Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 159


__ADS_3

"Tidak dia sering mengamuk di sekolahnya." Ucap dokter itu.


"Saya tidak peduli yang saya inginkan berhenti melakukan ini kepada Kenzie, atau saya akan menutup rumah sakit tempat kalian bekerja." Ucap Anes, dokter itu tertawa kecil mendengar perkataan Anes ia menganggap Anes adalah wanita lemah yang dinikahi oleh Deandra.


"Nona sebaiknya anda tidak ikut campur dalam masalah ini, jadilah istri yang baik sebelum anda di ceraikan oleh tuan muda." Ujar nya.


"Apa katamu?" Ucap Anes, mereka semua tertawa mengejek kepada Anes.


"Ya sebelum tuan muda muak dengan kelakuan anda, anda sebagai menantu sepertinya sudah terlalu banyak ikut campur." Ujar nya, Anes tertawa kecil mendengar perkataan dokter angkuh itu.


"Ya saya memang suka sekali ikut campur, semoga kamu tidak menyesal karena sudah mengatakan itu kepada saya." Ucap Anes, mereka tertawa kecil sementara mama wanita itu menghubungi Deandra karena Anes yang nekat menghampiri Kenzie.


"Untuk apa saya menyesal saya tahu betul bagaimana tuan muda, dia tidak pernah suka orang lain ikut campur dalam urusan pribadi nya ataupun keluarga nya." Ucap nya.


"Tapi saya ini istrinya." Ucap Anes.


"Istri ck, jika tuan muda meninggalkan anda karena ini anda tidak akan pernah bisa berbicara seperti ini lagi kepada saya. Karena mungkin nanti anda akan menjadi geland*ngan." Ujar nya, Anes tersenyum tipis menanggapi itu.


"Benar sekali apa yang kamu katakan mungkin jika saya di ceraikan oleh Deandra saya akan menjadi seorang geland*ngan, tapi apa mungkin seorang Justin Abrisham akan membiarkan putrinya menjadi seperti itu?" Ucap Anes, membuat raut wajah dokter tadi berubah terlihat bingung.


"Ap_apa maksud anda?" Tanya nya.


"Perkenalkan nama saya Aneska Quenby Abrisham, dan satu lagi saya adalah istri dari seorang tuan muda Deandra Gavriel oh ada yang perlu kamu ketahui jika saya sedang mengandung anak dari seorang Deandra. Coba kamu pikirkan apa mungkin Deandra akan meninggalkan saya? Sepertinya yang akan menjadi geland*ngan itu bukan saya tapi kamu." Tegas Anes.


"No_nona." Lirih nya.


"Karena kamu sudah membuat Kenzie ketakutan maka saya tidak akan pernah melepaskan kamu, saya akan membuat kamu tidak bisa muncul di sudut dunia manapun!" Ucap Anes, dokter itu langsung gelagapan mendengar perkataan Anes.


"Nona jangan terlalu serius saya hanya sedang bercanda." Ujarnya.


"Simpan saja candaan kamu itu karena saya tidak pernah bercanda kepada orang-orang yang menyakiti keluarga saya." Ucap Anes, dokter dan kedua asistennya itu langsung menelan ludah saat melihat kepergian Anes.


"Anes." Lirih mama.


"Kenzie baik-baik saja ma, dan Anes minta jangan pernah membawa Kenzie ke dokter manapun karena itu tidak akan membuat dia baik-baik saja." Ucap Anes.


"Iya nes maafkan mama." Ucap mama.


"Anes akan sering-sering menjenguk Kenzie, dan Anes harap mama bisa menepati perkataan mama." Balas Anes, Nana menyerahkan tubuh Kenzie kepada mama.


"Kenzie are you ok?" Tanya Anes.

__ADS_1


"Hmmm, makasih tante." Ujar nya.


"Sama-sama anak baik harus sehat." Ucap Anes.


"Emmh." Balas Kenzie.


"Tante pulang dulu boleh?" Tanya nya.


"Boleh." Balas Kenzie tersenyum manis, dokter yang tadi terdiam melihat Kenzie tersenyum dan mengecup manis pipi Anes.


