Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 203


__ADS_3

Siang hari sepulang dari sekolah Alden berniat untuk main ke rumah Ara bersama dengan Ardan, ya karena mereka tidak pernah bermain ke jauh hanya ke rumah Arandita, di rumah Ardan atau di rumah Alden sendiri.


Alden menuruni anak tangga dan menemui sang mommy yang sedang membuat kue, entah kenapa mommy nya jadi suka dekali berkutat di dapur.


"Mommy." Panggil Alden.


"Ya boy." Ucap Anes.


"Bolehkah aku pergi bermain ke rumah Ara?" Tanya nya, Anes menoleh menatap putranya yang datang untuk ijin sendirian.


"Dimana Alexa?" Tanya Anes, Alden mengernyit ia ijin untuk main kenapa sang mommy malah menanyakan Alexa.


"Alexa ada di kamarnya mom." Ucap Alden.


"Baiklah kamu boleh pergi main asal mengajak Alexa." Ucap Anes, Alden menunduk lesu ia masih marah kepada adik kembarnya itu.


"Mom tidak bisakah aku pergi sendiri?" Lirih nya, Anes tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.


Anes berjalan mendekati Alden dan berjongkok di hadapan Alden, Anes wanita cantik itu memegang pundak Alden dengan lembut.


"Alden bagaimanapun Alexa itu adik kamu, adik kembar kamu kalian sudah bersama saat masih berada dalam kandungan mommy. Dan sekarang mommy tidak ingin melihat kamu menjauhi Alexa ataupun sebaliknya, sikap Alexa yang seperti itu kepada kamu bisa saja dia merasa cemburu karena kamu selalu bersikap lembut kepada Ara tapi tidak kepadanya." Ucap Anes, Alden terdiam menyimak perkataan mommy nya.


"Mom Alexa itu menyebalkan." Ucap Alden.


"Jika Alexa menyebalkan apa bedanya dengan kamu hmmm, kamu selalu menggangu dia disaat dia sedang baik-baik saja. Kita tidak tahu bagaimana perasaan nya bukan, jangan membuat Alexa menutup diri." Ucap Anes.


"Mom." Lirih Alden.


"Mommy tidak melarang kamu main dengan Ara kamu menyayangi Ara itu bukan masalah untuk mommy, tapi Alexa adik kamu hargai dia sebagai adik kamu. Pertengkaran kecil di antara kalian itu wajar, tapi tidak untuk berlarut-larut dalam pertengkaran." Ucap Anes, Alden pun menghela nafasnya dan mengangguk.


"Baiklah aku akan mengajak Alexa." Ucap Alden, memang aneh sejak pulang sekolah tadi Alexa tidak keluar dari kamar nya.


Alden berlari menuju kamar adik kembarnya, ia mengetuk pintu kamar Alexa namun tidak ada yang menyahut.


"Alexa kau di dalam." Ucap Alden.


"Alexa." Panggil Alden lagi, karena tidak ada suara Alden pun masuk ke kamar Alexa dan betapa terkejutnya Alden saat melihat Alexa bergelantung di balkon.


"Gadis bo*oh apa yang kau lakukan?" Tanya Alden.


"Itu balonku terbang aku ingin mengambilnya." Jawab Alexa.


"Alexa kembalilah jika kau jatuh dan kepalamy pecah aku tidak akan memiliki teman untuk bertengkar lagi." Ucap Alden, ya pembicaraan Alden dan Alexa memang seperti anak dewasa.


"Sudah aku katakan balonku terbang." Ucap Alexa, ia masih berusaha untuk mengambil balon nya.


"Benar-benar bo*oh kau rela mempertaruhkan dirimu hanya untuk balok, kau lupa jika Daddy mu bahkan bisa membeli pabrik balon nya." Ucap Alden, Alexa menoleh menatap Alden.


"Benar juga untuk apa aku sampai bergelantung seperti ini." Ucap Alexa, Alden menggelengkan kepalanya ia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Alexa.

__ADS_1


"Aku akan pergi ke rumah Ara apa kau ingin ikut?" Tanya Alden.


"Ada apa disana apakah ada balon? Atau om Joe akan membelikan pabriknya?" Tanya Alexa, Alden mendorong kening adik kembarnya.


"Minta itu kepada Daddy kamu om Joe bukan Daddy kamu." Sengit Alden mulai emosi.


