
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Anes terbangun dari tidurnya, wanita itu menatap Deandra yang sedang terlelap dalam tidurnya.
Anes pun tersenyum melihat suaminya yang tertidur pulas, karena melihat Deandra yang masih tertidur nyenyak Anes memutus untuk bangun dan membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan diri Anes memutuskan untuk membantu Ike memasak, di dapur Anes melihat Ike, Nana dan suster.
"Selamat pagi nona." Ucap Ike.
"Pagi semuanya." Balas Anes, Ike tersenyum manis kepada Anes.
"Nona kata tuan hari on nona dan tuan akan pergi berlibur?" Tanya Ike, Anes mengernyit karena memang Deandra tidak mengatakan apapun kepada nya.
"Hah, enggak ah Dean gak ngomong apa-apa ke saya." Ucap Anes.
"Tapi semalam tuan minta Ike dan suster untuk merapikan barang-barang nona." Ujar nya, Anes semakin dibuat bingung oleh Deandra.
Hingga akhirnya Dean menuruni anak tangga dengan membawa dua koper besar, Anes terheran-heran melihat Dean yang seperti itu.
"Pagi semuanya, pagi sayang." Ucap Deandra, mengecup kening Anes.
"Pagi, kamu ini apa maksudnya tadi Ike bilang kalau kita akan berlibur? Kemana, kenapa kamu gak bilang apa-apa sama aku?" Tanya Anes.
"Kejutan lah, sudah ayok kita berangkat." Ucap Deandra, membuat Anes tercengang.
"Tapi-tapi bagaimana dengan Kenzie?" Tanya nya.
"Ada suster yang akan menjaga Kenzie, lagipula ada Nana dan Ike yang akan membantu untuk menjaga Kenzie." Ucap Deandra.
"Benar itu nona gak usah khawatir, tuan muda Ken aman bersama kami." Ucap Ike.
"Tapi kenapa mendadak seperti ini?" Tanya nya, Dean menatap Anes dengan senyum manis nya.
"Sudah ayok, Ike bawakan koper ke mobil." Ucap Deandra.
"Baik tuan." Ucap Ike, Deandra merangkul pundak Anes dan mengajak nya memasuki mobil.
Dean tahu pagi-pagi seperti itu Liza belum bangun dari tidurnya, sebelum Liza menemui dan memohon kepada Dean dan Anes lelaki itu lebih dulu memutuskan untuk pergi berlibur.
Dean berharap saat berlibur tamu bulanan Anes sudah selesai, Anes menatap curiga kepada suaminya.
"Kamu kenapa si kok aneh sekali." Ucap Anes.
"Aku gak aneh, mungkin itu hanya prasaan kamu saja." Ucap Deandra, Anes hanya bisa diam saja dalam menanggapi perkataan Deandra.
"Ya ya terserah kamu saja." Ucap Anes, Dean tertawa mendengar nada malas dari istrinya.
"Tuan koper nya sudah Ike masukan kedalam bagasi semua, selamat bersenang-senang." Ucap Ike.
__ADS_1
"Oke makasih, jaga rumah baik-baik dan saya titip Kenzie." Ucap Dean.
"Siap tuan." Balas Ike, Dean melambaikan tangannya dan pergi dari pekarangan rumah.
Setelah mobil yang di tumpangi oleh Dean dan Anes menghilang Ike dan Nana pun kembali masuk kedalam rumah, kedua wanita itu kembali menyusun makanan di meja makan untuk Kenzie dan Liza.
Namun tidak lama kemudian Ike melihat Liza yang turun dengan terburu-buru, wajah wanita itu terlihat merah padan seperti sedang menahan amarah.
"Deandra." Teriak nya, karena Liza memanggil Dean akhirnya Ike mendekati Liza.
"Nona ada apa?" Tanya nya.
"Dimana Dean." Ucap Liza.
"Tuan baru saja pergi nona." Ucap Ike.
"Dimana Anes?" Tanya Liza emosi.
"Nona muda ikut pergi bersama dengan tuan muda." Ujar nya, hal itu membuat Liza emosi.
"Arrrggghhhh." Teriak Liza, ia meraih gelas dan melemparkannya hampir saja mengenai kepala Kenzie.
