Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 42


__ADS_3

Saat Anes keluar dari lift ia melihat Joe yang sedang berdiri didepan pintu lift, Anes tahu mungkin Joe memang sengaja sedang menunggunya. Tapi tanpa Anes tahu Deandra lah yang meminta Joe untuk menjemput Anes di depan lift.


"Selamat datang nona."Ucap Joe.


"Hai Joe." Balas Anes.


"Mari saya antar nona." Ucap Joe, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


Beberapa orang yang berada disana melihat dan memperhatikan Anes, mereka merasa kagum dengan kecantikan Anes namun Anes justru malah biasa saja.


"Ini ruang kerja nya nona silahkan masuk." Ucap Joe, Anes mengangguk dan Joe membukakan pintu ruang kerja Deandra untuk Anes.


Disana Anes melihat jika suaminya sedang sibuk dengan pekerjaan, Anes berdiri di hadapan Dean hingga membuat lelaki itu menghentikan pekerjaannya dan menatap Anes.


"Apakah aku mengganggu?" Tanya Anes.


"Menurutmu." Jawab Deandra, Anes mengangguk ia tahu jika dirinya mengganggu pekerjaan Dean.


"Maaf." Ucap Anes, Deandra mengernyit heran menatap Anes. Kenapa Anes tumben sekali mau meminta maaf, dan ada apa sampai dia datang ke perusahaan Deandra. Apakah ada sesuatu yang sangat penting yang harus dibicarakan dengan Dean.


"Katakan ada apa kamu kemari?" Tanya nya.


"Aku ke sini ingin mengatakan jika aku harus pergi ke pulau B." Ucap Anes.


"Kamu meminta izin kepada saya?" Tanya Dean.


"Hmmm, bagaimanapun juga kamu itu kan suami aku Dean, dan memang sudah seharusnya aku izin kepada kamu." Ucap Anes, membuat Deandra terdiam si*l kenapa hatinya merasa bahagia saat Anes mengatakan itu.


"Kapan perginya dan berapa lama?" Tanya Deandra.


"Sore, mungkin satu minggu aku berada disana." Ucap Anes, Dean menelan saliva nya menatap Anes.


"Kamu yakin mau pergi? memangnya sudah sembuh hah nanti sakit lagi saya yang repot." Ucap Deandra.


"Ya, yakin lagian aku juga sudah sembuh kok." Ucap Anes, Dean menatap Anes dengan intens.


(Anes beneran sembuh gak ya, takutnya dia bilang kaya gitu cuma karena biar aku kasi ijin lagi. Nanti kalau tiba-tiba disana dia sakit lagi gimana.) Batin nya.


"Oke gak masalah, tapi sebelum itu kita ke dokter dulu." Ucap Deandra membuat Anes tercengang, wanita itu menatap Dean tidak percaya.


"Ke dokter? Untuk apa?" Tanya Anes.


"Periksa apakah kamu sudah benar-benar sembuh atau belum." Ucap Dean, Anes refleks menganga mendengar perkataan Deandra.


"Ngapain pake ke dokter segala si aku sudah sembuh." Ucap Anes.


"Gak, aku gak percaya." Ucap Deandra, Anes semakin bingung dengan sikap Deandra.


"Kamu kenapa si kamu khawatir kan sama aku, udahlah Dean kamu ngaku aja. Lagian kamu tahu aku sudah bisa ke kantor itu artinya aku sudah sembuh." Ucap Anes.


"Jangan geer." Ucap Deandra, Anes mencebikan bibirnya.


"Tapi aku gak mau ke dokter Dean." Ucap Anes, Deandra bangun dari duduknya nya dan menarik tangan Anes keluar dari ruang kerja nya.

__ADS_1


"Ayok kamu harus periksa dulu ke dokter." Ucap Dean, Joe melihat Dean yang menarik tangan Anes.


"Khawatir ya tuan." Ejek Joe, Dean menatap Joe dengan tajam.


"Tutup mulut kamu." Ucap Deandra, Joe langsung bungkam.


"Maaf tuan, mau saya antar tuan." Ucap Joe.


"Gak perlu saya bisa sendiri." Ucap Deandra.


"Benar tuan bisa sendiri, kan tuan ingin berduaan dulu sebelum nona Anes pergi." Ucap Joe tersenyum tipis, membuat Deandra mendelik tajam. Dean menarik tubuh Anes untuk masuk kedalam lift.


Anes menggerutu kesal karena Deandra benar-benar menyebalkan, aneh nya selalu saja ada perdebatan di antara mereka.


