Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 79


__ADS_3

Malam hari Deandra sampai di rumah dan saat masuk kedalam rumah Dean melihan Anes yang sedang duduk di ruang tengah, dengan memeluk Kenzie di pangkuan nya.


"Sayang." Panggil Dean, Anes menoleh da melihat suaminya itu mendekati Anes lalu mengecup kening Anes.


"Sudah pulang?" Tanya Anes.


"Kalau belum pulang aku gak ada disini Aneska." Ucap Deandra, Anes tertawa kecil begitupun dengan Dean.


"Ken kenapa?" Tanya Dean.


"Kecapekan main tadi." Jawab nya.


"Yasudah kamu pergi ke kamar Ken setelah itu bersiap-siap, aku ada urusan sebentar." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan pergi ke kamar Kenzie.


Sementara Deandra lelaki itu mencari keberadaan Liza, dan ia menemukan Liza di taman belakang rumah nya.


Dean menarik tangan Liza dengan kasar hingga membuat wanita itu meringis, Liza terkejut karena yang menarik nya adalah Deandra.


"Dean sakit." Lirih Liza.


"Saya gak peduli apa yang kamu rasakan, yang jelas kamu tidak pernah mempedulikan perkataan saya." Ucap Deandra.


"Perkataan apa yang kamu maksud?" Tanya Liza, Deandra menghempaskan tangan Liza dengan kasar.


"Berhenti untuk mengganggu Anes Liza, jika kamu masih melakukan itu maka pergi dan jangan pernah kembali kerumah ini." Ucap Deandra, dengan penuh penekanan.


"Kamu ngusir aku, sekarang kamu berani ngusir aku." Lirih Liza.


"Sudah saya katakan saya tidak pernah peduli semua hal tentang kamu, jika sekali lagi saya melihat kamu menyentuh atau menyakiti istri saya. Jangan salahkan saya jika kamu tidak bisa lagi kembali kerumah ini, dan saya tidak akan segan-segan menarik semua fasilitas yang kamu gunakan saat ini." Ucap Deandra, Liza menelan saliva nya menatap Deandra.


"Apa yang wanita itu berikan sampai kamu bersikap seperti ini?" Teriak Liza.


"Kebahagiaan yang tidak pernah saya dapatkan selama ini, sekalipun saat saya menjalin hubungan dengan X!" Tegas Dean, lelaki itu pergi dari hadapan Liza. Sementara Liza tertegun s*al jika Dean sudah mengancam seperti itu, Liza sudah tidak bisa lagi mengusik Anes.


Sementara itu di kamar Anes sudah selesai bersiap-siap Deandra menatap istrinya yang selalu cantik.


"Sudah selesai?" Tanya Deandra.


"Sudah, aku sudah menyiapkan baju untuk kamu." Ucap Anes, Dean mengangguk dan tersenyum manis.


Setelah selesai Deandra dan Anes berjalan keluar dari kamar, Ike, Nana, suster berdiri menunggu Deandra dan Anes.


"Tuan mau makan malam di rumah atau diluar?" Tanya Ike.


"Saya makan malam diluar, satu lagi kalian awasi Liza jangan sampai dia berbuat yang macam-macam." Ucap Deandra.

__ADS_1


"Baik tuan." Ucap Ike, mereka semua menatap tuan dan nona muda nya yang keluar dari rumah.


Deandra melajukan mobilnya menuju restoran X, dan tidak butuh waktu lama kini kedua sudah tiba di restoran X. Anes dan Dean keluar dari mobil lalu berjalan memasuki restoran.


Deandra menggenggam tangan Anes, namun tiba-tiba saja Anes menghentikan langkahnya saat melihat intan yang sudah duduk disana.


"Kenapa?" Tanya Deandra, Anes menatap Intan membuat Dean juga menatap nya.


"Kamu temui Intan lebih dulu Dean, aku tidak mau Intan emosi karena kamu tiba-tiba mengajak aku." Ucap Anes.


"Kenapa, aku tidak bisa meninggalkan kamu sendiri." Ucap Deandra.


"Dean." Lirih Anes memohon, baiklah Deandra tidak bisa memaksa istrinya.


"Yasudah kamu tunggu di ruang VVIP saja ya." Ucap Deandra, Anes mengangguk dan Deandra mengantar Anes ke ruang VVIP terlebih dahulu.


