Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 106


__ADS_3

Setelah kepergian Deandra Anes, Ike, Nana dan suster kembali masuk kedalam rumah. Anes wanita itu menatap ke-tiga wanita yang selalu menemani nya.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Anes, Ike dan yang lainnya terlihat sedikit berpikir.


"Bagaimana jika nona membuat kue saja, tuan muda Ken dan nyonya besar kan akan berkunjung kesini." Ucap Ike, Anes menatap Nana maukah asisten pribadi nya itu membantu Anes.


"Menurut kamu bagaimana na?" Tanya nya.


"Boleh saja nona, kita akan membantu nona." Ucap Nana, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


"Kalau begitu mari kita pergi ke dapur." Ajak Anes berjalan menuju dapur, Nana dan Ike tersenyum manis saat melihat Anes yang mulai ceria lagi.


Setelah kejadian Liza saat itu Anes sedikit pendiam, mungkin Anes merasa tidak enak karena sudah menunjukkan kebar-baran nya di hadapan Ike, Nana dan suster.


Namun Ike dan Nana meyakinkan bahwa mereka semua bangga memiliki nona seperti Anes, yang baik, perhatian, penyayang dan juga kuat.


"Nona Ike batu menyiapkan bahan-bahan nya." Ucap Ike.


"Boleh." Balas Anes lembut, merekapun mulai sibuk mmebuat kue kering di dapur


Ike dan suster bercanda dengan mengoleskan tepung di wajah nona nya, apakah Anes marah? Tidak Anes hanya tertawa saja dan ikut mengoleskan tepung di wajah Nana dan Ike.


Karena terlalu asik bercanda Anes dan yang lain sampai tidak menyadari jika Kenzie dan mama sudah sampai di kediaman Anes, mama tercengang melihat menantu, Ike, Nana dan suster malah bercanda di dapur.


"Yaampun apa yang sedang kalian lakukan?" Pekik mama, Anes menoleh menatap malu kepada mama.


"Mama sudah sampai?" Tanya Anes, mama mengangguk dan memeluk lalu mengecup pipi dan kening Anes.


"Iya mama sengaja berangkat pagi dari rumah, karena Kenzie sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kamu." Ucap mama.


"CK, maaf ya ma pas mama kesini Anes sedang berantakan." Ujar nya.


"Tidak apa-apa sayang, kalian sedang apa membuat kue?" Tanya mama.


"Iya nyonya tadinya kami membuat kue untuk menyambut kedatangan nyonya, eh kue nya belum matang nyonya nya sudah sampai." Ucap Ike, mama tersenyum manis kepada Anes.


"Kamu gak perlu repot-repot seperti itu, seharusnya kamu diam saja tidak perlu turun ke dapur." Ucap mama,Anes tersenyum saja menanggapi perkataan mama.


"Kenzie nya mana ma?" Tanya Anes.


"Tuh Kenzie tuh." Ucap mama menunjuk Kenzie yang sedang berlari ke arah Anes.


"Tante." Pekik Kenzie dan melompat kedalam pelukan Anes.


"Hai sayang, aduh kesayangan Tante makin ganteng saja ini." Ucap Anes.


"Hehe iya dong, Kenzie kan gak mau buat Tante marah kalau Kenzie jelek." Ujar nya, Anes tersenyum dan mengecup pipi Kenzie.

__ADS_1


(Aku kira setelah Liza mencaci maki dan mengh*na Anes dia akan menjaga jarak dengan Kenzie, tapi ternyata tidak Anes tetap menyayangi Kenzie. Entah apa yang ada di pikiran Liza sampai dia tega mengatakan sesuatu yang begitu sensitif dan sangat menyakiti hati Anes, anak ini aku tahu betul dia akan menerima setiap perkataan yang menjelekan dirinya tapi tidak akan bisa menerima perkataan orang yang menjelekan orang tuanya. Mama bangga sama kamu nes sangat bangga, selain kamu bisa membuat Deandra jatuh cinta hati kamu juga begitu lembut dan penyayang. Kamu masih bisa menyayangi Kenzie yang jelas-jelas anak dari wanita yang sudah menyakiti kamu.) Batin mama.


"Kita ke ruang tengah saja yuk, ayok ma. Ike Nana tolong lanjutkan membuat kue nya ya, saya dan mama akan keruang tengah." Ucap Anes.


