
Sesampainya di rumah Deandra menggendong tubuh Anes kedalam rumah, Ike yang melihat itu tersenyum senang.
"Sudah saya bilang kamu tuh hobby nya jatuh, bisa-bisanya kepeleset di kantor. Bayangin kalau gak ada Aleta gimana kamu nes." Ucap Deandra.
"Yaudah si Dean kan aku cuma jatuh doang, kenapa di permasalahkan?" Ucap Anes, Deandra menatap Anes dan mendudukkan tubuh Anes di sofa ruang tengah.
"Cuma jatuh doang kata kamu, kalau kamu kenapa-kenapa gimana Aneska? Kalau kamu patah tulang gimana?" Tanya Dean, membuat Anes mendengus mendengar perkataan suaminya.
"Deandra Gavriel come on aku hanya terpeleset loh, bukan gelinding dari tangga aku hanya terpeleset terus jatuh dan duduk di lantai." Ucap Anes, Deandra diam setelah mendengar perkataan Anes.
"Ike." Panggil Dean.
"Ike." Teriak nya, yaampun telinga Anes sampai sakit mendengar teriakan suaminya.
"I_iya tuan." Ucap Ike, menghampiri Deandra.
"Ambilkan kompresan." Ucap Dean, Ike tercengang dan menatap Anes.
"Nona Anes kenapa?" Tanya nya.
"Bisa gak langsung ambil saja jangan banyak tanya." Ucap Deandra, Ike langsung mengangguk.
"Baik tuan." Ucap Ike, Anes menghela nafasnya pasrah.
"Dean kamu gak perlu teriak-teriak seperti itu, aku gak apa-apa lagian kan udah ke dokter juga tadi." Ucap Anes.
"Kamu jangan banyak bicara." Ucap Deandra, lelaki itu berjongkok dan menaikkan kaki Anes ke atas sofa.
"Ashh, pelan-pelan bisa gak si." Ucap Anes ikut kesal.
"Ini yang namanya gak apa-apa hmmm, kalau sakit itu bilang gak usah sok kuat." Ucap Deandra, Anes bungkam Anes salut dengan perhatian Deandra kepadanya. Tapi Anes juga yakin setelah ini Dean pasti banyak melarang nya.
"Tuan ini kompresan nya." Ucap Ike, Dean mengambil kompresan dari Ike dan mulai mengompres kaki Anes.
"Aaa, Dean pelan-pelan." Ucap Anes.
"Kamu kan kuat nes masa kaya gini doang ngerengek." Ucap Dean, Anes menatap Dean dengan kesal.
"Ya aku juga manusia pasti punya rasa sakit lah, kamu kira aku robot." Sengit Anes, Deandra diam tidak menjawab lagi perkataan Anes.
Setelah selesai mengompres kaki Anes Deandra kembali menggendong tubuh Anes menuju kamar nya, Anes tidak lagi protes atas apa yang dilakukan oleh Deandra.
"Istirahat dan jangan pergi kemanapun." Ucap Dean saat keduanya sudah sampai di kamar, Anes diam dan menatap Dean yang pergi ke ruang ganti.
Anes merasa tidak nyaman jika harus tidur memakai baju kerja nya, pelan-pelan Anes menurunkan kaki nya dan berdiri dengan hati-hati.
"Mau ngapain? Kan saya bilang istirahat dan jangan pergi kemanapun." Ucap Deandra.
__ADS_1
"Mau ganti baju." Ucap Anes, ia kesal kenapa Deandra menjadi posesif seperti ini.
"Tunggu disini saya akan mengambil pakaian untuk kamu." Ucap Deandra, Anes terbelalak dan refleks memeluk dada nya.
"Ngapain kaya gitu?" Tanya Dean, saat melihat apa yang dilakukan oleh Anes.
"Dean ayolah Dean aku bisa sendiri, dan yang sakit itu kaki aku bukan tangan aku." Ucap Anes.
"Yang bilang tangan kamu sakit siapa? Saya hanya mau mengambil pakaian kamu saja agar kamu tidak banyak bergerak." Ucap Deandra, Anes terdiam ia melihat Deandra yang kembali keruang ganti dan kembali dengan membawa pakaian Anes.
