Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 178


__ADS_3

Nana berjalan ke rumah belakang untuk memanggil Ike, saat memasuki rumah itu Nana melihat Ike yang mengenakan pakaian tidur nya sedang merebahkan tubuh mungil nya di atas sofa.


"Ke kamu di panggil nona." Ucap Nana.


"Hmmm." Balas Ike.


"Ike cepat kamu di panggil nona yaampun." Ucap Nana lagi, Ike tertawa kecil dan bangun dari posisi nya.


"Ada apa tumben sekali nona memanggil malam-malam seperti ini." Ucap Ike.


"Mau bagi-bagi bonus ke." Ceplos Nana, suster tertawa mendengar jawaban nyeleneh Ike.


"CK, ngarang." Ucap Ike, akhirnya Ike pun berjalan menuju rumah utama lebih dulu.


"Na ada apa nona manggil Ike?" Tanya suster kepo.


"Mbak masa Joe tiba-tiba mau melamar Ike." Ucap Nana.


"Apa?" Pekik suster.


"Iya mbak bahkan tuan dan nona saja sangat terkejut, itu artinya mereka juga tidak tahu tentang lamaran ini kan." Ucap Nana, suster mengangguk membenarkan perkataan Nana.


"Tapi kenapa tiba-tiba ya na." Ucap suster.


"Mangkanya itu kita saja bingung mbak." Ucap Nana.


"Ini kalian kenapa malah pada ngerumpi katanya Ike di panggil nona." Ucap Ike, yang kembali menghampiri Nana dan suster.


"Ya emang di panggil nona ke, kan yang di panggil kamu bukan kita." Ucap Nana.


"Gak bisa lah ayok ikut kita harus mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh nona bersama-sama." Ucap Ike, Nana dan suster saling menatap.


"Pekerjaan apa si ke." Ucap Nana, suster pun tertawa dan mereka mengikuti Ike yang mulai memasuki rumah utama.


"Dimana nona?" Tanya Ike kepada Nana.


"Ada di ruang tamu." Ucap Nana, Ike pun mengangguk dan berjalan menuju ruang tamu.


"Permisi nona memanggil Ike?" Tanya nya, Joe menatap Ike yang terlihat cantik dengan tubuh mungil nya.


"Hmmm." Balas Anes.


"Apa ada yang bisa Ike bantu?" Tanya nya lagi, Anes menggelengkan kepalanya membuat Ike mengernyit heran.


"Tidak ada, tapi kata Nana nona memanggil Ike." Ujar nya, mama Joe memperhatikan Ike yang polos dan lembut.

__ADS_1


"Am ke ini Joe dan mama papa nya mau bicara dengan kamu." Ucap Anes, akhirnya Ike mengalihkan pandangan nya kepada Joe dan kedua orang tuanya.


"H_hah?" Sahut Ike bingung, Nana kembali duduk di samping Jordan sementara suster ia berdiri tidak jauh dari tempat itu.


"Hai ke." Sapa Joe, Ika menelan saliva nya takut wajah Joe meskipun tampan tapi aura dingin nya tidak berkurang.


"I_iya tuan." Balas Ike.


"Malam nona saya mama nya Joe dan ini suami saya papa nya Joe." Ucap mama Joe.


"Saya Ike nyonya." Balas Ike sopan.


"Begini Ike kedatangan saya kesini bukan hanya untuk bertamu saja, tapi saya dan suami berniat melamar kamu untuk putra kami Joe." Ucap mama Joe, membuat Ike terbelalak mendengar nya.


"Apa?" Pekik Ike mulai lepas kontrol, namun seketika Ike langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Ma_maaf maksud saya kenapa di lamar?" Ucap Ike, Anes dan Nana ingin tertawa melihat wajah pucat Ike.


"Karena Joe menginginkan kamu menjadi istri nya, tentu saja saya sebagai orang tua akan mendukung putra saya apalagi kamu orang kepercayaan Dean dan Anes saya yakin kamu orang yang baik." Ucap mama Joe.


