
Sesampainya di rumah Elang dan Cya di sambut oleh Anes yang menatap bingung keduanya, Anes berjalan menghampiri Cya yang juga berjalan ke arah nya.
"Loh Elang kok bisa sama Cya?" Ucap Anes bingung.
"Ah iya kak tadi kami bertemu di mall." Jawab Elang, membuat Anes mengernyit heran.
"Bertemu di mall? Kalau begitu dimana Alexa bukankah tadi kamu pergi bersama adik kamu?" Tanya Anes kepada Cya.
"Haaaahh, justru itu Alexa pergi meninggalkan aku begitu saja." Ucap Cya, Anes mengulum bibir untuk menyembunyikan senyuman nya.
"Benarkah? Wahh anak itu benar-benar kenapa dia meninggalkan kamu begitu saja." Ucap Anes, dalam hatinya Anes merasa bahagia karena Cya mulai dekat dengan Elang.
"Sudahlah kak tidak apa-apa." Ucap Cya, Anes mengangguk dan mengalihkan pandangannya kepada Elang.
"Ah iya ayok masuk Elang." Ucap Anes.
"Tidak perlu kak kebetulan aku masih ada urusan penting." Ucap Elang.
"Kok buru-buru banget Lang." Ucap Anes.
"I'm sorry kak tapi ini benar-benar penting." Ucap Elang sopan, Anes pun tersenyum lalu mengangguk.
"Baiklah kalau begitu terimakasih sudah mengantar Cya pulang." Ucap Anes, Elang mengangguk dan pergi dari rumah Anes.
"Di antar lagi?" Tanya Anes, Cya mengangguk dengan wajah murung nya lalu memeluk Anes saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.
"Kak." Lirih Cya.
"Ada apa hmmm." Ucap Anes.
"Aku belum sepenuhnya menyukai Elang, tapi sejauh ini hanya Elang yang menunjukkan perhatian nya kepadaku." Ucap Cya, Anes tersenyum manis dan mengelus kepala Cya lembut.
"Cya kakak tidak akan memaksa kamu untuk bersama Elang, meskipun tujuan utama kakak memang ingin menjodohkan kamu tapi jangan berpikir kakak akan memaksa kamu." Ucap Anes.
"Kak aku tahu semua yang kakak lakukan untuk kebaikan aku." Lirih Cya.
"Tentu saja kakak ingin kamu bahagia, demi apapun kakak tidak ada niat buruk ataupun niat untuk menjerumuskan kamu. Kamu yang merasakan sendiri bagaimana sikap Elang kepada kamu hmmm." Ucap Anes, Cya mengangguk memang benar sejauh ini hanya Elang yang tiba-tiba muncul tanpa di mints.
"Aku tahu kakak tidak akan membiarkan aku terluka." Ucap Cya, Anes tertawa kecil mendengar perkataan Cya.
"Justru kakak yang akan membasmi lelaki yang menyakiti kamu." Ucap Anes, Cya tertawa dan melepaskan pelukannya lalu menatap wajah cantik Anes.
"Aku bersyukur karena kak Dean menikah dengan kakak." Ucap Cya, Anes menatap Cya dengan heran.
__ADS_1
"Kenapa begitu?" Tanya Anes.
"Ya karena kakak aku tidak merasakan kekurangan apapun, aku tidak kekurangan kasi sayang, aku tidak kekurangan perhatian, aku juga tidak pernah merasakan kesepian. Meskipun mami dan papi sudah pergi untuk selamanya, tapi sungguh karena kakak aku tidak merasa kesepian terimakasih. Mungkin jika istri kak Dean bukan kakak aku tidak akan ada disini." Ucap Cya, Anes berkaca-kaca mendengar perkataan Cya.
"Jangan berkata seperti itu lagi oke, kami tidak akan pernah membiarkan kamu merasa kesepian disini ada Alexa dan Alden, ada kakak dan kak Dean juga." Ucap Anes, Alden yang baru saja bangun tidur tercengang mendengar namanya di sebut.
"Ada apa nih sebut-sebut nama aku?" Tanya Alden.
"Gak usah kepo." Ucap Anes.
"CK, gak ada yang kepo ya mom." Ucap Alden, Cya dan Anes pun tertawa mendengar perkataan Alden.
Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat Deandra, Joe dan Jordan yang sedang duduk bersantai. Setelah selesai membahas tentang pekerjaan merekapun memutuskan untuk bersantai sejenak.
"Bagaimana penyelidikan tentang Elang?" Tanya Deandra, ya meskipun demikian Dean harus tetap mencari tahu tentang Elang agar nanti adik nya tidak di kecewakan.
"Elang laki-laki yang baik ia tidak memiliki catatan buruk seperti suka mempermainkan wanita, justru Elang lah yang di tinggalkan oleh wanita karena alasan yang tidak jelas." Ucap Joe.
"Waaah kenapa kisah Elang mirip kisah Deandra." Ceplos Jordan.
"Beda Jo dulu Dean wanita nya banyak, kalau Elang hanya satu itu juga sudah mengakhiri hubungan nya." Ucap Joe.
"Maksudnya gimana?" Tanya Deandra.
"Bener tuh bahkan lagi liburan saja Dean bertemu dengan mantan kekasih nya, untung saja saat itu Anes belum bucin-bucin amat jadi masih aman lah." Balas Jordan, Deandra berdecak kesal mendengar obrolan kedua sahabatnya.
"Tapi pada akhirnya Anes yang aku nikahi." Ucap Dean membela diri.
"Halah kalau nyonya Gavriel tidak ngotot untuk menjodohkan kamu dengan Anes, sudah pasti yang kamu nikahi itu Intan bukan Anes." Ucap Jordan.
"Tunggu dulu ini kenapa jadi bahas masalalu aku?" Ucap Deandra dengan tatapan tajam nya, dan hal itu membuat nyali Joe dan Jordan menciut.
"Tapi tunggu aku jadi membayangkan bagaimana jika nanti Alexa memiliki kekasih, bisa ketar-ketir gak tuh kekasih nya Alexa memiliki calon papa mertua kaya Dean." Ucap Joe, Jordan menoleh menatap Joe.
"Bener tuh si Cya saja yang di jodohkan oleh Dean sendiri tetap saja si Elang di selidiki, bagaimana dengan pasangan Alexa nanti." Ucap Jordan.
"Yakin sih gak bakal aman Jo, secara kita tahu jelas bagaimana posesif nya seorang Deandra Gavriel." Ucap Joe.
"Wahh benar Joe, kita harus kasih wejangan kepada kekasih nya Alexa nanti jangan sampai membuat masalah besar." Ucap Jordan, Dean menatap tajam Joe dan Jordan yang sedang bergosip di hadapannya.
"Bukan hanya masalah besar Jo sudah pasti hal kecil saja akan sangat di perhatikan oleh Dean, apalagi Alexa queen di keluarga Gavriel." Ucap Joe.
"Wahh benar sekali jadi tidak bisa membayangkan lelaki seperti apa yang akan bersama dengan Alexa." Ucap Jordan, Deandra yang sudah kesal pun berdehem hingga membuat kedua sahabatnya menoleh.
__ADS_1
"Loh de kok ada disini?" Ucap Joe pura-pura polos.
"Bagus sekali kalian bergosip di hadapan saya, dan tidak sadar jika kalian berada di kawasan saya." Ucap Deandra, Joe dan Jordan menelan saliva nya.
"CK, canda de gak usah di anggap bercanda." Ucap Jordan, yang membuat Joe ketar-ketir sampai menendang kaki Jordan.
"Gak usah di anggap serius de maksudnya, si Jordan emang suka lemot dari muda sampe tua emang lemot de." Ucap Joe, Jordan mendelik tajam mendengar perkataan Joe.
"Tidak ada yang beres kalian berdua sama saja." Ucap Deandra.
"Beda de gak sama yang lemot si Joe." Ucap Jordan.
"Mana ada." Ucap Joe membela diri.
"Terserah kalian saya pusing melihat nya." Ucap Deandra, lelaki itu bangkit dari duduknya dan berjalan mengambil kunci mobil dan ponsel.
"Mau kemana de?" Tanya Jordan.
"Pulang, kenapa mau ikut?" Ucap Deandra, Jordan pun menggelengkan kepalanya yang benar saja dia ikut pulang di jam segini bisa di potong gaji nya nanti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1