
Tiga hari berlalu di sebuah rumah mewah terlihat Cya yang sedang menatap Elang dengan tatapan kesal nya, jangan tanya kenapa Cya menatap kesal suaminya.
Itu sudah dapat di pastikan jika Elang membuat Cya emosi di pagi hari, bagaimana tidak Emosi jika Cya yang baru saja bangun tidur di kejutkan dengan keadaan nya yang tanpa memakai sehelai benang pun.
"Kau penc*ri." Sengit Cya.
"Aku tidak mencuri." Ucap Elang.
"Kau menyebalkan." Grutu Cya.
"Aku tampan." Balas Elang dengan wajah mengejek nya.
"Ish, berhenti membalas perkataan ku." Kesal Cya, Elang tertawa kecil melihat istrinya yang merajuk.
"Kamu ini kenapa Lucya pagi-pagi seperti ini marah-marah hmmm, ohh aku tahu kau ingin melakukan nya dengan ku bukan kau merindukanku pasti." Ucap Elang membuat Cya memelototkan matanya.
"Yaampun bagaimana bisa aku menerima untuk menikahi lelaki aneh sepertimu." Ucap Cya menatap Elang dengan sinis, Elang tertawa kecil mendengar perkataan Cya.
"Tentu saja karena aku tampan dan kaya makanya kamu menerimaku." Ucap Elang.
"Terserah kau saja intinya kamu menyebalkan." Ucap Cya, Elang merubah posisi nya yang semula berbaring menjadi duduk.
"Berhenti mengatakan aku menyebalkan." Ucap Elang, menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya.
"Elang." Pekik Cya, saat Cya ingin merebut kembali selimut nya namun naas Elang terlalu cepat bergerak hingga Cya berada di bawah nya.
"Kau menginginkan nya." Ucap Elang, melihat Cya yang menutup mata.
"Tidak, aku hanya kesal kenapa kau melakukannya saat aku tertidur." Lirih Cya, melihat wajah Cya yang ketakutan Elang pun berniat untuk mengerjai Cya.
"Tapi meskipun tidur kamu sangat menikm*ti nya, kamu bahkan meminta aku untuk melanjutkan nya." Ucap Elang, membuat Cya refleks membuka matanya.
"Apa?" Ucap Cya.
"Hmmm, kau sangat menyukainya bukan." Ucap Elang, wajah Cya merona mendengar perkataan Elang.
"Ti-tidak." Ucap Cya.
"Jangan bohong Cya." Balas Elang.
"Aku tidak berbohong." Ucap Cya, Elang tersenyum smirk.
"Baiklah kalau begitu aku akan membuat kamu menyukainya." Ucap Elang, membuat jantung Cya berdebar seketika.
"Tidak El mami pasti sudah menunggu." Ucap Cya.
__ADS_1
"Tidak masalah, mami tahu jika kita sedang membuat cucu untuk nya." Ucap Elang, perkataan Elang benar-benar membuat nafas Cya seakan terhenti.
"El-hhh." Lenguh Cya, saat Elang mulai bermain di d*d* nya. Ahhhh, g*la El benar-benar tidak main-main dengan ucapan nya.
"Lanjutkan honey suaramu membuat ku bahagia." Ucap Elang, Cya menggigit bibir bawahnya.
Tok...tok... Suara ketukan pintu membuat Cya menoleh menatap nanar pintu yang berada disana.
"El Cya kalian sudah bangun?" Panggil mami Elang.
"Belum mi." Jawab Elang dari dalam kamar.
"Belum? Lalu siapa yang menjawab mami jika kalian belum bangun." Ucap mami.
"Yang jawab mulut El tapi El dan Cya belum bangun." Ujar nya ngaco, Cya menepuk keningnya sendiri.
"Oh tuhan El berhenti aku harus bangun.
"Aaaaah baiklah tapi Cya, Cya mami butuh bantuan Cya." Ucap mami.
