
Satu Minggu telah berlalu hari ini Nana meminta bantuan Anes dan Ike untuk membeli beberapa perlengkapan untuk baby nya, dan dengan senang hati Anes dan Ike akan membantu Nana.
Selain itu Anes juga ingin memberikan beberapa barang untuk Ike, setiba nya di mall Anes dan Nana langsung pergi ke toko perlengkapan bayi.
"Lihatlah semua itu lucu-lucu dan bagus-bagus." Ucap Anes.
"Benar sekali Ike jadi ingin punya baby." Lirih Ike.
"Maka segeralah hamil kalau begitu." Goda Nana.
"Kalau punya anak tanpa hamil bisa tidak ya." Gumam Ike.
"Bisa tapi bukan darah daging kamu dan Joe." Ucap Anes.
"Benar juga." Ujar nya.
"Mangkanya ke lebi agres*f sedikit tidak apa-apa kok, tanya saja nona Anes pasti tidak apa-apa." Ucap Nana, mereka melihat-lihat beberapa barang yang menarik perhatian mereka.
"Kenapa harus bertanya kepada saya." Ucap Anes tertawa kecil.
"Mungkin Nana berpikir kalau nona lebih berpengalaman." Kekeh Ike, Anes ikut tertawa kecil mendengar perkataan Ike dan Nana.
"CK, mana ada jelas-jelas yang lebih berpengalaman itu para suami kita." Ucap Anes.
"Nah benar Ike saja sampai tidak tahan dan ingin tenggelam dari bumi." Ujar nya keceplosan, Anes dan Nana langsung menatap Ike dan memicingkan matanya.
"Apakah Joe begitu perkasa sampai membuat seorang Ike ingin tenggelam." Goda Nana.
"Eh, e_enggak gitu maksudnya." Ucap Ike panik.
"Terus bagaimana maksudnya, sudah mulai jatuh cinta kan kamu kepada Joe." Goda Nana lagi.
"Ish, enggak gimana ya Ike jadi bingung jelasin nya." Kekeh Ike.
"Hayo gimana coba." Ucap Anes.
"Aku yakin kamu sudah mulai ketagihan ke, hanya saja masih gengsi untuk memulai lebih dulu ya kan." Ucap Nana, wajah Ike merona mendengar perkataan Nana yang memang benar seperti itu.
"Sudah ke jangan gengsi nanti juga kalau sudah punya anak kamu duluan yang mengajak." Ucap Anes, wanita itu berjalan dengan memasukkan setiam barang yang di pegang nya ke troli belanjaan.
"Apakah nona seperti itu?" Tanya Ike.
"Tidak." Jawab Anes tertawa kecil, merekapun tertawa mendengar perkataan Anes.
Setelah memilih beberapa barang mereka memutuskan untuk mampir ke sebuah cafe yang sedang virall di samping mall, katanya si karena barista dan para pelayan nya tampan-tampan maka dari itu mereka penasaran dan ingin mencoba nongkrong disana.
__ADS_1
"Kita duduk dimana nih?" Tanya Anes dan Nana.
"Di pojok sana kali ya biar bisa lebih jelas liat wajah tampan barista nya." Ucap Ike, Anes dan Nana saling menatap.
"Hei ingat suami kamu lebih tampan dari mereka ke." Ucap Nana.
"Tapi mereka terlihat lebih macho." Ucap Ike, saat mereka sudah duduk di sebuah meja cafe.
"Tapi bukankah Joe lebih perkasa jika sedang adu kekuatan." Goda Nana lagi, sampai akhirnya mereka menghentikan percakapan saat seorang pelayan laki-laki datang.
"Permisi nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya nya.
"Ah iya kalian mau pesan apa?" Ucap Anes.
"Samakan saja dengan pesanan nona." Ucap Nana.
"Baik, saya pesan milkshake strawberry dan cheesecake nya tiga ya." Ucap Anes.
"Baik nona mohon tunggu sebentar." Ucap pelayan laki-laki itu.
"Nona kenapa tidak pesan coffee?" Tanya Ike.
