Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 130


__ADS_3

Siang hari Aneska keluar dari ruang kerja nya bersama dengan pasukannya, Aleta tertawa melihat Anes yang di kawal oleh banyak orang.


"Nona sepertinya tuan muda Ken sudah merasa lelah, bagaimana jika Ike dan suster mengajak nya untuk pulang saja." Ucap Ike, Anes menatap Kenzie yang terlelap dalam gendongan suster nya.


"Baiklah kalau begitu saya akan meminta supir untuk mengantar kalian pulang, hati-hati dijalan ke jangan lupa saat Kenzie terbangun kamu beri dia makan." Ucap Anes, Ike mengangguk dan berpamitan dengan Anes dan Aleta.


Setelah itu Anes, Aleta dan Nana pergi ke restoran X dimana ia akan melakukan pertemuan dengan klien nya yang tak lain adalah suaminya sendiri.


Setibanya di restoran Anes masuk kedalam ruangan VVIP, disana ada Deandra yang duduk bersebelahan dengan Intan dan ada beberapa orang yang tidak Anes kenal juga.


"Selamat datang nona Abrisham senang bertemu dengan anda." Ucap seorang lelaki yang berjabat tangan dengan Anes.


"Terimakasih senang bertemu dengan anda tuan." Balas Anes, Joe dan Jordan menatap Deandra yang menatap nyalang lelaki itu.


"Ini?" Tanya nya saat melihat Nana.


"Oh ini Nana sekretaris pribadi saya tuan." Ucap Anes.


"Amazing nona dan sekretaris nya sama-sama cantik." Ujar nya, Anes hanya bisa mengangguk dan tersenyum tipis.


Joe dan Jordan merasa kagum saat melihat Anes yang membicarakan tentang kontrak kerja sama dengan profesional, disini Anes benar-benar tidak menunjukkan jika dirinya adalah seorang istri dari Deandra Gavriel.


Nana sendiri pun sampai berdecak saat melihat Anes yang begitu profesional, kalau Aleta jangan di tanya wanita itu sudah terbiasa dengan Anes yang selalu profesional dalam bekerja.


Setelah selesai membahas tentang pekerjaan merekapun memutuskan untuk makan siang bersama, Anes menatap Deandra yang sejak tadi menatap nya dengan diam.


"Nona anda ingin makan apa?" Tanya Nana dengan sopan.


"Apa saja." Balas Anes, Nana mengangguk ia memesankan makanan untuk Aleta juga.


"Tuan anda ingin makan apa?" Tanya Intan kepada Deandra.


"Biar saya yang memesan nya." Ucap Joe, Intan mengangguk dan tersenyum tipis.


"Nona Anes." Panggil lelaki itu membuat Anes menoleh.


"Ya ada yang bisa saya bantu tuan." Ucap Anes.


"Apakah anda sudah menikah?" Tanya nya, Anes tersenyum tipis dan mengangguk.


"Sudah saya sudah cukup lama menikah." Ucap Anes.


"Sayang sekali kita terlambat bertemu." Ujar nya, Aleta mengulum bibir nya menahan tawa saat melihat wajah Deandra yang terlihat merah padam menahan amarah.


"Apa anda tidak mendengar beritanya tuan." Ucap Aleta.


"Tidak nona yang saya tahu hanya anda putri Abrisham yang sudah menikah." Ucap nya.


"Woow sayang sekali harusnya anda tahu suami Anes." Ucap Aleta, ia sengaja memancing agar Deandra mengakui jika ia adalah suami dari Anes.

__ADS_1


"Ya harusnya seperti itu, bukankah dia termasuk lelaki yang beruntung karena bisa menikahi nona Anes." Ucap nya.


"Tentu saja saya sangat beruntung karena menjadi suaminya." Ucap Deandra tiba-tiba, membuat semua orang terdiam dan Aleta tersenyum tipis.


"Anda?" Tanya lelaki itu.


"Ya saya suami dari Aneska Devira Quenby Abrisham." Ucap Deandra.


"Woww ini kejutan yang sangat besar, saya tidak mengira jika anda adalah suami dari nona Anes." Ucap nya, Deandra hanya tersenyum tipis menanggapi hal itu.


Anes hanya tersenyum saja melihat Deandra yang mengakui jika dirinya adalah suami Anes, dan Aleta ia bangga karena berhasil membuat Deandra mengaku.


