
Keesokan harinya Bian nekat untuk menemui Deandra, dan itu semua tanpa sepengetahuan Alden juga Alexa. Disinilah Bian berada lelaki itu duduk sopan di hadapan Deandra yang memasang wajah datar dan tegas nya.
"Ada yang ingin kamu bicarakan dengan saya?" Ucap Deandra, Bian mengangguk dan menatap Dean.
"Ya ada yang ingin saya bicarakan dengan om." Ucap Bian, Dean mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Katakan apa yang ingin kamu bicarakan." Ucap Deandra.
"Sebelumnya saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada om, saya sama sekali tidak memiliki niat untuk menyakiti Alexa om." Ucap Bian menatap kembali wajah Dean, berharap ada ekspresi di wajah Daddy Alexa itu.
"Lanjutkan." Ucap Deandra.
"Saya juga meminta maaf karena ketidaktahuan saya menyebabkan kesalahpahaman antara saya, Alexa dan Alden. Jujur saya baru mengetahui jika Alden dan Alexa itu bersaudara." Ucap Bian, Dean menatap Bian dengan serius, tatapan Dean cukup membuat Bian panas dingin.
"Saya sudah tidak mempermasalahkan hal itu toh itu kejadian sudah lama." Ucap Deandra.
"Maaf om saya juga tahu jika om yang sudah membuat papi saya kehilangan klien penting nya, kenapa om melakukan itu? Ini salah saya om bukan salah papi." Ucap Bian, jujur keberanian Bian membuat Dean sedikit kagum. Pantas saja putrinya sampai tertarik kepada Bian ternyata memang lelaki yang seusia dengan Alden itu terlihat berani.
"Saya tidak melakukan apapun kepada perusahaan papi kamu ataupun kepada klien nya, saya hanya memberikan teguran kecil untuk orang yang sudah melukai putri saya." Ucap Deandra, Bian bungkam mendengar perkataan Dean ternyata benar Dean begitu meratukan Alexa.
"Baik saya terima itu tapi sekali lagi saya katakan jika saya tidak berniat menyakiti Alexa om, saya tidak sengaja mendorongnya saat itu." Ucap Bian.
"Hmmm, dan saya minta kamu jauhi Alexa." Ucap Deandra, Bian menatap serius Dean ternyata semua ini terjadi juga. Padahal sebelumnya Alexa pernah mengatakan jika sang Daddy tidak akan melarang siapapun untuk berteman dengan nya, dan Alexa juga mengatakan jika itu terjadi maka itu artinya Daddy sudah sangat kecewa.
"Tapi om." Lirih Bian.
"Saya tidak minta banyak hanya minta kamu untuk menjauhi putri saya." Ucap Deandra, Bian menunduk dan tidak mengiyakan.
"Saya rasa tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, saya harus pergi untuk meeting." Ucap Deandra, lelaki itu berjalan meninggalkan Bian yang duduk mematung.
Di perjalanan menuju ruang meeting Jordan dan Joe menatap Dean yang masih memasang wajah datar nya, Joe dan Jordan pun saling melirik.
"Apa yang dibicarakan bocah itu?" Tanya Jordan.
__ADS_1
"Tidak ada yang penting." Ucap Deandra.
"Benarkah, lalu apa yang kalian bicarakan?" Tanya Joe.
"Saya hanya meminta dia untuk menjauhi Alexa." Ucap Deandra, Jordan dan Joe pun menganga.
"Kenapa? Bukankah Alexa menyukainya dan kata Alden dia juga menyukai Alexa." Ucap Jordan.
"Hmmm, karena itu saya meminta dia untuk menjauhi Alexa." Ucap Deandra, perkataan Dean membuat Joe dan Jordan bingung.
"Kenapa begitu?" Tanya Joe.
"Saya tidak ingin Alexa terganggu sekolahnya, dan saya juga tidak ingin Alexa terluka dia masih muda masa depan nya masih panjang. Tidak lucu jika harus galau-galau di masa muda." Ucap Deandra, Joe dan Jordan pun mengangguk mereka berpikir jika apa yang dilakukan oleh Deandra itu sesuatu yang tepat.
...
Sore hari Ara dan Vani sedang bermain di rumah Alexa, mereka berbaring di tempat tidur dan menatap langit-langit kamar.
"Xa kenapa semuanya jadi berantakan kaya gini ya." Ucap Vani.
"Xa cukup ya berhenti menyalahkan diri kamu, kamu gak salah Alexa." Ucap Vani.
"Tapi memang ini salah aku Van seandainya saat itu aku gak jatuh semuanya gak akan kaya gini." Ucap Alexa.
"Kak jujur melihat sikap kakak seperti ini membuat aku berpikir apakah kakak benar-benar anak Tante Anes? Karena di antara keluarga yang lain rasanya kakak yang paling sabar." Ucap Ara, Alexa tertawa mendengar perkataan Ara.
"Ra aku benc* Amel ya aku sangat benc*, aku bukan kalah tapi aku menunggu waktu yang tepat untuk mengembalikan semuanya." Ucap Alexa.
"Waaah benarkah kenapa aku merasa sedikit ragu ya." Ucap Vani.
"Haissh Van kapan si Alexa pernah mengalah hmmm, Alden saja sampa stress karena aku gak pernah mau kalah." Ucap Alexa.
"Be-bentar kok aku jadi merinding ya denger perkataan kak Alexa." Ucap Ara.
__ADS_1
"Bener itu Ra, xa jangan aneh-aneh oke kita gak mau kamu kenapa-kenapa lagi." Ucap Vani.
"Ck, gak lah g*la kali." Ucap Alexa.
"Terus apa yang akan kakak lakuin?" Tanya Ara.
"Rahasia." Ucap Alexa,Vani dan Ara pun berdecak mendengar perkataan Alexa.
"Terserah ya xa ya yang penting gak aneh-aneh." Ucap Vani, Alexa mengangguk dan tersenyum manis.
"Tenang Van aneh-aneh juga aku bisa lindungi diri sendiri kok." Ucap Alexa.
"Gak usah banyak gaya xa lupa kalau kamu pernah masuk rumah sakit, lupa juga jika kejadian itu membuat mommy dan Daddy kamu turun tangan." Ucap Vani, Alexa tertawa mendengar perkataan Vani.
"CK, kali ini gak bakal kaya gitu lagi Van janji." Ucap Alexa, Vani hanya bisa menghela nafasnya dan Ara menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Alexa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