"Awaaas." Teriak Ike dan Nana.
Praaanngg... Gelas terjatuh ke lantai, sementara Kenzie bocah itu sudah aman dalam pelukan suster.
"Nona anda hampir saja melukai tuan muda Ken." Ucap Ike.
"Tidak tahu, tuan hanya mengatakan jika mereka akan keluar." Ucap Ike, dengan cepat Liza berlari keluar rumah dan masih menggunakan baju tidur nya.
"Maaf nona anda mau kemana?" Tanya bodyguard Dean.
"Saya mau mengejar Deandra." Ucap Liza.
"Maaf anda tidak bisa pergi." Ucap lelaki berpakaian hitam itu, ia mengambil kunci mobil dari tangan Liza.
"Apa-apaan kamu saya ini nona kamu." Ucap Liza.
"Maaf tapi tuan menitipkan pesan kepada saya untuk memberi tahu nona, jika nona tidak bisa menggunakan mobil ada semua fasilitas yang ada di rumah ini." Ucap bodyguard itu, membuat Liza tercengang.
"Kamu bo*oh, bagaimana mungkin kamu bisa mengatakan semua itu kepada saya yang menjadi nona kamu, saya ini nona muda kamu." Ucap Liza.
"Maaf nona saya hanya menjalankan tugas dari tuan muda." Ujar nya, sungguh kali ini Deandra benar-benar menepati perkataan nya.
"Si*l." Teriak Liza penuh dengan emosi, wanita itu kembali masuk kedalam rumah dan melihat Kenzie yang sedang duduk di ruang makan.
Liza tidak menyapa Kenzie sama sekali, ia langsung pergi ke kamar nya dan berniat untuk menghubungi Deandra. Namun ternyata Dean tidak bisa di hubungi sama sekali.
__ADS_1
"Sepertinya kau ingin bermain-main dengan aku Deandra Gavriel." Gumam nya.
Sementara itu Dean dan Anes sedang menikmati perjalanan nya, fikiran Anes berkelana kepada Kenzie bagaimana bocah itu sekarang.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, hmmm?" Ucap Deandra.
"Bagaimana dengan Kenzie, aku memikirkan Kenzie aku takut jika Liza akan menyakiti Kenzie." Ucap Anes, Dean tersenyum manis.
"Liza tidak akan bisa untuk menyentuh Kenzie, ada Nana dan suster disana kamu tidak perlu khawatir." Ucap Deandra.
"Kenapa harus seperti ini, kamu takut kepada Liza?" Tanya Anes, Deandra mengernyit ia tidak pernah takut kepada siapapun.
"Tidak, aku seperti ini hanya ingin Aneska junior segera launching. Jika kita di rumah saja kita tidak akan fokus untuk menghadirkan Aneska junior." Ucap Deandra, membuat Anes mencebikan bibirnya.
"Aku masih datang bulan." Ucap Anes.
"Yes i know, tapi kan kita bisa menunggu kamu selesai datang bulan sambil liburan." Ucap Dean, Anes menggelengkan kepalanya.
Kenapa suami yang tadinya cuek, datar dan galak ini menjadi mesum. Anes bahkan merasa sedikit heran dengan sikap Deandra.
"Cih, jangan manja kamu sudah terlalu tua untuk bermanja." Ucap Anes.
"Jika itu bermanja kepada istri sendiri tidak masalah." Ucap Dean, hanya bisa membuat Anes menghela nafasnya dengan pasrah.
"Ya ya lakukan apapun yang kamu inginkan." Ujar wanita cantik itu, dan Deandra tertawa kecil ia tahu jika Anes mulai merasa kesal.
"Baiklah kalau begitu, aku akan melakukan semua yang aku mau dan kamu tidak boleh memprotes nya. Termasuk memiliki banyak anak." Ucap Dean, membuat Anes terbelalak.
"Jangan aneh-aneh Dean, aku hamil saja belum bagaimana bisa memiliki banyak anak." Ucap Anes, Deandra memgecup kening Anes dan membuat Anes tersenyum manis.
"Kita akan berjuang bersama untuk memiliki anak." Ucap Deandra, Anes mengangguk ia juga ingin memiliki anak seperti yang lainnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