Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 48


__ADS_3

"Nes semalam tuan Denis bilang katanya ingin bertemu dengan kamu, untuk membicarakan tentang perhiasan yang akan ia berikan kepada ibunya." Ucap Aleta, Anes yang sedang duduk di sofa menatap Aleta.


"Kenapa harus ketemu sama aku? Kan ada kamu ta." Ucap Anes, Aleta mengangkat bahu nya seakan tidak tahu.


"Aku gak tau, tapi kamu hati-hati ya nes kaya nya itu orang suka sama kamu." Ucap Aleta, Anes terdiam ia tidak ingin berurusan dengan orang yang selalu menggunakan prasaan.


"Males ah ta." Ucap Anes.


"Lah kenapa kok males?" Tanya Aleta.


"Ya kan kamu tahu dari dulu aku tuh nggak suka berurusan sama orang yang selalu pakai perasaan sama hati, jadi nggak konsisten gitu loh nggak profesional." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan duduk di samping Anes.


"Denis juga berasal dari keluarga yang kaya kan nes." Ucap Aleta.


"Ya terus kenapa kalau Denis orang kaya ta, kalau mau cari yg kaya mah tetep lah Deandra nomor satu gak ada yg bisa nandingi itu orang kaya nya termasuk Abrisham family." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan menatap Anes.


"Pohon duit nya sudah kamu yang dapetin kan." Ucap Aleta tertawa kecil, Anes hanya mengangguk pelan saja.


"Yasudah kamu siap-siap sana tuan Denis pasti sudah nungguin." Ucap Aleta, Anes terlihat bermalas-malasan ia tidak ingin menemui Denis.


Namun karena sudah terlanjur berada disini mau tak mau Anes bersiap-siap, saat akan pergi Anes teringat kepada Deandra apakah lelaki itu baik-baik saja.


"Kamu kenapa?" Tanya Aleta, karena melihat Anes yang sedikit melamun di depan pintu kamar Deandra.


"Enggak kok aku gak apa-apa, yasudah aku pergi dulu ya." Ucap Anes, Aleta pun mengangguk dan menatap kepergian Anes.


Tak lama Anes pergi pintu kamar Deandra terbuka membuat Aleta terkejut ternyata Deandra tinggal di sebelah kamar nya, Dean menatap Aleta yang menatap nya dengan bingung.


"Kenapa liatin saya seperti itu." Ucap Deandra.


"Enggak, itu apa kamu tinggal disini juga ternyata." Ucap Aleta, Deandra hanya diam saja tidak ada senyum di wajah lelaki itu.


Mungkin hanya Anes yang bisa melihat senyum manis Deandra meskipun sebentar, atau mendengar tawa Deandra saat lelaki itu berhasil mengerjai Anes.


"Anes mana?" Tanya Dean, Aleta terlihat sedikit berfikir.


"Kamu nyari Anes." Ucap Aleta, Deandra mengangguk.

__ADS_1


"Terus saya harus mencari siapa kamu? Istri saya kan Anes bukan kamu." Ucap Deandra, Aleta tersenyum kikuk Dean sensi amat lagian Aleta juga sudah punya suami kali.


"Anes baru saja keluar untuk bertemu dengan tuan Denis." Ucap Aleta, membuat Deandra menatap nya datar.


"Dimana?" Tanya Dean.


"Di cafe sebrang." Jawab Aleta, tanpa banyak bicara Deandra langsung pergi dari hadapan Aleta.


"Lah si Dean mau kemana, nyusul Anes kah? Jangan-jangan Dean sudah mulai mencintai Anes. Aaaaaa Ike Deandra junior on the way ke." Teriak Aleta kegirangan.


Sementara itu Deandra sudah tiba di cafe ia melihat Anes yang berbicara dengan Denis, Dean tahu betul jika Denis menyukai Anes maka dari itu Denis meminta untuk bertemu dengan Anes hanya berdua saja tanpa Aleta.


"Nona bagaimana apakah anda sanggup menyelesaikan semuanya dalam waktu tiga hari?" Tanya Denis.


"Saya usahakan tuan anda tenang saja." Ucap Anes, Denis menatap Anes dengan intens.


