Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 214


__ADS_3

"Hmmm, karena aku yang terlalu perkasa Anes sampai harus melahirkan dua bayi sekaligus dan aku tahu itu sangat menyakitkan." Ucap Deandra, Jordan dan Joe tertawa mendengar nya.


"Dean sepertinya para kecebong yang kamu keluarkan berlomba-lomba untuk menjadi anak kamu dan Anes, karena mereka tahu jika kamu dan Anes kaya raya." Ucap Jordan, Joe tertawa renyah mendengar nya.


Mereka benar-benar g*la jika sudah membahas tentang anak, Deandra bahkan harus menahan tawa nya hanya untuk menjaga image nya yang seorang CEO.


"Jadi apakah maksudnya kecebong yang kamu keluarkan berlomba-lomba untuk menyerah, karena mereka tahu kamu yang akan menjadi papi nya dan Ardan lah kalah karena takdir berkata jika dia harus mejadi anakmu begitu." Ucap Deandra, Jordan mendengus membuat Joe tertawa.


"Benar karena kecebong yang bertahan di perut Nana hanya satu" Ledek Joe.


"Joe memangnya berapa kecebong yang bertahan di perut Ike?" Ucap Jordan, Joe tertawa dan menggaruk kepalanya lalu lelaki itu mengalihkan pandangan mereka ke para pelayan wanita di cafe itu.


"Sudah cukup jangan membicarakan tentang para istri dan anak lagi, lihat bukankah mereka begitu cantik." Ucap Joe, membuat Jordan memukul kepala lelaki itu.


"Apa menurutmu Ike kurang cantik." Ucap Jordan.


"Tentu saja cantik banyak hal mengejutkan dari Ike, tapi ini beda kita disini untuk menghilangkan rasa penat." Ucap Joe.


"Tapi rasa penatku tidak hilang karena hanya Anes yang bisa mengobatinya." Ucap Deandra.


"CK, apa sekarang kau mulai kecintaan kepada Anes." Ledek Jordan.


"Tentu saja kau tidak tahu bagaimana dia selalu membuatku bahagia, dan hanya aku yang bisa merasakan itu." Ucap Deandra mengerlingkan matanya, membuat Jordan dan Joe menganga.


"Sepertinya Anes berhasil membuat seorang Deandra yang datar dan dingin menjadi CEO mes*m, bagaimana bisa dia memasang wajah seperti itu di tempat umum." Ucap Jordan.


"Kau tidak tahu jika hari ini dia terlambat karena apa." Ucap Joe memasang wajah kesal nya.


"Karena apa?" Tanya Jordan penasaran.


"Tentu saja karena nona Anes membahagiakan nya, si*l nya kenapa harus selalu aku yang menjadi saksi bisu semua itu." Ucap Joe, Dean mengernyit memangnya siapa lagi selain dirinya.


"Memangnya ada lagi selain aku?" Tanya Deandra.


"Jordan kau masih memiliki hati Dean karena langsung menutup pintu sampai aku tak bisa melihat nona Anes, tapi Jordan aku bahkan bisa mendengar suara Nana arrrggghhh itu terjadi sebelum aku menikah dengan Ike." Ucap Joe frustasi, Deandra dan Jordan tertawa kecil melihat wajah kesal Joe.


"Sorry Joe itu sangat tidak bisa aku hentikan." Ucap Jordan, merekapun tertawa bersama mengingat hal-hal konyol dalam kehidupan mereka sekarang.


...


Malam hari di kediaman Joe terlihat Ara yang sedang duduk di ruang tengah dan Joe datang menghampiri putrinya, Joe mengangkat tubuh Ara dan mendudukkan tubuh mungil nya di atas pangkuan Joe.


"Asik sekali sepertinya hmmm, ini sudah malam sebaiknya Ara tidur." Ucap Joe.

__ADS_1


"Kenapa aku masih ingin menonton." Ucap Ara, Ike menatap Joe yang memeluk Ara dan memangku nya.


"Ternyata gini rasanya bersaing dengan anak sendiri." Gumam Ike, membuat Joe menoleh dan mengernyit.


"Kenapa?" Tanya Joe.


"Menurut kamu aku kenapa?" Tanya Ike.


"Tidak tahu." Balas Joe, Ike mendengus mendengar nya.


"Bukankah itu tempat ku kenapa sekarang malah Ara yang duduk disana."Ujar nya, Joe tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Sayang Ara ini putriku apakah kamu merasa cemburu kepadanya." Ucap Joe.