"Apakah Daddy ku itu bukan Daddy mu? Sejak tadi kau mengatakan Daddy kamu Daddy kamu, lalu siapa Daddy kamu Alden." Ucap Alexa, sudah lah Alden rasanya ingin menendang tubuh Alexa dari balkon jika tidak mengingat bahwa Alexa adalah anak kesayangan Daddy nya.


"Tutup mulutmu dan ikut bersamaku." Ucap Alden menarik tangan Alexa, sementara Alexa hanya melangkah mengikuti langkah kaki Alden.


"Ini kita kapan sampainya padahal rumah berdampingan." Ucap Alexa, keduanya sedang berjalan kaki menuju kediaman Joe.


"Lihat gerbang nya saja dari ujung ke ujung." Ucap Alden.


"Bagaimana dengan Ardan? Dia bahkan memiliki rumah setelah rumah kita." Ucap Alexa.


"Mungkin dia akan menggunakan pintu Dora Emon." Jawab Alden nyeleneh.


"Alden berhenti sebentar kaki kecilku lelah karena terus berjalan." Ucap Alexa.


"Alexa jika kita terus-menerus berhenti nanti terlalu sore." Ucap Alden.


"Lagian Daddy gak salah apa bikin rumah segede apa tau, lihatlah sekarang malah anaknya yang menjadi korban." Ucap Alexa, Alden tertawa kecil mendengar perkataan adiknya.


"Sudah jangan bicara terus." Ucap Alden.


"Ini juga salah kamu malah mengajakku keluar, harusnya aku diam saja di rumah untuk tidur." Ucap Alexa, Alden mendengus mendengar perkataan Alexa.


"Kenapa kau sudah ada disini?" Tanya Alden.


"Kau terlalu lama jadi aku berjalan sendiri kesini." Ucap Ardan.


"Kenapa tidak pakai supir?" Tanya Alexa.


"Kau sendiri kenapa tidak pakai supir." Balas Ardan.


"Aku tidak kepikiran karena Alden langsung menarikku keluar dari rumah." Ucap Alexa, Ike tertawa kecil mendengar percakapan Alden, Alexa dan Ardan.


"Kalau begitu kita sama." Ucap Ardan, Alexa, Alden dan Ara mengernyit heran sama apanya.


"Siapa yang menarikmu keluar dari rumah?" Tanya Alexa.


"Tidak ada hanya tidak kepikiran untuk di antar oleh supir saja." Jawab nya, Alexa dan Alden menyoraki Ardan.


Jiwa konyol Jordan sepertinya menurun kepada Ardan, bocah laki-laki itu benar-benar seperti Jordan sekali dan tidak ada bedanya sedikit pun jadi anggap saja kalau Ardan adalah Jordan versi mini.


"Anak-anak ini Tante buatkan jus kalian pasti haus dan capek kan." Ucap Ike.


"Terimakasih Tante tapi bolehkah Alexa meminta air putih saja, tidak lucu jika minum jus sekali teguk langsung habis." Ucap Alexa, Ike tertawa mendapatkan nya.

__ADS_1


"Tentu saja anak cantik tante akan memberikan nya untuk kalian." Ucap Ike, Alexa mengangguk dan menatap kepergian Ike.


"Terimakasih tante maaf merepotkan." Ucap Alexa, saat Ike membawakan air putih.


"Sama-sama sayang." Balas Ike.


Dan para bocah kecil yang lucu dan menggemaskan pun bermain dengan dunianya, mereka bahkan tak canggung bermain di hadapan Ike.


Hanya Alexa dan Alden yang terlihat sedikit diam ya karena ia tak terlalu suka bermain, mereka pergi ke rumah Ara hanya merasa bosan saja karena terus-menerus diam di rumah.


"Apakah kalian lapar?" Tanya Ike, ini sudah jam 3 sore.


"Tidak kami ingin pamit pulang saja sebelum mommy dan Daddy mencari kami." Ucap Alexa dan Alden.


"Mau di antar supir?" Tanya Ike.


"Tidak perlu tante itu sangat merepotkan, kalau begitu kami permisi dulu." Ucap Alden, Alexa dan Ardan.


"Baiklah hati-hati." Ucap Ike tersenyum manis.


"Ara aku pulang dulu kita main lagi nanti." Ucap Alexa.


"Baiklah." Balas Ara, merekapun pulang ke rumahnya masing-masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


Rumah Anes & Deandra



Rumah Joe & Ike



Rumah Jordan & Nana

__ADS_1



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2