"Aduh sayang nya tante." Ucap Anes, mama tersenyum kini ia yakin jika Kenzie baik-baik saja.


"Nyonya." Ucap dokter itu.


"Dok i'm sorry tapi saya tidak bisa melanjutkan pengobatan Kenzie." Ucap mama, Anes menatap dokter itu dengan tajam.


"Ya tidak apa-apa nyonya saya mengerti, saya juga ijin pamit kepada nyonya." Ujar nya, mama pun mengangguk dan mereka pergi dari rumah mama.


Anes menatap mama yang menatap Anes dengan sendu, Anes mengelus kepala Kenzie dengan lembut.


"Aku akan pulang ke rumah dulu ma dan setelah Dean kembali aku akan menjemput Kenzie, aku berpikir akan mengajak nya untuk tinggal bersamaku." Ucap Anes.


"Nes kamu tidak percaya mama?" Tanya mama.


"Tapi nes Kenzie suka mengamuk kadang-kadang." Ucap mama.


"Apa mama pernah berpikir jika itu karena pengaruh obat dari yang Kenzie minum? Ma kita tidak bisa mempercayakan Kenzie kepada dokter manapun apalgi mengingat jika Ken anak Liza, bagaimana jika orang-orang terdekat Liza menyamar sebagai dokter untuk menyakiti Kenzie?" Ucap Anes, mama terdiam mendengar perkataan Anes. Apa yang dikatakan oleh Anes ada benarnya, dan seharusnya mama tidak mudah percaya dengan orang lain.


"Baiklah mama percaya dan yakin jika keputusan kamu ini yang terbaik untuk Kenzie, maafkan mama karena membuat kamu khawatir sayang." Ucap mama, wanita itu memeluk Anes karena merasa bersalah.


"Tante." Panggil Kenzie.


"Iya sayang ada apa." Jawab Anes.


"Kamu adalah peri cantik yang dikirim tuhan untuk Kenzie, terimakasih i love you." Ujar nya, Anes dan mama menatap Kenzie dengan berkaca-kaca sampai akhirnya Kenzie menjatuhkan kepalanya di bahu Nana dan memejamkan matanya.


Anes menggenggam tangan Kenzie dengan mengernyit heran, Anes memegang pipi bocah kecil itu yang terlihat terlelap.


"Kenzie are you ok?" Tanya Anes menepuk pipi Kenzie dengan lembut.


"Kenzie." Lirih Anes.

__ADS_1


"Na kenzie kenapa na." Ucap Anes, Nana ikut panik dan langsung meletakkan tubuh Kenzie di sofa.


"Ken." Panggil mama Dean.


"Ma Kenzie." Ucap Anes.


"Nona sebaiknya kita bawa ke dokter." Ucap Nana, Anes mengangguk dan mengikuti Nana yang menggendong Kenzie ke dalam mobil.


"Ken jangan seperti ini tante, tante janji tidak akan meninggalkan Kenzie tante akan selalu bersama dengan Kenzie." Ucap Anes, bibir Kenzie terlihat membiru tubuh mungil nya dingin.


Anes dengan perut besar nya mencoba untuk memangku dan memeluk Kenzie, berharap keponakan nya itu mendapatkan kehangatan.


"Jangan pergi tante mohon Ken jangan tinggalin tante sayang." Bisik Anes di telinga Kenzie, sementara Nana fokus mengemudi.


"Nes perut kamu sayang." Ucap mama, Anes menggelengkan kepalanya ia takut Kenzie kenapa-kenapa Anes takut kehilangan Kenzie.


Sesampainya di rumah sakit Nana langsung memanggil perawat untuk memeriksa Kenzie, bocah kecil itu terlihat sangat tenang dalam tidurnya.


Anes mengusap pipinya yang basah dengan air mata, ia menatap Kenzie yang masuk keruang U*D, hatinya sakit melihat Kenzie tak berdaya.


"Maafin mama." Lirih mama Dean, menunduk membuat Nana merasa tidak tega kepada Anes.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2