Deandra kembali menarik tangan Anes saat pintu lift sudah terbuka, beberapa karyawan menatap Dean yang memegang tangan Anes.


"Tuan." Sapa beberapa karyawan.


"Nona." Sapa nya.


"Hmmm." Balas Anes dan Deandra.


"Dean aku gak mau ke dokter ish, lagian aku enggak sakit." Ucap Anes.


"Tubuh kamu masih hangat Anes." Ucap Deandra.


"Ya kalau tubuh aku dingin itu artinya aku sudah meninggal Deandra, kamu ish ngeselin banget sumpah." Ucap Anes, para karyawan wanita merasa iri dengan Anes yang sangat di perhatikan oleh Deandra.


"Masuk." Ucap Dean, lelaki itu memasukan Anes kedalam mobilnya.


"Kenapa kamu mendecih." Ucap Deandra.


"Udah deh Dean ngaku aja kamu udah cinta kan sama aku, kalau enggak untuk apa kamu maksa-maksa aku agar pergi ke dokter." Ucap Anes, Deandra memiringkan tubuhnya dan menatap Anes.


"Tidak ada alasan untuk saya mencintai kamu, saya melakukan ini karena tidak ingin kamu sakit dan merepotkan saya lagi." Ucap Deandra, Anes mengalihkan pandangan nya dari Deandra.


"Iya in aja deh biar cepet." Ujar nya, Dean melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Anes mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ike, untung saja ia sempat bertukar nomor telepon dengan Ike.


*Pesan chat*


Anes: Ike ini saya Anes, saya mau minta tolong sama kamu tolong siapkan baju-baju saya dan baju kerja saya kedalam koper.


Ike: Sekarang nona?


Anes: Iya sekarang Ike, maaf ya saya sudah merepotkan kamu.


Ike: Baik nona, tidak apa-apa kok nona Ike senang karena bisa membantu nona.


Anes: Terimakasih banyak Ike.


Ike: Sama-sama nona.

__ADS_1


Anes menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, sementara Deandra lelaki itu memperhatikan Anes yang sejak tadi memainkan ponselnya.


"Turun." Ucap Deandra, dan mau tidak mau Anes pun menuruti perkataan lelaki itu.


"Aku sudah sembuh Deandra sungguh, kenapa harus dibawa ke rumah sakit lagi sih." Ucap Anes, namun wanita itu tetap mengikuti langkah kaki Deandra.


Dean dan Anes sudah berada ada di ruang dokter sekarang, dokter mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Silahkan duduk tuan dan nona." Ucap dokter iya.


"Iya dok." Ucap Anes.


"Jadi siapa yang mau diperiksa tuan atau nona?" Tanya nya.


"Dia dok." Ucap Deandra, Anes menghela nafasnya pasrah dan dokter yang melihat pun hanya tersenyum saja.


"Mari nona saya periksa dulu." Ucap dokter itu, Anes mengangguk. Setelah selesai diperiksa Anes kembali duduk di samping Deandra.


"Bagaimana dok apakah tubuhnya masih demam?" Tanya Deandra, dokter itu tersenyum manis kepada Anes dan Deandra.


"Nona tidak demam tuan, dan nona baik-baik saja jadi tuan tidak perlu khawatir." Ucap dokter, membuat Deandra melirik sekilas Anes yang memutar bola matanya dengan malas.


"Dokter yakin dia baik-baik saja?" Tanya Deandra.


"Saya yakin tuan, dilihat dari wajah nona saja nona baik-baik saja dan tidak pucat." Ucap dokter itu.


"Kan aku sudah bilang Dean aku baik-baik saja kamunya aja yang ngeyel." Ucap Anes, Dean diam dan mereka berdua pergi dari ruang dokter.


"Baik terima kasih dok kalau begitu kami permisi." Ucap Anes, dokter mengangguk dan tersenyum.


"Puas kan udah puas aku baik-baik aja percaya dong sama aku, aku kan istri kamu eaaaa." Ucap Anes malah bercanda.


"Gak lucu." Ucap Deandra datar.


"Sudah kan berarti kalau aku pergi enggak apa-apa dong." Ucap Anes.


"Pergi saja sana nggak balik juga nggak apa-apa." Ucap Deandra, Anes mengangguk.


"Oke lagian aku juga malas balik ke rumah kamu, selain itu aku juga malas melihat wajah datar kamu yang membosankan." Ucap Anes, wanita itu memberhentikan taksi dan pergi sementara Deandra mengumpati dirinya sendiri.


"Dean apa-apaan si bisa-bisanya sekhawatir itu sama Anes." Gumam nya frustasi, Dean kesal karena dirinya terbawa perasaan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2