Setelah selesai makan siang Anes ijin untuk kembali ke kantor, begitupun dengan rekan-rekan bisnis yang lainnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona." Ucap lelaki itu.


"Hmmm, hati-hati dijalan." Balas Anes, lelaki itu mengangguk dan tersenyum manis.


"Tuan muda Gavriel kalau begitu saya juga permisi." Ucap Anes kepada Deandra, membuat Nana, Joe dan Jordan tertawa melihat kekonyolan itu.


"Tidak nona muda Abrisham anda harus ikut bersama dengan saya ke kantor." Balas Deandra.


"Apa nih kalau Anes ikut kamu saya sama siapa?" Tanya Aleta.


"Ada Nana yang akan mengantarkan anda kembali ke kantor nona Aleta, kalau begitu saya permisi." Ucap Deandra, lelaki itu merangkul pinggang ramping Anes.


Intan tertawa menggelengkan kepalanya, baru kali ini intan melihat sisi lain dari seorang Deandra Gavriel. Lelaki yang biasanya datar dan tidak berekspresi itu kini menjadi sedikit ramah dan suka tersenyum.


Malam hari di sebuah kamar mewah terlihat Anes yang sedang duduk bersandar di dada bidang Deandra, Dean mengelus kepala Anes dengan lembut.


"Bagaimana dengan orang tua Jordan apakah mereka masih kekeh untuk menjodohkan Jordan?" Tanya Anes, setelah dari kantor Deandra tadi siang Anes tahu jika orang tua Jordan hanya ingin jika putranya menikah.


"Hmmm, mereka hanya menginginkan sebuah pernikahan untuk putranya." Balas Deandra, Anes mendongak menatap wajah tampan suaminya.


"Tidak peduli dari mana wanita itu berasal?" Tanya Anes.


"Tentu saja mereka tidak peduli wanita seperti apa yang akan bersama dengan Jordan, yang mereka inginkan hanya wanita yang bisa menyayangi putranya dengan tulus." Ucap Deandra.


"Bagaimana dengan Nana?" Tanya Anes, Deandra mengernyit dan menatap manik mata Anes.


"Tapi bukankah Nana sudah menolak Jordan." Ucap Deandra.


"Nana mengatakan jika dia menolak Jordan karena takut jika keluarga Jordan tidak menyukainya, tapi kalau keluarga Jordan memang mau menerima Nana ya itu bagus kan." Ucap Deandra.


"Sayang tapi saat Nana menolak Jordan saat itu juga Jordan berusaha untuk menerima wanita pilihan orang tuanya, jadi bagaimana." Ucap Deandra.


"Sudah kamu tenang saja aku tahu jalan keluar nya." Ucap Anes.


"Apa yang kamu rencanakan jangan aneh-aneh Aneska." Ucap Deandra, Anes mencomot bibir Deandra agar lelaki itu diam.

__ADS_1


"Sssttt, aku sedang berpikir bagaimana caranya agar kita bisa membuat Nana galau tanpa Jordan." Ucap Anes.


"Cewek mah gitu si pas di deketin sok-sokan nolak, giliran di tinggal nikah galau nya tujuh hari tujuh malam." Ucap Deandra, Anes menatap suaminya dengan tajam.


"Aku tidak pernah galau karena kamu." Ucap Anes.


"Bohong sekali anda, kemarin perkara aku ga jengukin twins aja kamu galau tidur ga nyenyak kan." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.


"Itu beda cerita ya kamu kenapa malah bahas itu si." Ucap Anes.


"Intinya cewek mah sama aja malu-malu mau." Ucap Deandra, Anes tertawa renyah ia tahu jika suaminya sedang menyinggung dirinya.


"Sudah aku mau tidur." Ucap Anes.


"Kamu gak minta aku jenguk twins lagi." Ucap Deandra.


"Gak." Balas Anes.


"Jenguk saja yuk sekali yuk." Ucap Deandra.


"Aku ngantuk dad nanti saja oke." Ucap Anes.


"Yang kaya gini nih selalu berujung dengan bersolo ria." Ucap Deandra, Anes kembali tertawa sudahlah wanita itu sudah cukup lelah dengan hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Daddy twins



Mommy twins



 

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2