Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 149


__ADS_3

Sementara itu di kamar lain Nana terbangun dari tidurnya, Nana menutupi wajahnya karena merasa malu dengan kejadian semalam.


"Apa yang kamu lakukan Nana." Gumam nya, ia berusaha bangun untuk membersihkan tubuhnya namun saat Nana akan turun dari tempat tidur ia merasakan sakit di suatu tempat.


"Assshh." Desis Nana, wanita itu menutup mulutnya takut Jordan terbangun.


Nana berjalan tertatih-tatih ke kamar mandi, ia menatap pantulan tubuhnya di cermin sungguh indah karya Jordan yang memenuhi leher dan tubuhnya.


"Haaahhh, aku harus menutupi semua ini dengan apa." Gumam nya, Nana berjalan dan berendam di bathtub. Ia memutar otaknya mencari cara agar orang-orang tidak melihat karya buatan lelaki yang saat ini sudah menjadi suaminya.


Di kamar lain Dean sudah selesai membersihkan tubuhnya, Dean menatap Anes yang menutupi wajahnya karena malu sendiri.


"Are you oke?" Tanya Deandra, lelaki itu keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya saja.


"I'm sorry." Lirih Anes.


"Untuk?" Tanya Deandra.


"Karena aku sudah memarahi kamu karena kamu minum." Ucap Anes, wanita itu masih menutupi wajahnya dengan selimut ia tak sanggup jika harus menatap wajah suaminya.


"Kenapa bukankah itu benar apa yang kamu katakan itu semuanya benar." Ucap Deandra, Anes bungkam ia tak mungkin menceritakan semuanya kepada Deandra itu aib dirinya dan Aleta.


"Khemmm, tentu saja semua yang aku katakan selalu kebenaran." Ujar nya, Deandra mengernyit dan menggelengkan kepalanya heran.


"Kamu kesambet apa sayang aneh banget." Ucap Deandra.


"Tidak ada." Balas Anes, Deandra menangkup wajah cantik Anes dan mengecup sekilas b*b*r Anes.


"Aku akan bersiap-siap dulu setelah itu kita turun untuk sarapan." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


Semua orang sudah berkumpul di restoran tinggal Nana dan Jordan saja yang belum bergabung, Joe menatap Dean dan Anes yang terlihat romantis.


"Nana belum bangun kah nona?" Tanya Ike, Anes menggelengkan kepalanya dengan tersenyum manis.


"Tidak tahu sepertinya belum." Ucap Anes, tidak lama kemudian mereka melihat Jordan dan Nana yang ikut bergabung.


Suster, Ike dan Joe yang sedang mengunyah makanannya tersedak melihat cara Nana berjalan, mereka refleks menundukkan kepalanya.


"Ada apa?" Tanya Anes.


"Kok jadi kayak pinguin." Bisik suster.


"Terlalu gas pol mbak." Jawab Ike, Anes menoleh dan menelan saliva nya prasaan dulu saat ia dan Deandra pertama kali tidak sampai seperti itu.


"Selamat pagi tuan nona." Ucap Nana.


"Pagi na ayok makan dulu." Ucap Anes, Jordan memukul pundak Joe karena sejak tadi lelaki itu hanya menunduk saja.


"Kamu kenapa?" Tanya Jordan kepada Joe.


"Lapar." Jawab Joe simple, Deandra tersenyum tipis dalam hatinya ia bersyukur karena saat itu hanya dirinya dan Anes yang tahu.


"Cih." Cibir Jordan.


"Kamu sakit na?" Tanya Anes.

__ADS_1


"Tidak nona." Balas Nana.


"Lalu kenapa pakai pakaian tertutup seperti ini?" Ucap Anes.


"Nana meriang kayaknya nona." Ucap Ike polos, Nana tersenyum tipis Joe dan Deandra ingin tertawa melihat Jordan dan Nana.


"Na kamu sakit sayang?" Tanya mami memegang kening Nana.


"Tidak Nana baik-baik saja kok." Ucap Nana.


"Kalau kamu sakit bilang ya na jangan di tahan-tahan." Ucap mami, Nana mengangguk mengiyakan perkataan mami.


