Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 114


__ADS_3

"Dok." Panggil Anes tiba-tiba, entah apa yang mendorong dirinya untuk memanggil dokter itu.


"Iya nona muda Gavriel." Jawab dokter dengan ramah.


"Saya belum hamil tapi kenapa saya juga merasa lebih sensitif akhir-akhir ini." Ucap Anes, Aleta dan dokter saling memandang.


"Prasaan apa yang nona alami sampai nona merasa diri nona sensitif?" Tanya dokter itu.


"Entahlah hanya karena hal kecil saja saya sampai menangis, sebelumnya saya tidak pernah merasakan itu. Dan ya satu lagi suami saya selalu bersikap dan bertingkah aneh." Ucap Anes lagi, dokter tersenyum dan menghampiri Anes saat sudah selesai memeriksa Aleta.


"Nona Aleta kandungan anda baik-baik saja dan janin tumbuh kembang dengan baik, selalu jaga kesehatan anda." Ucap dokter itu,Anes menatap senyum sumringah dari Aleta. Hingga akhirnya Anes dan dokter saling tatap menatap.


"Nona Gavriel hal aneh apa yang dilakukan suami anda?" Tanya sang dokter.


"Dia selalu mual di pagi hari dia juga selalu merasa mual saat bertemu dengan orang lain, hal ini cukup mengganggu kehidupan kami." Ucap Anes, dokter tersenyum dan meminta Anes untuk berbaring di atas brankar.


"Silahkan berbaring disana nona saya akan memeriksa anda." Ucap dokter itu, membuat Anes mengernyit heran.


"Untuk apa saya kan tidak hamil." Ucap Anes.


"Tapi gejala yang anda alami seperti orang hamil, untuk lebih jelasnya saya akan memeriksa anda terlebih dahulu nona." Ucap dokter.


"Sudah nes iyakan saja dari pada kamu bingung dan penasaran." Ucap Aleta, dengan ragu-ragu Anes mengikuti dokter dan berbaring di atas brankar.


Suster mulai mengolesi jel di atas perut Anes dan setelah itu dokter memeriksa keadaan Anes, mata Aleta berkaca-kaca saat melihat gambar yang ada di monitor.


"Nes." Lirih Aleta.


"Nona anda melihat dua benda kecil itu." Ucap dokter, Anes mengangguk polos dan menatap dokter.



"Hmmm." Sahut nya.


"Anda tahu apa itu?" Tanya dokter.


"Tidak." Sahut Anes menggelengkan kepalanya dengan polos.


"Nona anda sedang mengandung bayi kembar, jika dilihat dari besar nya janin usia kandungan anda saat ini sudah menginjak usia enam minggu." Ucap dokter itu, membuat Anes memelototkan matanya.


"Ha_hamil?" Tanya Anes.

__ADS_1


"Ya gejala yang di alami Anda dan suami anda itu adalah gejala ibu hamil, pada trimester pertama, seorang ibu hamil biasanya mengalami morning sickness. Gejala yang terjadi meliputi mual dan muntah saat pagi hari. Morning sickness adalah hal yang wajar dialami oleh ibu hamil dan bukan gejala dari suatu masalah pada kandungan.


Dan morning sickness bisa terjadi pada suami atau calon ayah. Bagi laki-laki, morning sickness bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom couvade. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri tanpa benar-benar hamil." Ucap dokter menjelaskan, dengan mata berkaca-kaca Anes mendengarkan perkataan dokter dengan seksama.


Aleta menghampiri Anes yang masih berbaring di atas brankar, Aleta memeluk Anes yang menangis terharu.


"Hiks... Ta aku hamil ini beneran kan gak bercanda kan." Lirih Anes.


"Enggak nes ini beneran kamu hamil bayi kembar nes dua, tuhan benar-benar menyayangi kamu. Selama ini banyak yang memberikan kata-kata yang membuat kamu bersedih, tapi lihatlah semua itu kini terbalaskan." Ucap Aleta, Anes mengangguk dalam pelukan Aleta Anes meraung.


