
Deandra dan Anes pun sudah tiba di taman, sementara itu suster dan Nana membawa tikar dan beberapa makanan untuk Anes dan kedua tuan muda nya.
Anes menatap Nana yang menggelar tikar ia tertawa, jadi ini tema nya apa? Bermain bola atau piknik, Nana dan suster tersenyum manis melihat Anes yang tertawa.
"Ini kenapa harus gelar tikar segala?" Tanya Anes.
"Gak apa-apa kan kamu bisa duduk dan melihat kita bermain disini." Ucap Dean, Anes mengangguk baiklah ternyata selain tuan muda yang tampan Dean juga memiliki sosok yang suamiable dan Daddy able.
"Baiklah kalau begitu." Ucap Anes, wanita itupun duduk bersama dengan suster dan Nana.
"Om ayok om main." Ucap Kenzie, Deandra melepaskan jas kerja nya dan memberikan nya kepada Anes.
"Oke boy." Ucap Dean, lelaki itu berjalan mendekati Kenzie yang sudah berdiri disana.
"Ayok Ken." Teriak Anes, Kenzie menendang bola dan berlari.
Anes yang tidak bisa hanya duduk diam saja bangun dari duduknya dan berlari kecil menghampiri Kenzie dan suaminya, Nana dan suster tersenyum melihat mereka.
Kenzie menendang bola nya ke arah Anes, dan Anes menendang bola ke arah Deandra mereka terlihat begitu bahagia.
"Yeaay Tante Ken menang." Ucap Kenzie melompat kegirangan.
"Yeaay ganteng nya tante menang." Ucap Anes, Kenzie berlari memeluk Anes.
Deandra menatap Kenzie yang saat ini berada di pelukan Anes, ternyata saingan terberat Dean bukanlah adik kembar istrinya, melainkan Kenzie yang berstatus sebagai keponakan kecil nya.
Dean mendengus lelaki itu berjalan mendekati Anes dan Kenzie, Dean menarik tubuh Kenzie dan menjauhkan tubuh Ken dari Anes.
"Ish om." Desis Kenzie.
"Jangan peluk-peluk tante terus, ini kan punya om bukan punya Kenzie." Ucap Dean, kini lelaki itu yang memeluk Anes.
"No! Tante punya Kenzie lepasin Tante, om lepas." Teriak nya dengan kesal.
"Sttt, Kenzie jangan gitu Tante ini istrinya om. Mau gimanapun kamu menyingkirkan saya, tentu saja tidak bisa Tante ini sudah hak milik om." Ucap Deandra ia memeluk Anes yang tertawa kecil, Kenzie menatap Dean dengan kesal.
"Ken bilangin Oma." Ancam nya.
"Bilangin saja tidak masalah, yang jelas Tante ini punya om istrinya om. Mangkanya nikah agar punya istri." Ucap Deandra, membuat Anes, suster, dan Nana terbelalak mendengar perkataan Dean.
"Dean kamu apa-apaan si, Kenzie ini masih kecil kenapa kamu ngomong gitu." Ucap Anes.
"Biarin saja lagian peluk-peluk kamu seenaknya." Ucap Deandra, Anes menggelengkan kepalanya.
"Dean Kenzie itu keponakan kamu loh, lagian kamu kenapa cemburu sama Kenzie." Ucap Anes, Dean menatap wajah cantik istrinya.
"Enggak siapa yang cemburu." Ucap Dean mengelak.
"Kalau tidak cemburu lepasin kasihan Ken." Ucap Anes.
"Enggak, biarin saja biar Ken tahu kalau kamu itu milik aku seorang." Ucap Deandra lelaki itu mendekatkan wajahnya berniat untuk mengecup pipi Anes, namun Anes mencoba menjauhkan wajahnya dari Deandra.
__ADS_1
"Aaaa, jangan dekat-dekat Dean." Ucap pekik Anes.
Suster dan Nana yang melihat Dean ingin menc*um Anes pun merasa khawatir, mereka saling menepuk satu sama lain.
"Waah sus gawat inimah, kepolosan tuan Ken bisa ternodai." Ucap Nana.
"Wahh benar itu na, kita harus menyelamatkan kepolosan tuan muda Ken." Ucap suster, kedua wanita itu berlari menuju Kenzie yang menarik-narik baju Dean agar tidak mengecup pipi Anes.
"Om jangan huaaaa." Teriak Kenzie.
"Ken lepas." Ucap Dean.
"Dean jangan." Pekik Anes.
"Tante." Teriak nya.
"Tuan muda Ken." Pekik suster, wanita itu memeluk Kenzie.
