Ucap Joe, Deandra dan Jordan pun saling menatap satu sama lain.
"Kenapa prasaan saya jadi tidak enak." Gumam Dean.
"Si Joe mau nikahin anak orang kok aura nya malah horor ya." Balas Jordan, Joe menendang kaki Jordan.
"Apakah kalian benar-benar sahabatku? Sepertinya aku telah salah dalam memilih sahabat." Ucap Joe.
"Apakah ada yang ingin bersahabat dengan kamu selain kami?" Ucap Deandra, mengingat Joe yang dulu tak banyak bicara ya meskipun sama seperti Deandra.
"Berkacalah sebelum orang lain yang memberikan kaca untukmu." Ucap Joe, saat mereka sedang berdebat ponsel Dean berdering menandakan pesan masuk.
"Cya." Gumam nya, Dean pun membaca pesan dari adik sepupunya itu.
__ADS_1
****Pesan chat...*
Lucya***: Kak...
Deandra: Ada apa?
Lucya: Aku ingin bertanya kepada kakak.
Deandra: Katakan apa yang ingin kamu tanyakan Cya.
Lucya: Apakah selama aku tinggal bersama kakak dan kak Anes membuat kalian kerepotan? Apakah aku merepotkan kalian?
Deandra: Tentu saja tidak, kenapa kamu mengatakan hal itu?
Lucya: Kemarin kak Steve dan kak Nia datang lalu menginap, dan pagi tadi saat kami sarapan aku telat turun karena tidurku terlalu larut. Itu membuat kak Anes menjemput aku ke kamar, kak Nia mengatakan jika aku mungkin merepotkan kak Anes.
Deandra: Bukankah memang sudah menjadi kebiasaan Anes menjemput kamu ke kamar untuk sarapan? Lalu apa masalah nya dengan Nia?
Lucya: Aku tidak tahu, aku hanya takut jika selama ini aku menjadi beban untuk kakak dan kak Anes.
Deandra: Tidak, kau tidak merepotkan aku ataupun Anes. Kami senang karena kamu mau tinggal bersama dengan kami, jangan pikirkan itu lagi berbahagialah dengan kehidupan kamu yang sekarang.
Lucya: Terimakasih aku sayang kakak dan kak Anes.
Setelah itu Deandra tidak lagi membalas pesan Lucya, ia sudah selesai sarapan dan akan segera melakukan pertemuan dengan klien nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