Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 200


__ADS_3

"Jadi kak Nana baik-baik saja? Tapi tadi keluar darah." Ucap Cya.


"Maka dari itu saya sendiri pun bingung karena tidak ada hal serius nona, hanya harus mengeluarkan bayinya saja." Ucap dokter, Anes merasa lega mendengar nya dan langsung memeluk Cya Anes berharap Jordan tidak menyalahkan Cya atas kejadian ini.


Nana pun di pindahkan ke kamar rawat bersama dengan bayinya, Anes, Ike dan cya menatap bayi Nana dengan tersenyum manis.


"Bukankah ini sangat tampan." Ucap Anes, Nana tersenyum manis mendengar perkataan Anes.


"Kenapa hidungnya mirip Abang bari*ta ya." Ceplos Ike, membuat Anes dan Nana saling menatap satu sama lain.


"Ke sepertinya kamu terbayang-bayang laki-laki itu." Goda Anes, Ike menoleh menatap Anes dan tertawa kecil.


"Sepertinya iya." kekeh Ike, Anes dan Nana menepuk dahinya sendiri.


"Jangan aneh-aneh deh ke ingat suami lagi kerja banting tulang untuk kamu ya ke." Ucap Anes, Ike tertawa sementara Cya wanita itu duduk tak berdaya di sofa setelah melihat wajah tampan bayi Nana.


Dan saat malam hari Jordan sampai ke rumah sakit lelaki itu langsung menemui Nana, Jordan menghela nafas lega saat melihat keadaan Nana baik-baik saja.


"Honey are you ok hmmm, aku sangat khawatir dengan keadaan kamu babyh." Lirih Jordan memeluk Nana, dan mengecupi setiap inci wajah Nana.


"Aku baik-baik saja baby juga baik-baik saja." Jawab Nana.


"Kapan ya Ike di tanya kaya gitu, honey kamu baik-baik saja aku mengkhawatirkan kamu babyh. Ahhhh bapereu aku bang." Ujar nya, Jordan menoleh dan tertawa kecil mendengar perkataan Ike.


"Joe kau mendengar istrimu berbicara." Ucap Jordan.


"Tentu saja, tapi apakah dia melupakan jika aku selalu mengatakan thank you honey untuk malam ini." Ucap Joe, membuat orang-orang yang ada di kamar rawat Nana tertawa renyah.


Dan tanpa menunggu lama Jordan langsung mengadzani putranya dan mengecup kening putranya yang belum sempat ia beri nama.


"Apaan deh mana ada kaya gitu." Ucap Ike, setelah Jordan sudah meletakan tubuh putranya kembali.


"Kau melupakan nya, baiklah akan aku ulangi itu nanti malam." Ucap Joe mengerlingkan matanya membuat Ike ketar-ketir.


Anes dan Deandra hanya bisa tertawa dengan menggelengkan kepalanya, ia tak percaya jika Joe dan Ike kelewat bar-bar.


"Ngomong-ngomong siapa namanya?" Tanya Deandra.


"Namanya Ardan Aditia." Jawab Jordan, ya ia akan menamai anaknya seperti itu.


"Woww kenapa inisal A jadi sama seperti anakku." Ucap Anes tertawa.


"Tenang nona nanti saya menyusul dengan nama inisial A juga." Ucap Joe.


"Jangan sampai anak Ike nanti di namai asal-asalan." Ceplos Ike, yang lagi-lagi mengundang tawa.

__ADS_1


Mereka banyak berbincang dan tentu saja akan mencari tahu siapa orang yang menyerang Nana, Jordan tidak akan tinggal diam akan hal itu tentunya.


"Ke kalau punya anak mau cewek apa cowok?" Tanya Jordan.


"Cewek lah siapa tau bisa gaet anak sultan." Canda Ike, membuat Deandra dan Anes mendengus mendengar perkataan Ike.


"Jadi ngincer anak Dean nih ceritanya." Kekeh Jordan, Joe menatap istri bawel nya dengan senang.


"Tentu saja gak dapet Daddy nya ya anaknya lah kita besanan nanti." Goda Ike, Deandra memicingkan matanya menatap Ike.


