
Saat kembali ke kamar rawat Anes Dean melihat istrinya sedang duduk di sofa, sementara Anes wanita itu menatap Deandra dengan gembira.
"Kamu dapat semuanya?" Tanya Anes.
"Iya aku dapat semuanya." Jawab Deandra, lelaki itu meletakkan semua makanan dan minuman yang ia bawa di atas meja.
Dengan semangat Anes membuka semua bungkusan yang berada di atas meja, wanita yang semua duduk di sofa itu turun kebawah dan duduk di lantai.
"Kenapa duduk di lantai?" Tanya Deandra.
"Agar lebih mudah memakan nya." Jawab Anes.
"Naik ke atas." Ucap Deandra.
"Tidak mau." Balas Anes.
"Aneska naik ke atas sekarang atau tidak memakan semua ini." Ucap Deandra, dengan kesan Anes kembali duduk di sofa.
Dan dengan pengertian Dean menggeser meja agar lebih dekat dengan Anes, wanita itu tersenyum melihat kepekaan Deandra terhadap nya.
Anes mencicipi semua makanan dan Dean senang melihat istrinya makan dengan lahap, sampai akhirnya Anes menyodorkan manakan kepadanya.
"Apa?" Tanya Deandra.
"Aaaaa." Ucap Anes, ia ingin menyuapi suaminya.
"Tidak mau aku tidak biasa makan tengah malam." Ucap Deandra.
"Sedikit saja." Balas Anes.
"Tidak kamu makan saja sendiri." Ucap Deandra.
"Sayang lihatlah Daddy kamu tidak menyayangi kita, dia hanya ingin mommy yang gendut." Ucap Anes mengelus perutnya, Deandra menghela nafas nya menatap Anes.
"Huuhhh, yasudah iya aku makan." Ucap Deandra, Anes tersenyum senang dan menyuapi suaminya itu.
Cukup banyak makanan yang masuk ke perut Deandra hingga ia menyadari jika sejak tadi Anes hanya menyuapinya saja, Dean menegang tangan Anes hingga membuat wanita itu mengernyit.
"Ada apa?" Tanya Anes.
"Kok nanya, sejak tadi kamu hanya menyuapi aku saja tanpa kamu makan sendiri makanan yang kamu inginkan." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Dean.
"Lupa." Ujar nya, setelah itu Anes menyantap kembali makanan nya.
Dalam hatinya Deandra membatin jika terus seperti ini maka hilang sudah roti sobek yang ada di perutnya, bisa-bisa bukan hanya Anes yang hamil ia juga akan terlihat seperti orang hamil karena berperut buncit.
Setelah selesai makan Dean menatap Anes yang tidak ingin kembali ke tempat tidur nya, ia benar-benar bingung harus menghadapi Anes dengan cara apa lagi.
"Sudah selesai makan sekarang kamu harus istirahat." Ucap Deandra.
"Gak mau." Jawab Anes.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya lelaki itu.
"Kalau aku tidur disana kamu gak bisa peluk aku." Ucap Anes, Dean tertawa kecil dan mengusap kepala istrinya.
"Tidak apa-apa lagi pula ini masih di rumah sakit, tidur di peluk nya nanti saja saat sudah di rumah." Ucap Deandra, Anes mendengus kenapa suaminya tidak peka kalau Anes ingin tidur dalam pelukan Deandra.
"Kamu tidak ingin memeluk aku?" Tanya Anes.
"Ingin tapi tidak untuk sekarang kamu harus istirahat dulu kaki kamu saja masih sakit kan, kembali ke tempat tidur dan beristirahat." Ucap Deandra.
"Aku tidak mau." Kekeh Anes, dengan sabar yang luar biasa Deandra menggendong tubuh Anes dan membaringkan nya di atas tempat tidur.
"Tidur yang nyenyak anak manis." Ucap Deandra, ia mengecup kening Anes dengan lembut.
"Emmm." Balas Anes, wanita itu memejamkan matanya dan Deandra kembali ke sofa untuk tidur.
Sementara itu di ruangan yang lain terlihat Jordan yang masih setia menemani Nana, Jordan bahkan enggan untuk meninggalkan Nana.
Dalam hal ini Jordan membantah kedua orangtuanya yang meminta Jordan untuk pulang, ya semalam orang tua Jordan menghubungi lelaki itu dan mengajaknya untuk makan malam dengan keluarga si wanita yang akan di jodohkan dengan nya.