"Tidak nyonya saya orang yang matre saya bahkan selalu meminta bonus kepada tuan dan nona muda, saya juga selalu membeli semua barang menggunakan uang nona dan tuan bukankah saya wanita yang tidak baik." Cerocos Ike, Anes dan yang lain tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


Joe bangun dari duduknya dan mendekati Ike, hal itu membuat Ike ketar-ketir karena Joe mendekati nya.


"Itu bukan masalah besar untuk saya." Ucap Joe.


"Bukankah itu hal yang bagus saya akan membuat kamu berteriak setiap malam." Bisik Joe, Ike menatap Joe dengan tajam tapi jantung nya berdegup kencang.


"Bagaimana bisa ini terjadi kepada Ike nona." Ucap Ike.


"Ke sudah ya seperti nya ini adalah pangeran yang dikirim tuhan untuk kamu." Ucap Nana.


"Na ini bukan pangeran loh." Ucap Ike.


"Ike saya harap kamu mau menerima ini dan tidak membuat saya kecewa, saya akan memberikan waktu dua Minggu untuk kamu mempersiapkan diri kamu." Ucap mama Joe.


"Ini apa tiba-tiba waktu dua Minggu." Ucap Ike.


"Nona kalau begitu kami permisi dulu, Ike setelah dua Minggu ini kamu akan menjadi istri saya." Ucap Joe, Ike tercengang ini mimpi kan ini mimpi pasti.


...


Keesokan harinya Ike menyembunyikan wajahnya di antara kedua tangannya, ia benar-benar bisa g*la jika menikah dengan kanebo kering itu.


"Kamu kenapa ke lagi grogi ya." Goda Anes, setelah semalam ia diberi pengertian oleh Deandra ia mengerti dan akan memberikan support kepada Ike.

__ADS_1


"Mana ada grogi si nona Ike sedang mempersiapkan kewarasan Ike." Ujar nya, Nana yang setiap hari kerumah Anes hanya untuk menggendong baby Alden pun tertawa.


"Ke apakah kau bisa g*la jika setiap hari melihat ketampanan Joe?" Ucap Nana ikut menggoda.


"Na aku bisa g*la bukan karena ketampanannya tapi karena wajah datarnya, kalian tahu semalam apa yang dia bisikkan kepadaku." Ucap Ike mendramatisir keadaan.


"Apa tuh ke?" Kepo Anes, suster dan Nana.


"Saat aku mengatakan jika aku adalah orang yang berisik dia berbisik dan berkata jika itu bagus, dia akan membuat aku berteriak setiap malam bukankah itu g*la." Ucap Ike, Anes dan yang lain tertawa renyah mendengar perkataan Ike.


"Ke itu tidak akan membuat kamu g*la karena itu adalah salah satu teriakan yang akan membuat kamu ketagihan." Goda Nana, Anes dan suster terkikik geli mendengar perkataan Nana.


"Na apa kau mulai men*kmatinya?" Ceplos suster, membuat wajah Nana merona.


"Bisa dibilang seperti itu." Ucap Nana malu-malu.


"Ike nanti bisa seperti Nana juga ke tenang saja, Joe kan kuat dan gagah." Ucap Anes, Ike memicingkan matanya menatap Anes.


"Apakah tuan muda juga gagah nona?" Ucap Ike balik menggoda.


"Sangat gagah ke Dean tidak bisa di ragukan lagi, lihat saja sekali melahirkan anakku langsung dua." Ucap Anes, Ike yang semula stres pun langsung tertawa dan bertepuk tangan.


"Ini yang dinamakan dengan gak kaleng-kaleng." Ucap Ike, merekapun tertawa mereka akan membuat Ike bahagia dengan pernikahan nya nanti.


"Tentu saja, kau juga akan merasakan yang sama nanti dengan babang Joe." Goda suster, sudahlah Anes merasa g*la jika sudah bergabung dengan mereka.


Untung saja Cya sedang tidak ada di rumah karena gadis cantik itu harus bersekolah, jika Cya ada di rumah maka hilang sudah kepolosan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2