"Siap nona muda." Balas Ike, dan disinilah Anes dan mama berada.


Mama duduk di sofa ruang tengah dengan menatap Anes yang sedang memangku Kenzie, Anes mencibir gemas pipi Kenzie.


"Kenzie makan nya pintar kan, gak rewel dong kesayangan Tante." Ucap Anes.


"Enggak dong sekarang Ken makan nya pintar, Ken kan mau cepat gede agar bisa menjaga Tante." Ujar nya, Anes tersenyum tipis.


"Tapi Tante bisa menjaga diri Tante sendiri, Tante juga bisa melindungi Kenzie." Ucap Anes bangga.


"Benarkah, bagaimana cara Tante melindungi aku?" Tanya nya antusias.


"Seperti ini, jangan sakiti Kenzie ku atau aku akan melempar kamu ke luar angkasa." Ucap Anes memeluk Kenzie, bocah laki-laki itu tertawa.


"Kenzie juga bisa." Ucap nya.


"Oiya bagaimana Ken akan melindungi Tante?" Tanya Anes.


"Jangan sakiti Tante nya Ken, atau Ken akan membuat kamu menyesal seumur hidup." Ucap nya, memeluk Anes mama menitihkan air matanya melihat kedekatan Anes dan Kenzie.


Harusnya perkataan itu Kenzie katakan kepada ibunya, tapi sayang ibu Kenzie tidak sebaik dan sepengertian Anes.


"Kenzie juga akan menjaga Tante dari mami." ceplos nya, membuat Anes terdiam dan menatap mata Kenzie.


"Hmmm, kenapa seperti itu?" Tanya Anes.


"Tante baik seperti ibu peri, Tante juga selalu menyayangi Kenzie maka dari itu Ken tidak akan pernah membiarkan mami menyakiti Tante." Ujar nya.


"Ooww sosweet, kau sangat menyayangi Tante Ken." Ucap mama.


"Iya Oma, Kenzie sangat sayang Tante." Ujar nya.


"Aduh Oma cemburu nih, Ken gak sayang Oma ya." Ucap mama, Anes tertawa kecil dan mengelus kepala Kenzie.


"Sayang dong Oma, Kenzie sayang semuanya." Ucap Kenzie.


"Aduh sayang." Ucap Anes, saat mereka sedang mendengarkan ocehan Kenzie Ike datang membawa minuman dan camilan untuk nona dan nyonya nya.


"Permisi ini camilan dan minuman untuk nona, nyonya dan tuan muda Ken." Ucap Ike.


"Makasih mbak Ike." Ucap Kenzie.


"Sama-sama tuan muda Ken, ah makin ganteng aja bikin Ike lupa umur." Ujar nya, membuat Anes dan mama tertawa.

__ADS_1


"Cinta tak memandang usia ke, tapi kalau kamu sadar diri si kaya nya enggak mungkin." Ucap mama Ike tertawa kecil.


"Nyonya Ike masih waras, harusnya tuan Ken ini bersanding dengan anak Ike nanti." Ucap Ike.


"Calon nya sudah ada?" Tanya Anes.


"Nona." Ucap Ike tersenyum malu.


"Kenapa sudah ada? Kenapa kamu tidak mengenakkan nya kepada saya?" Tanya mama.


"Eh nyonya ikut-ikutan." Ucap Ike, mama dan Anes saling memandang satu sama lain.


"Jadi?" Tanya mama dan Anes.


"Calon nya belum ada nyonya nona, jadi doakan saja agar Ike segera menemukan sang pangeran untuk menjadi Daddy dari anak-anak nya Ike nanti." Ujar nya mendramatisir keadaan, Anes tertawa renyah begitupun dengan mama.


"Yaampun ke saya kira kamu sudah ada calon." Ucap mama.


"Ya gimana ya nyonya, calon nya Ike kan keburu nikah sama nona Anes. Buat move on itu sulit nyonya, tidak akan ada lagi yang seperti itu." Ucap Ike bercanda, ia sengaja ingin mencairkan suasana karena tadi Ken membahas mami nya.


"Oalah Dean toh." Ucap mama, Anes semakin tertawa.


"Iya tapi tenang saja Ike ikhlas tuan muda dengan nona Anes, beneran ikhlas nyonya." Ujar nya, mama menggelengkan kepalanya dan tertawa mendengar perkataan Ike yang lucu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2