"Na bangun ya kamu harus sembuh, dan kamu harus tahu satu hal jika saya benar-benar tulus kepada kamu. Tidak peduli jika nanti orang tua saya akan menentang nya, saya akan tetap memperjuangkan kamu na." Ucap Jordan.
"Asal kamu tahu banyak wanita diluar sana yang mencoba untuk mendekati saya tapi saya menolak nya, dan saat kedua orang tua saya bersikeras untuk menjodohkan saya dengan wanita pilihan mereka saya juga menolak nya. Saya tidak peduli jika papi akan mengusir saya dari rumah, yang jelas saat ini saya tidak akan meninggalkan kamu sendirian disini." Tambah nya.
Jordan mengusap wajah Nana dengan lembut, bahkan Jordan selalu meminta perawat untuk membersihkan tubuh Nana.
Tangan Jordan pun tidak lepas dalam menggenggam erat tangan Nana, ia seperti tidak ingin ada yang mimsahkah dirinya dengan wanita yang saat ini sedang berbaring tak berdaya.
...
Dean yang merasa ada seseorang yang masuk kedalam kamar rawat istrinya pun terbangun dan mengerjapkan matanya, Dean juga ikut terkejut karena Anes yang ternyata tidur di samping nya pantas saja ia merasa sulit untuk bergerak.
"Selamat pagi tuan." Sapa perawat itu.
"Hmmm, pagi." Jawab Deandra, lelaki itu mencoba bangun tanpa mengganggu tidur istrinya.
"Saya mau memeriksa keadaan nona tuan." Ujar nya, Dean mengangguk dan mengangkat tubuh Anes kembali ke tempat tidur nya.
"Silahkan." Balas Deandra, Anes terbangun saat Dean merebahkan tubuhnya di tempat tidur.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Anes.
"Perawat akan memeriksa kamu." Ucap Deandra, Anes menatap perawat yang tersenyum manis.
"Selamat pagi nona apakah tidurnya nyenyak." Ucap perawat itu.
"Ya sangat nyenyak." Balas Anes, Deandra menatap Anes dengan intens.
"Semuanya sudah normal nona anda bisa pulang besok pagi." Ucap perawat itu.
"Ah iya makasih." Ucap Anes.
__ADS_1
"Sama-sama kalau begitu saya permisi dulu nona." Ucap perawat wanita itu.
Setelah kepergian perawat itu Dean mendekati Anes dan mencubit gemas hidung Anes, Anes memekik atas kelakuan suaminya.
"Aaaa sakit." Pekik Anes.
"Siapa yang menyuruh kamu tidur di sofa?" Tanya Deandra, untuk memarahi Anes ia sampai menahan rasa mual di pagi hari nya.
"Tidak ada tapi aku ingin." Ujar nya.
"Nakal kamu ya." Ucap Deandra.
"Aku sudah bilang kalau aku takut kamu ingin memeluk aku, bukankah aku sangat pengertian." Ucap Anes, Deandra memijat pelipisnya yang terasa pusing.
"Aneska kenapa kehamilan membuat kamu sedikit menyebalkan." Geram Deandra, Anes terdiam mendengar perkataan suaminya.
"Apa? Aku menyebalkan?" Tanya Anes.
"Ya kamu menyebalkan bagaimana jika saat tidur aku bergerak dan kamu terjatuh." Ucap Deandra.
"Tapi kenyataannya aku tidak jatuh." Ucap Anes.
"Tetap saja itu membahayakan anak kita." Ucap Deandra, Anes menatap laki-laki itu dengan datar.
"Maaf." Lirih Anes, Dean menghela nafasnya dan ia langsung berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
"Hueekkk-hueekk." Anes yang mendengar itu merasa tidak tega, ia menghampiri Deandra dan memijat pundak suaminya.
"Masih suka mual?" Tanya Anes.
"Hmmm." Balas Deandra, apalagi saat Anes di culik lelaki itu benar-benar ters*ksa.
"Haaah." Lenguh Deandra, ia menatap Anes dan mengec*p b*b*r Anes dengan lembut hal itu membuat Anes hanyut dalam prasaan.
Saat Anes mulai mengalungkan tangannya Dean menghentikan semua itu, ia takut lepas kendali dan malah melukai Anes dan anak-anaknya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