"Menurutmu." Protes Ike, Ara yang merasa papi dan mami nya sangat berisik pun menoleh.


"Kenapa mami dan papi berisik sekali apakah kalian tidak melihat jika Ara sedang menonton." Ucap Ara.


"Tentu saja melihat sayang." Ucap Joe.


"Kalau begitu diamlah Ara sedang fokus menonton." Ucap gadis kecil itu, Joe pun mengangguk dan tersenyum manis kepada Ara.


Sementara itu Ike meminta Joe untuk menurunkan Ara, dan wanita itu langsung menarik Joe ke kamar nya tahu lah apa yang mereka lakukan ya itu, pokoknya itu.


Di kediaman Jordan terlihat Jordan dan Nana sedang bermesraan di gazebo taman belakang, dan tanpa mereka ketahui Ardan datang menghampiri mereka.


"Tidak ada sayang kenapa kamu kesini?" Ucap Jordan.


"Aku tidak bisa tidur bolehkah aku tidur dengan papi dan mami." Ucap Ardan, Jordan dan Nana pun hanya bisa mengangguk saja.


Jujur saja Jordan merasa malu karena terpergok sudah dua kali, dulu oleh mami nya dan sekarang oleh putranya untung mereka berdua hanya sedang berpelukan dan berniat ingin berc**m*n namun gagal.


"Baiklah ayok kita ke kamar ini sudah malam kamu harus segera tidur." Ucap Nana, Ardan pun mengangguk dan berjalan menuju kamar bersama dengan Nana.


Dan di kediaman Deandra hari ini Alexa terlihat sedang manja gadis kecil itu sekarang sedang berada dalam gendongan Deandra, Alexa memeluk leher daddy nya dan menyembunyikan wajahnya di leher Deandra.


"Sayang kamu sakit?" Tanya Anes, Alexa menggelengkan kepalanya.


"Alden mau mommy gendong juga?" Tanya Anes, Cya menatap kedua adiknya yang sedang manja.


"Tidak aku ingin di peluk mommy." Ucap Alden, Cya dan Anes tersenyum manis tentu saja Anes menerima tubuh mungil Alden.


"Daddy Alexa mengantuk." Ucap Alexa.

__ADS_1


"Tidurlah." Ucap Deandra mengelus kepala putrinya, Dean menggendong tubuh Alexa sampai sedikit berjalan agar putrinya tertidur.


"Beginilah sepi nya jika si kembar sedang bermanja." Ucap Cya.


"Cie kak Cya kangen tuh kehebohan Alden dan Alexa." Ucap Anes, Cya tertawa kecil lalu menatap Dean yang pergi entah kemana.


"Kak tahu tidak." Ucap Cya, Anes menoleh dan menatap Cya.


"Tentu saja tidak orang kamu belum bicara." Ucap Anes, Cya tertawa kecil mendengar perkataan kakak nya.


"Ikan kak Dean baik-baik saja kan? Soalnya kemarin Alexa melempar sepatu Alden kedalam aquarium nya." Ucap Cya membuat Anes terbelalak.


"Apa?" Pekik Anes, dengan cepat Cya menutup mulut Anes.


"Jangan berisik." Ucap Cya, Anes langsung menoleh ke berbagai arah untuk memastikan jika suaminya tidak ada.


"Tapi kakak kamu gak ngomong apa-apa Cya." Ucap Anes.


"Tentu karena aku berhasil mengeluarkan sepatu malang itu dari sana, kau tahu bahkan wajah tampan Alden sudah sangat pucat kemarin." Ucap Cya, Anes menatap Alden yang ada di pangkuan nya kini bocah tampan itu terlelap dalam pelukan Anes.


"Untunglah sampai sekarang ikan itu baik-baik saja, lagi pula bagaimana bisa Alexa memasukkan nya." Ucap Anes.


"Kak apa kau lupa bagaimana Alexa hmmm, putrimu itu akan melakukan apapun untuk membalas kejahilan Alden." Ucap Cya, Anes mengangguk lalu tertawa kecil dan mengecup kening Alden.


Dalam keluarga Abrisham semua saudara Anes memiliki anak pertama laki-laki dan ia bersyukur karena Anes juga memiliki nya, bahkan tak hanya laki-laki Anes bahkan memiliki anak perempuan juga itu sudah sangat cukup bagi Anes.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2