
Tidak lama kemudian Joe masuk kedalam ruang kerja Deandra, Joe menatap Anes dan menunduk sopan kepada istri dari bos sekaligus sahabatnya itu.
"Selamat siang nona." Ucap Joe, Jordan yang mendengar suara Joe langsung menoleh.
Jordan begitu terkejut saat melihat Anes yang sedang duduk santai di sofa, Anes tersenyum sopan kepada Jordan. Sementara itu Jordan yang melihat senyuman Anes langsung menoleh dan menatap Deandra.
"De kok ada Anes." Ucap Jordan, lelaki itu menelan saliva nya dengan sulit saat tahu jika istri dari sahabatnya ada di ruangan itu.
"Hmmm, memang ada." Jawab Deandra santai.
"Sejak kapan?" Tanya Jordan.
"Tentu saja sejak saya datang ke kantor, saya sengaja mengajak Anes kesini." Ucap Dean, Jordan menelan saliva nya dengan sulit.
"Kenapa gak bilang dari tadi si de yaampun." Ucap Jordan, Deandra hanya tersenyum tipis saja.
"Bagaimana saya bisa memberi tahu kamu, jika kamu saja banyak bicara dari tadi." Ucap Dean, Jordan mengusap wajah nya kasar.
"Hai nes." Ucap Jordan terpaksa menyapa.
"Hai Jo." Balas Anes, Joe mengernyit heran apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa?" Tanya Joe.
"Tidak ada apa-apa." Jawab Anes, Jordan berdiri dari duduk nya.
"Tidak apa-apa lah harga diri saya jatuh di hadapan Anes, yang penting bisa liat Anes." Ucap Jordan, malah menggoda Deandra.
"Si*lan, keluar kau." Sengit Deandra.
"Tidak mau." Ucap Jordan, lelaki itu senang saat menggoda sahabatnya.
"Jo keluar Jo jangan cari masalah." Ucap Joe.
"Kenapa?" Tanya Jordan.
"Gaji kamu gak turun lima bulan mau kau." ucap Joe, Jordan mendengus selalu saja gaji yang menjadi jaminan nya.
"Cih dasar menyebalkan." Ucap Jordan, akhirnya Jordan keluar dari ruang kerja Deandra.
Sementara Dean ia menatap Joe yang masih berdiri di hadapannya, Joe tersenyum dan menghampiri Dean untuk memberikan beberapa dokumen penting yang diminta oleh Deandra.
"Ini beberapa dokumen yang kamu minta semalam." Ucap Joe, Deandra mengangguk.
"Hmmm, kamu boleh keluar." Ucap Dean, sebelum Joe mengatakan untuk undur diri.
"Iya saya mau pergi kok santai saja." Ucap Joe, sebelum pergi Joe tersenyum sopan kepada Anes. Dean yang melihat itu menatap Joe yang memunggunginya dengan datar.
__ADS_1
"Gak usah senyum-senyum kepada istri orang bisa." Ucap Deandra, membuat Joe menghela nafas pasrah.
"Iya iya, gitu doang protes dasar bucin akut." Ucap Joe, Anes tersenyum tipis dan menatap suaminya yang sedang fokus bekerja.
"Ada yang bisa aku bantu tidak?" Tanya Anes, karena mulai merasa bosan.
"Tidak ada." Jawab Deandra simple.
"Aku bantu kamu ya, itu banyak dokumen yang harus kamu periksa kan." Ucap Anes.
"Tidak perlu kamu duduk saja." Ucap Dean lagi, Anes menyandarkan tubuhnya di sofa.
Ia memainkan ponselnya dan bermain game, semua sudah Anes lakukan namun wanita itu tetap meras bosan.
Anes bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Deandra, Anes berdiri di samping suaminya yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Ngapain diri disitu?" Tanya Deandra.
"Aku bosan." Ucap Anes.
"Pesan makanan atau belanja apa gitu di aplikasi online." Ucap Deandra, Anes menatap Dean dengan sedikit kesal.
"Gak ah, kasih aku pekerjaan dong Dean aku bosan." Ucap Anes.