"Ini pakai sendiri, saya akan tunggu kamu diluar." Ucap Deandra, Anes menghela nafas lega melihat Dean yang pergi.
...
Tiga hari berlalu dan selama tiga hari itu Deandra benar-benar tidak mengijinkan Anes untuk pergi ke kantor, tepat pukul 09:00 malam Anes keluar dari kamar nya karena Deandra belum pulang Anes memutuskan untuk menonton televisi di ruang tengah.
Anes berjalan menuruni anak tangga, ia melihat para pelayan sedang bersih-bersih dan bersiap untuk istirahat. Mereka berbaris dengan rapi saat melihat Anes menuruni tangga.
"Nona apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya kepala pelayan.
"Tidak ada, kalian pergi dan istirahat saja." Ucap Anes, para pelayan tinggal di rumah samping khusus untuk para pelayan.
"Anda yakin?" Tanya nya.
"Hmmm, dimana Kenzie?" Tanya Anes.
"Ohhh, kak Liza belum pulang?" Tanya Anes.
"Nona Liza tidak pulang malam ini nona, karena ada pekerjaan penting." Jawab kepala pelayan, Anes mengangguk dan tersenyum.
"Euum, karena Deandra belum pulang bolehkah aku ikut bersama kalian?" Tanya Anes, para pelayan terlihat Canggung jika Anes harus ikut.
"Tapi nona." Ucap kepala pelayan.
"Tidak apa-apa, aku bosan jika di rumah sendiri lagipula Dean juga belum pulang." Ucap Anes, akhirnya para pelayan pun memperbolehkan Anes ikut bersama dengan mereka.
"Baiklah mari nona." Ucap Ike, Anes tersenyum manis dan membuat pelayan yang lainnya terlihat senang.
Mereka berjalan lewat pintu belakang Anes menatap bangunan yang terlihat besar, Anes tersenyum ternyata keluarga Deandra memberikan pasilitas lengkap untuk para pelayan nya.
"Mari nona silahkan masuk." Ucap kepala pelayan.
"Iya terimakasih." Ucap Anes, saat Anes masuk Kenzie berlari dan memanggil nama Anes.
"Tante." Panggil Kenzie.
"Sayang." Sahut Anes, wanita itu berjongkok dan memeluk Kenzie.
__ADS_1
"Tante kesini juga." Ucap Kenzie.
"Iya Tante kesini, Tante kesepian karena Ken tidak ada dirumah." Ucap Anes.
"Kenzie mau bobok sama sus Tan boleh kan." Ucap Kenzie, Anes tersenyum dan menangkup wajah tampan Kenzie.
"Tentu saja boleh dong saya, lakukan apapun yang ingin Ken lakukan. Tapi harus hal-hal yang positif oke." Ucap Anes.
"Oke, Tante mau bobok disini juga?" Tanya nya.
"Tidak boy, Tante disini hanya sampai om nya Kenzie pulang saja." Ucap Anes.
"Om pasti akan pulang malam Tante." Ucap Kenzie, Anes tersenyum dan mengecup kening Kenzie.
Para pelayan yang melihat kedekatan Anes dan Kenzie tersenyum manis, mereka senang karena Anes bisa memberikan perhatian dan kebahagiaan untuk Kenzie.
Selama ini selain nyonya Gavriel dan Deandra tidak ada yang memberikan perhatian kepada Kenzie, tapi akhirnya Deandra menikahi wanita yang ternyata bisa menyayangi Kenzie.
Ike dan suster tersenyum saat melihat Anes menggendong Kenzie dan duduk di sofa, Anes merebahkan tubuh mungil Kenzie memangku kepala Kenzie.
"Ken bobok ya tante temani." Ucap Anes, Kenzie mengangguk dan tersenyum.
(Tuan Dean wanita seperti apa lagi yang tuan inginkan, Ike yakin nona bisa membuat tuan jatuh cinta sampai kalian memiliki Deandra junior. Ike dan semua orang yang ada disini selalu mengharapkan kebahagiaan nona dan tuan, tuan orang yang baik dan perhatian begitupun dengan nona terlihat lembut dan penyayang. Padahal nona Liza selalu jahat kepada nona Anes, tapi nona Anes begitu menyayangi Kenzie.) Batin Ike, Ike memperhatikan Anes yang mengusap kepala Kenzie dengan lembut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1