"Sus Tante sus om jahat." Pekik nya.
"Eh om nya gak jahat, om nya sedang cemburu." Ceplos suster, Nana menepuk keningnya sendiri.
"Sus mana ngerti cemburu si tuan Ken." Ucap Nana, suster nyengir tanpa dosa.
"Maaf keceplosan." Ucap suster, sementara itu Anes masih berusaha untuk melepaskan pelukan Deandra.
"Dean, aaaa." Pekik Anes, karena tubuh keduanya terjatuh dan berguling-guling di taman.
Dengan cepat suster dan Nana menutup matanya dan mata Kenzie, Ken tercengang karena tiba-tiba saja matanya di tutup.
"Ada yang sakit?" Tanya Dean, Anes tersenyum manis dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada." Jawab nya, Dean memegang tengkuk Anes dan meng*c*p b*b*r Anes sekilas.
Kedua orang itu bangun dari posisinya dan berjalan menuju Kenzie lagi, keduanya melihat suster dan Nana yang juga menutup mata nya.
"Sus kenapa mata Ken di tutup." Ucap Kenzie.
"Tidak apa-apa tuan muda, keadaan sudah aman terkendali." Ucap suster melepaskan tangan nya yang menutupi mata Kenzie, Nana mengulum bibir nya menahan tawa.
"Om jangan peluk Tante lagi." Ucap Kenzie mengomeli Deandra.
"Ken yang jangan peluk Tante." Ucap Dean tidak mau kalah.
"Tante kita main layangan yuk." Ajak Kenzie.
"Iya sayang ayok." Ucap Anes, Dean menghela nafasnya melihat Ken yang tidak melepaskan Anes.
"Bisa-bisanya bersaing dengan keponakan sendiri." Gumam Dean, suster dan Nana tersenyum tipis.
"Senang kalian melihat saya dan Kenzie berebut Anes." Ucap Dean.
__ADS_1
"Senang lah tuan, kapan lagi melihat tuan cemburu seperti ini." Jawab suster.
"Benar tuan, apalagi yang menjadi saingan nya tuan muda Ken keponakan tuan sendiri." Balas Nana, suster tersenyum melihat kedua wanita itu menertawakan nya Dean berjalan dan duduk di tikar.
Ia memperhatikan Anes dan Kenzie yang sedang bermain layangan, dalam hatinya Dean merasa bangga dengan Anes yang sangat baik.
Setelah lama bermain Dean pun memutuskan untuk mengajak Anes dan Kenzie pulang, saat itu Ken sudah terlelap dalam pelukan Anes.
"Kenzie tidur?" Tanya Dean.
"Iya sepertinya dia sangat lelah." Ucap Anes.
"Sudah sore juga kita pulang saja." Ucap Deandra, lelaki itu mengambil tubuh Kenzie dari pelukan istrinya.
"Sus Kenzie satu mobil dengan kamu dan Nana." Ucap Deandra, suster mengangguk ia paham mungkin tuan muda nya ingin berduaan dengan Anes.
"Baik tuan." Ucap suster, Dean menidurkan tubuh Kenzie di kursi belakang.
"Hati-hati bawa mobilnya, saya dan Anes duluan." Ucap Deandra.
"Baik tuan, hati-hati nona." Ucap Nana, Anes dan Deandra mengangguk
"Ayok." Ucap Dean, ia merangkul pinggang Anes dan membukakan pintu mobil untuk Anes.
Setelah masuk ke dalam mobil Dean pun melakukan mobil nya menuju rumah, Anes duduk tenang dan bersandar ia juga merasa lelah karena hampir seharian menemani Kenzie bermain.
"Kamu lelah, hmmm." Ucap Dean, tangan lelaki itu mengusap kepala Anes dengan lembut.
"Hmmm." Balas Anes, Dean tersenyum manis dan mengusap pipi Anes dengan lembut.
Dalam perjalanan menuju rumah Anes tertidur pulas, dan saat sampai di rumah Deandra tersenyum karena istrinya cantik meskipun sedang tidur.
Dean keluar dari mobil lelaki itu berjalan mengitar dan membuka pintu mobil, ia menggendong tubuh Anes dengan hati-hati.
"Sssttt." Desis Dean seperti menenangkan anak kecil yang terganggu dalam tidur nya.
"Tuan perlu saya bantu?" Tanya bodyguard di kediaman Deandra.
"Jangan pernah mengatakan itu lagi." Ucap Deandra, bodyguard itu mengangguk padahal ia berniat membantu Dean untuk menggendong tubuh Anes.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