Deandra menghentikan kegiatan nya dan menatap Anes yang berdiri di samping nya, Dean tersenyum tipis dan menarik pinggang ramping Anes hingga membuat wanita itu duduk di pangkuan Deandra dan membuat Anes sedikit memekik.
"Aaaaa." Pekik Anes, Dean tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
"Apa yang bisa aku lakukan selain bekerja." Ucap Anes.
"Bermain game, memesan makanan atau berbelanja itu bisa kamu lakukan. Lakukan apapun yang kamu inginkan." Ucap Dean, Anes tersenyum penuh arti.
"Benarkah aku boleh melakukan semua yang aku inginkan?" Tanya Anes.
"Tentu saja lakukan semua yang kamu inginkan." Ucap Deandra tersenyum manis, melihat senyuman manis dari suaminya membuat Anes bangun dari pangkuan suaminya.
"Oke." Balas Anes, Dean menatap Anes yang kembali duduk di sofa dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Anes memesan banyak makanan melalui aplikasi, ia sengaja melakukan itu karena Anes tidak ingin makan sendirian.
Selain itu Anes juga tahu jika hari ini semua karyawan di minta untuk lembut oleh Deandra, mungkin karena itu juga Dean mengajak Anes karena ia tidak ingin menahan rindu jika Anes berada di rumah.
Pukul 07:00 malam hari makanan yang di pesan oleh Anes sampai, itu bertepatan dengan Joe yang sedang berada di lobby. Seorang security menghampiri Joe yang berdiri di dekat meja resepsionis.
"Permisi tuan." Ucap security itu.
"Iya ada apa." Balas Joe.
__ADS_1
"Itu tuan ada yang mengantarkan pesanan makanan milik nona Anes." Ucap security, Joe menatap banyaknya makanan yang di pesan oleh Anes.
"Kamu yakin ini milik nona?" Tanya Joe.
"Yakin tuan, dia sudah menunjukkan buktinya tuan." Ucap nya, Joe menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sebentar kamu tahan dulu mereka, saya akan mengkonfirmasi dulu kepada nona." Ucap Joe, akhirnya lelaki itupun memutuskan untuk pergi ke ruang kerja Deandra.
Namun sebelum Joe pergi ke ruang kerja Dean, pintu lift terbuka lebih dulu dan nampak lah Anes dengan senyum manis nya.
"Hai Joe." Ucap Anes.
"Nona." Sapa Joe.
"Pesanan saya sudah datang ya, waaaw pasti enak." Ucap Anes.
"Jadi itu benar nona yang memesan nya?" Tanya Joe, Anes mengangguk dan tersenyum ia berjalan menuju orang-orang pengantar makanan itu.
"Hmmm, saya yang memesan nya." Jawab Anes, Joe sedikit bingung bagaimana bisa Anes yang selalu menjaga pola makan nya malah memesan makanan sangat banyak.
"T_tapi untuk apa nona memesan makanan sebanyak itu, kita tidak akan mengadakan pesta di kantor kan nona." Ucap Joe, Anes menoleh menatap Joe.
"Siapa bilang, kita akan mengadakan makan malam bersama malam ini. Saya sengaja memesan banyak makanan untuk para karyawan yang lembur." Ucap Anes, Joe tercengang mendengar perkataan nona muda nya.
"No_nona tapi." Ucap Joe.
"Bawa ke aula ya pak." Ucap Anes, ia juga meminta bantuan kepada para security, dan bodyguard yang bertugas di kantor suaminya.
"Nona apa ini tidak berlebihan?" Tanya Joe, Anes menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja tidak, mereka wajar mendapatkan ini. Lagi pula mereka juga kan bekerja untuk Deandra, jadi bukan masalah kalau saya mengajak mereka makan malam bersama." Ucap Anes, beberapa karyawan yang mendengar perkataan Anes merasa semakin kagum dengan sosok Anes selain cantik Anes juga baik dan tidak membeda-bedakan antara para petinggi perusahaan dan karyawan biasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya ππ
Maaf baru update kemarin-kemarin lagi kurang enak badan, ini aja Masi gaenak alhasil gabisa tidur. dan aku mutusin buat updateπ maaf udah bikin kalian nunggu ππ***