"Nona maaf bolehkah saya bertanya, tapi sebelum nya saya meminta maaf jika pertanyaan saya ini tentang kehidupan pribadi anda." Ucap Denis, Anes mengernyit heran kenapa Denis ingin bertanya tentang kehidupan Anes.


"Maaf tuan saya tidak bisa membicarakan tentang kehidupan saya dengan orang lain." Ucap Anes, Denis mengangguk dan menatap Anes.


"Nona apakah anda suda menikah?" Ucap Denis tiba-tiba, Anes yang sedang memainkan ponselnya langsung menatap Denis dan tersenyum tipis.


"Apa nona sedang bercanda?" Tanya nya lagi, Anes tertawa kecil untuk apa ia bercanda.


"Untuk apa saya bercanda tentang sesuatu yang serius." Ucap Anes, Denis menatap jari manis Anes. Lelaki itu melihat cincin nikah yang melingkar di jari manis Anes.


"Woow, laki-laki mana yang sangat beruntung bisa mendapatkan anda nona." Ucap Denis.


"Laki-laki yang selalu muncul saat saya berada dalam masalah, dan saat sesuatu akan terjadi kepada saya." Ucap Anes, dari kejauhan Dean merasa hatinya tenang mendengar perkataan Anes.


"Benarkah, apakah saya bisa menggantikan posisi dia?" Tanya Denis, mendengar perkataan Denis membuat Deandra kesal.


Ia berjalan menghampiri Anes dan memegang tangan Anes, kedatangan Deandra membuat Anes terkejut karena tiba-tiba saja lelaki itu muncul.


"Tidak ada yang bisa menggantikan posisi saya, sekalipun itu anda!" Ucap Deandra, Anes terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Dean.


"Benarkah? Jadi anda lelaki beruntung yang menikahi nona Anes." Ucap Denis.

__ADS_1


"Menurut anda." Ucap Dean, Denis menatap Deandra dari atas sampai bawah dan juga melakukan hal yang sama kepada Anes.


"Nona saya kira anda wanita baik dan tidak ma*re tapi ternyata cih, anda mencari laki-laki yang sepadan dengan anda." Ucap Denis, karena kekayaan Denis tidak lebih dari kekayaan yang Anes miliki. Tapi kekayaan Deandra itu melebihi dari yang Anes miliki.


"Tuan jika wanita mencari lelaki yang jauh berada di atas nya itu wajar, tapi jika laki-laki mencari wanita kaya hanya untuk menumpang kemewahan itu sangat tidak wajar." Ucap Deandra, Anes tertegun dan memegang tangan Dean.


"Dean cukup." Ucap Anes.


"Cukup apa, kamu mau bela orang seperti ini? Yang menggoda istri orang lain? Apa dia tidak bisa mencari wanita yang belum bersuami?." Ucap Deandra, Denis menatap Dean dengan tajam.


"Jaga ucapan anda, jangan sampai anda menyesal karena sudah mengatakan hal itu kepada saya." Ucap Denis.


"Cih, lakukan apa yang ingin anda lakukan." Ucap Deandra, Denis menatap Anes dengan sinis.


"Nona Anes saya membatalkan kerja sama kita, dan saya minta nona membayar ganti rugi atas semua ini." Ucap Denis, membuat Anes tercengang.


"Kenapa saya yang harus membayar ganti rugi, kan yang membatalkan kerja sama nya anda. Saya harap anda sudah membaca kontrak nya tuan Denis, jika salah satu dari kita membatalkan kontrak dalam sepihak, maka orang itu yang harus membayar ganti rugi." Ucap Anes, Denis menatap Anes dan Deandra dengan sinis.


"Baik saya tidak akan membatalkan kerja sama saya dengan ada, tapi saya minta orang ini jangan ikut campur dalam urusan kita." Ucap Denis, Deandra tertawa kecil mendengar perkataan Denis.


"Saya tidak akan ikut campur jika itu tentang pekerjaan, tapi jika anda berani menggoda istri saya lagi maka saya tidak akan pernah tinggal diam!" Ucap Deandra penuh penekanan, lelaki itu menarik tangan Anes untuk keluar dari cafe. Sementara Denis ia menatap Anes yang ditarik keluar oleh Deandra.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2