"Tidak akan saya biarkan anak saya dengan anak kamu, bisa-bisa tekanan batin anak saya dapat mertua cerewet seperti kamu." Ucap Dean, mereka tertawa renyah begitupun dengan Cya ia suka mendengarkan perdebatan-perdebatan kecil seperti itu.


"Tuan jangan salah biar crewet begini tangan kanannya tuan ngebet kan pengen sama Ike." Ujar nya percaya diri, tolong kepada siapapun tolong ajak Ike pulang sekarang karena ia akan semakin g*la jika terus di biarkan.


Ardan Aditia



....


Satu Minggu berlalu hari ini Nana dan bayinya sudah boleh pulang, tentu saja mereka akan di sambut oleh Anes, Ike dan yang lainnya.


Nana di dorong di kursi roda oleh Jordan, sementara baby Ardan di gendong oleh mami Jordan.


"Nah baby nya sudah pulang nih Alexa dan Alden ingin berkenalan tentunya." Ucap Anes.


"Apa-apaan neh main deketin-deketin saja, ingat ada Daddy nya yang akan menjaga Alexa." Ucap Deandra.


"Yaelah de si Ike saja ngincer Alden yakali Alexa nganggur." Ucap Jordan, lagi-lagi mereka semua tertawa kecil.


"Gak ya lagian Alexa dan Ardan itu beda usia lebih tua Alexa." Ucap Deandra, Anes hanya bisa tertawa kecil saja.


"De cinta itu tidak memandang usia you know." Ucap Jordan.


"Cinta-cinta udelmu gak ada cinta-cintaan, Alexa dan Alden akan aku sekolahan di luar negeri agar tidak tertular konyol seperti kamu." Ucap Deandra.


"Yasudah kalau begitu aku juga sekolah kan Ardan di luar negeri, bukankah itu mudah." Ujar nya, Dean menghela nafas ini kenapa malah berebut kedua anaknya yaampun.


"Alexa di gendongan sama om yuk." Ucap Joe.


"Mangkanya cepat punya anak Joe biar ga ketinggalan." Ucap Jordan.


"Tenang Jo ini lagi usaha ko, tapi kalau tiap malam lembur itu gak boleh kasihan Ike." Ucap Joe, Jordan dan Deandra tertawa.


"Sayang." Panggil Ike kepada Joe, Anes dan Nana saling menatap dan mengulum bibir nya begitupun dengan suster Lia.

__ADS_1


"Iya kenapa honey." Sahut Joe yang sedang menggendong Alexa.


"Aku ingin anak." Bisik nya, membuat Joe tertawa kecil mendengar bisikan Ike.


"Iya sabar sayang kita kan lagi usaha." Ucap Joe.


"Nona dan Nana sudah ada anak aku pengen anak sayang." Bisik nya lagi, Joe memeluk Ike membuat Jordan bersiul.


"Lupa di tempat rame lupa, kalau udah cinta mau emang gatau tempat." Ucap Jordan.


"Heh gak boleh gitu kamu juga sama, sudah tahu di rumah ada mami bisa-bisanya bermesraan di ruang keluarga." Ucap mami Jordan, membuat putranya tertawa.


"Ya maklum kali mi pengantin baru pengen nya nempel terus." Kekeh Jordan.


"Ya gak gitu juga lah Jo, mami kan juga pengen kayak gitu tapi papi kamu lagi gak ada." Ucap mami.


"Yaampun mi udah tua malu sudah punya cucu inget." Ucap Jordan, Anes menggelengkan kepalanya Jordan memang benar-benar kurang asem maminya sendiri dia ledek.


"Yasudah na kalau begitu kamu istirahat ya, kita mau pulang dulu biar ada waktu istirahat untuk kamu dan baby Ar." Ucap Anes.


"Tidak apa-apa nona." Lirih Nana.


"Sudah tidak apa-apa saya dan yang lainnya pamit ya." Ucap Anes.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Nana.


"Siap-siap berpuasa 40 hari mungkin lebih Jo." Bisik Deandra, membuat Jordan mematung seketika setelah mendengar perkataan sahabatnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***SELESAI!!!!

__ADS_1


Happy reading jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊***


__ADS_2