"Iya mi Nana gak apa-apa kok." Jawab nya, setelah selesai sarapan merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Kamu ikut pulang kerumah mami sama Jordan ya." Ucap mami Jordan.


"Eh." Sahut Nana.


"Iya kita tinggal di rumah mami dulu sampai rumah yang aku beli selesai di renovasi." Ucap Jordan.


"Kamu beli rumah Jo?" Tanya mami.


"Hmmm, di samping rumah Deandra mi." Jawab Jordan, Anes tersenyum tipis.


"Yasudah kalau begitu saya permisi dulu ya na, jaga diri baik-baik oke." Ucap Anes memeluk Nana.


"Iya nona terimakasih banyak." Balas Nana.


"Tidak perlu sungkan." Ucap Anes.


"Iya Ike makasih ya." Balas Nana, Ike mengangguk dan merekapun pergi dari hotel.


...


Sesampainya di rumah Jordan Nana menatap bangunan yang terlihat luas itu, meskipun tak seluas rumah Anes dan Deandra tapi kediaman Jordan akan menjadi rumah ternyaman untuk Nana.


"Ayok sayang masuk." Ajak mami merangkul pundak Nana.


"Iya mi." Balas Nana.


"Rumah mami memang tidak sebesar dan semewah rumah Anes, tapi mami harap kamu betah tinggal sama mami ya nak. Satu lagi lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tidak perlu sungkan karena ini juga rumah kamu." Ucap mami.


"Hmmm iya mi terimakasih karena mami mau menerima Nana apa adanya." Ucap Nana.


"Mami sayang kamu dan Jordan, sekarang anak mami bukan cuma Jordan tapi juga kamu." Ucap mami Jordan.


"Mi sudah dulu berbincang nya biarkan Nana dan Jordan beristirahat." Ucap papi.


"Iya bener mami sampai lupa saking seneng nya ada teman baru di rumah." Ucap mami Nana tersenyum manis.


"Yasudah mi Pi kalau begitu Jo ke kamar dulu ya." Balas Jordan, mami dan papi mengangguk dan menatap kepergian Nana dan Jordan.


Setibanya di kamar Nana melepaskan jaketnya, ia merasa panas karena memakai pakaian tebal dan tertutup.


"CK, panas." Cibir Jordan.

__ADS_1


"Menurut kamu." Ucap Nana, Jordan mendekati Nana dan memeluk Nana.


"Sini." Ucap Jordan, lelaki itu mengajak Nana berbaring di tempat tidur nya.


"Maaf karena sudah membuat kamu kerepotan, lain kali aku akan membuat di tempat tersembunyi." Ucap Jordan, Nana mendengus mendengar perkataan suaminya.


"Kenapa kamar kamu begitu luas?" Tanya Nana.


"Sengaja agar istri aku nyaman dan tidak merasa sumpek." Jawab nya, Nana menoleh menatap Jordan.


"Tapi dulu kamu belum memiliki istri." Ucap Nana.


"Ya persiapan saja agar saat memiliki istri tidak repot lagi." Ucap Jordan, Nana mengangguk menerima jawaban suaminya.


"Bagaimana dengan Yuna?" Tanya Nana tiba-tiba.


"Tidak gimana-gimana kami tidak memiliki hubungan apapun." Ucap Jordan.


"Kemarin dia tidak datang." Balas Nana.


"Aku sengaja tidak mengundang nya, tapi aku yakin dia pasti tahu kalau aku sudah menikah." Balas Jordan, Nana mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu cemburu?" Goda Jordan.


"Tidak untuk apa aku cemburu." Balas Nana.


"Masa iya gak cemburu." Goda Jordan.


"Enggak ah lagian yang kamu pilih juga tetap aku." Ucap Nana, mulai ketularan mode percaya diri dari Anes.


"Iya juga si bener kamu tetap menjadi pemenang nya." Ucap Jordan.


"Mangkanya aku tidak mau buang-buang waktu hanya untuk mengurusi wanita seperti Yuna." Balas Nana, membuat Jordan tertawa kecil dan merasa gemas kepada istrinya.


"Pinter nya istri aku." Ucap Jordan, Nana tertawa kecil karena Jordan mengeratkan pelukannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊

__ADS_1


__ADS_2