"Saya tidak terlalu suka itu." Jawab Anes.
"Nona lebih ganteng mana itu dengan tuan muda?" Tanya Ike lagi, Anes menatap barista itu dengan lekat.
"Jadi?" Tanya Ike.
"Ike kalau saya mengatakan dia lebih tampan, terus bagaimana dengan suami saya yang selalu memuaskan saya." Lirih Anes, Nana tertawa kecil mendengar perkataan Anes.
"Baiklah mari kita simpulkan jika barista itu memang tampan menurut nona, itu artinya tuan muda tampan karena selalu membahagiakan nona." Ucap Ike, Anes menggelengkan kepalanya karena bukan itu maksud Anes.
Setelah pesanan mereka datang merekapun memakannya, Ike menoleh menatap Nana yang sedang fokus dengan cake di hadapannya.
"Na kenapa kamu tidak menatap barista itu agar anak kamu tampan seperti dia." Ucap Ike, Anes dan Nana menatap Ike.
"Kenapa harus mirip dengan barista itu sementara ini anak Jordan, biarkan saja seperti papah nya." Kekeh Nana.
"Sayang aku tidak sedang hamil." Ucap Ike.
"Kenapa jika kamu sedang hamil kamu mau natap barista itu agar anak kamu tampan seperti dia?" Ucap Nana.
"Jangan ke nanti Joe meragukan anaknya." Kekeh Anes, merekapun tertawa Ike memang selalu memiliki topik pembicaraan yang membuat orang lain tertawa geli.
...
__ADS_1
Malam hari Ike sedang duduk di sofa dan saat itu Joe baru pulang dari kantor, Joe menatap Ike yang duduk dengan ponsel di tangan nya.
"Pergi kemana siang tadi?" Tanya Joe, duduk di hadapan Ike.
"Tidak kemana-mana aku hanya mengantar Nana membeli beberapa perlengkapan bayi, bersama nona Anes juga kok." Ucap Ike, ia menghargai Joe yang sedang menatap nya dan dengan peka Ike meletakkan ponselnya di meja.
Kata-kata Anes dan Nana berputar di kepala Ike yang mengatakan jika Ike boleh memulai nya lebih dulu, tapi Ike tidak memiliki keberanian sebesar itu.
"Yakin hanya membeli perlengkapan bayi?" Ucap Joe, lelaki itu melepaskan jas, dasi dan jam yang melingkar di tangan nya.
"Hmmm, memangnya mau kemana lagi." Ucap Ike, Joe tersenyum miring dan menarik Ike sampai tubuh mungil Ike berada di atas pangkuan nya.
"Mau coba berbohong kepada suamimu babyh." Bisik Joe, membuat Ike merinding.
"Si_siapa yang bohong." Lirih Ike.
"Tentu saja kamu siapa lagi, sudah mulai nakal sekarang hmmm." Ucap Joe, lelaki itu menarik tengkuk leher Ike dan menyerang istri.
Joe tersenyum senang saat Ike memejamkan matanya, tangan lelaki itu tak tinggal diam dan bergerak kesana-kemari hingga membuat Ike seperti melayang.
Kegiatan panas mereka membuat keduanya kelelahan hingga Joe dan Ike terlentang di atas tempat tidur menatap langit-langit kamar, Joe menoleh menatap Ike yang terbaring dengan mata yang berkedip lucu.
"Aku mencintaimu." Ucap Joe memgecup sekilas b*b*r Ike.
"Aku ingin anak." Ceplos Ike, melihat Nana dan Anes memiliki anak membuat Ike juga ingin memiliki anak.
Perkataan Ike membuat senyuman manis di bibir Joe mengembang, lelaki itu seperti sedang mendapat bonus karena mendengar jika istrinya menginginkan anak.
"Aku akan berusahalah memberikan semua yang kamu inginkan." Ucap Joe, ia menarik tubuh Ike dan memeluk nya.
Berada di dalam pelukan Joe membuat Ike sadar atas apa yang sudah ia katakan, Ike menelan saliva nya dan panik sendiri akan seperti apa Joe nanti.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