Ruangan yang memiliki kaca jadi Anes bisa melihat apa yang dilakukan oleh Intan dan Dean, di dalam terlihat jelas intan sedang duduk di luar sana. Sementara Intan tidak bisa melihat kehadiran Anes, karena kaca terlihat gelap jika dari luar.


"Kamu yakin mau menunggu disini?" Tanya Dean.


"Iya tidak apa-apa aku disini saja." Balas Anes, Deandra memeluk dan mengecup kening Anes.


"Aku keluar dulu." Ucap Dean, Anes mengangguk dan tersenyum manis kepada Deandra.


Dean berjalan dan duduk begitu saja di hadapan Intan, kedatangan Deandra membuat Intan tercengang menatap ketampanan lelaki itu.


Intan bangun dari duduknya lalu memeluk Deandra, hal itu membuat Anes tertegun ia semakin merasa bersalah kepada Intan.


"Intan sorry jangan seperti ini." Ucap Deandra, lelaki itu melepaskan pelukan Intan dan melepaskan genggaman tangan Intan.


"Kenapa?" Tanya Intan.


"Tidak apa-apa, saya tidak nyaman dengan itu." Ucap Dean, Intan mengangguk dan tersenyum manis.


"Kamu kemana saja selama ini? Aku sudah kembali sejak lama, tapi kenapa kamu tidak pernah mau menemui aku?" Tanya nya.


"Maaf saya tidak bisa menemui kamu, karena ada seseorang yang harus saya jaga perasaan nya." ucap Deandra, Intan mengernyit menatap Dean.


"Andra jangan bilang apa yang dikatakan oleh Joe saat itu benar." Ucap Intan, Dean menatap Intan.


"Apa yang dikatakan oleh Joe?" Tanya Deandra.


"Dia mengatakan jika sudah ada wanita lain yang membuat kamu bahagia, itu tidak benar kan? Jika memang ada wanita lain, kenapa kamu menunggu aku kembali disini?" Ucap Intan, mata wanita itu berkaca-kaca.


"Intan maaf sebelumnya memang saya berada disini untuk menunggu kamu, tapi ternyata takdir berkata lain saya disini itu untuk dipertemukan dengan wanita yang saat ini menjadi pendamping saya." Ucap Deandra.

__ADS_1


"Pendamping?" Tanya Intan.


"Iya, saya sudah menikah." Jawab Dean.


Deg... Jantung Intan berdebar kencang saat mengetahui jika lelaki yang dicintainya sudah menikah, air mata Intan mengalir deras di pipinya.


"Kamu bohong kan." Ucap Intan.


"Untuk apa saya bohong, kamu tahu saya bukan tipe orang yang suka berbohong. Lagipula apa untungnya jika saya berbohong kepada kamu." Ucap Deandra.


"Andra tapi kamu sudah berjanji akan menunggu aku." Lirih Intan.


"Intan kamu memang meminta saya berjanji untuk menunggu kamu, tapi kamu lupa kalau kamu tidak meminta saya berjanji untuk menunggu dan menikahi kamu setelah kamu kembali. Kamu hanya minta saya untuk menunggu kamu, dan saya sudah menepati janji saya." Ucap Deandra, Intan terisak Anes melihat Intan yang terisak karena suaminya.


(Saya tidak tega melihat kamu menangis karena laki-laki yang kamu cintai yang sekarang sudah menjadi suami saya, tapi saya tidak bisa merelakan Deandra untuk kamu Tan. Maafkan saya karena saya sudah mulai mencintai laki-laki yang kamu cintai, saya tidak bisa meninggalkan Dean yang sudah mencintai saya. Membuat dia jatuh cinta kepada saya saja sangat sulit, banyak hal dan perdebatan yang kami lewati) Batin Anes, air mata Anes ikut menetes di pipi mulus nya.


"Andra kenapa kamu tidak mengerti apa yang aku maksud, aku pergi untuk karier ku agar aku bisa sepadan dengan kamu." Lirih Intan, Dean tersenyum tipis.


"Saya tidak mencari wanita yang sepadan dengan saya, jika saat itu kamu tidak pergi mungkin prasaan saya bisa kamu miliki. Maafkan saya." Ucap Deandra, intan menunduk dalam ia terisak sangat sakit rasanya mendengar perkataan jujur dari mulut Deandra.


.


.


.


.


.


.


.


.


Deandra



Anes



Intan

__ADS_1



Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2