"Selamat ya nona anda akan menjadi seorang ibu." Ucap dokter saat Anes dan Aleta sudah puas menumpahkan rasa haru nya.


"Gak nyangka kan kalau usia kandungan kita cuma beda satu bulan aja." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan menggandeng tangan Aleta.


"Ta bayi nya kembar." Ucap Anes, Aleta tersenyum bahagia.


"Langsung dua kan nes gak apa-apa itu hadiah istimewa untuk kamu." Ucap Aleta, Anes dan Aleta berniat untuk kembali ke mobil sampai pada akhirnya ada beberapa laki-laki berpakaian hitam menarik tangan Anes.


"Ashhh." Desis Anes.


"Anes." Teriak Aleta, Nana yang mendengar teriakan Aleta langsung keluar dari mobil.


"Lepasin aku." Teriak Anes mencoba untuk melawan, tapi Aleta menjerit keras dan membuat Anes ingat jika kini dirinya sedang mengandung.


"Nona." Teriak Nana, wanita itu mendekati Anes yang dimasukkan kedalam mobil.


"Na bagaimana dengan Anes na." Ucap Aleta.


"Nona ada apa sebenarnya dan kenapa nona Anes tidak melawan." Ucap Nana, ia mencoba untuk menyelamatkan Anes namun sayang satu dari laki-laki itu menendang dada Nana dengan keras.


Bughh... Nana terpental ke belakang membuat Anes dan Aleta memekik.


"Nana." Teriak Aleta dan Anes.


"Nona." Teriak Nana, saat melihat mobil yang di tumpangi Anes pergi dari hadapan nya.


"Na kamu gak apa-apa?" Tanya Aleta.


"Saya tidak apa-apa tapi bagaimana dengan nona muda." Ucap Nana penuh ke khawatiran.


"Na Anes tidak mungkin melawan ataupun berontak, ada dua nyawa yang harus ia lindungi." Ucap Aleta menangis histeris.

__ADS_1


"Ma_maksud nona apa?" Tanya Nana.


"Anes sedang mengandung bayi kembar na, dan Anes baru menyadari jika dirinya sedang mengandung." Ucap Aleta, Nana menitihkan air matanya.


"Nona saya akan menghubungi tuan Azka (suami Aleta) untuk menjemput nona, saya harus menyelamatkan nona muda." Ucap Nana, Aleta mengangguk ia benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi kepada Anes.


"Siapa kalian hah lepaskan saya." Ucap Anes.


"Jangan banyak bicara atau aku akan melukaimu." Ancam salah satu orang itu.


(Bagaimana ini sebenarnya semua orang ini bisa aku kalahkan saat ini juga, tapi bagaimana dengan anak-anakku yang belum lahir ini. Seandainya aku tidak tahu jika mereka ada dalam perutku mungkin aku sudah menghajar mereka sejak tadi, tapi sekarang aku sudah tahu ada dua anakku yang butuh perlindungan dariku.) Batin Anes, wanita itu terus memutar otak nya untuk mencari cara agar bisa kabur.


Anes menatap sekeliling yang ternyata hutan, dari kejauhan di belakang mobil itu Anes melihat mobil yang tadi di kendarai oleh Nana.


"Lepas kalian semua pengecut." Ucap Anes, para lelaki di dalam mobil itu tertawa mendengar perkataan Anes.


"Haha kami memang pengecut, tapi kami tidak sejahat kamu yang tega mengurung seorang wanita hamil." Ucap nya, Anes terdiam seorang wanita hamil? Siapa apakah Liza yang mereka maksud, tapi siapa mereka kenapa mereka menculik Anes.


"Siapa yang kalian maksud?" Tanya Anes, semua lelaki itu hanya diam tidak mempedulikan perkataan Anes.


"Kau pikir saja siapa yang kau kurung setelah kau tahu diam dan jangan banyak bicara." Tegas nya, Anes berpikir mungkinkah ini orang-orang suruhan kekasih Liza. Anes memperhatikan wajah mereka satu-persatu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2