"Iya mi Cya keluar bentaran ya mi." Ucap Cya.
"Mi Cya gak bisa pergi kemanapun mi, dan ya jangan ganggu kami yang sedang membuatkan cucu untuk mami." Ucap Elang, membuat Cya menggigit tangan Elang.
"Argh, sakit Cya." Ucap Elang.
"Oh, yasudah kalau begitu lanjutkan saja mami tidak akan ganggu kalian asal cucu untuk mami cepat launching." Ucap mami, Elang tersenyum penuh kemenangan sementara Cya hanya bisa mendengus saja.
...
Sementara itu di kediaman Anes terlihat Ike dan Nana yang juga sedang berkumpul disana, Nana menatap rumah Anes yang terlihat sepi.
"Gak ada Cya kaya sepi banget ini rumah." Ucap Nana.
"Ya gimana gak sepi tukang ribut nya sudah tobat semua." Ceplos Anes.
"Hah?" Sahut Ike dan Nana.
"Ya iya Cya yang suka debat sama Alexa sudah pergi bersama suaminya, sementara Alexa sendiri sekarang sudah tidak pernah bertengkar dengan Alden jadi siapa lagi yang mau bikin rame." Ucap Anes.
"Iya juga ya, tapi nes kenapa aku melihat hubungan Cya dan suaminya tidak seperti pasangan yang di jodohkan ya." Ucap Nana.
"Maksudnya gimana?" Tanya Ike.
"Ya kamu perhatikan saja Cya dan Anes itu beda maksud aku pernikahan Cya dan Anes beda, dulu Anes sama Dean balas-membalas perlakuan kaya sering debat. Tapi Cya malam pertama saja sudah di terkam sama Elang." Ucap Nana, membuat tawa Anes dan Ike pecah.
__ADS_1
"Na ya beda lah dulu Dean gengsi nya gede banget, sementara Elang tampang doang dingin hatinya uwwwww susah di ucapkan dengan kata-kata." Ucap Ike, Nana tertawa kecil mendengar perkataan Ike.
"Sikap elang itu ngeri-ngeri sedap, nyeremin tapi ngenakin juga." Ucap Nana, Anes semakin terbahak akibat ulah Nana dan Ike.
"Tapi bagus dong kaya gitu, itu artinya Cya dan Elang menerima pernikahan mereka dengan baik." Ucap Anes.
"Nah iya itu benar sekali." Ucap Ike.
"Iya kalau Anes kan dulu kaya ada aja drama yang di buat Dean, semoga Cya enggak deh ya syakit Shay kalau sampe Cya alamin apa yang Anes alamin dulu." Ucap Nana.
"Yaaaakk, benar-benar menyebalkan kenapa harus di ingetin lagi si na." Ucap Anes.
"Mengenang masa lalu nes." Ucap Nana, Ike tertawa sementara Anes mencebikan bibirnya membuat Ike semakin tertawa.
"Masa lalu itu di lupakan jangan di bahasa-bahasa." Ucap Anes.
"Eh tapi by the way gimana kabar nya intan ya? Apakah dia sudah tobat atau apakah dia sudah menikah?" Ucap Ike.
"Aku tidak tahu dan aku tidak peduli." Ucap Anes, Nana menatap Anes dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Kenapa tuh mata liatin kaya gitu mau aku congk*l" Ucap Anes.
"Engga elah galak banget." Ucap Nana.
"Haha, Anes sadar gak si dulu dia baik banget sama Intan." Ucap Ike.
"Saya sadar dan saya merasa bo*oh pada saat itu." Ucap Anes, Ike dan Nana tertawa terbahak-bahak.
"Yaampun bener deh nes geregetan banget dulu sama kamu, jangan sampe Alexa juga kaya kamu baik-baik menyebalkan." Ucap Nana, Anes tertawa ternyata kebaikan dan kekonyolan Alexa menurun dari dirinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