
Nana dan Anes berlari untuk mencari jalan keluar, Nana menuntun Anes yang berjalan dengan tertatih-tatih.
"Hati-hati nona." Ucap Nana.
"Emmm." Balas Anes, saat di tengah-tengah perjalanan Anes mendengar suara ribut-ribut.
"Na kamu mendengar itu." Ucap Anes.
"Iya nona seperti suara orang yang sedang berkelahi." Ucap Nana, Anes dan Nana pun memutuskan untuk mencari sumber suara itu.
Anes dan Nana bersembunyi dibalik pohon besar, Anes menatap Dean dan Denis yang sedang berkelahi.
"Tuan muda nona." Ucap Nana, Anes mengangguk ia sangat merindukan lelaki itu.
Anes mengarahkan anak panah nya ke arah Denis dan ia berharap itu tidak melesat, sampai pada akhirnya Anes melepaskan anak panah nya yang tepat mengenai dada Denis.
"Argghhh." Erang Denis memegang dada nya, Deandra langsung membalikkan tubuhnya mencari siapa yang sudah melakukan itu kepada Denis.
Melihat Deandra yang mencarinya Anes keluar dari persembunyiannya dan menatap Deandra, Joe dan Jordan tercengang melihat Anes yang ternyata ada dibalik pohon itu.
"Deandra." Teriak Anes, ia berlari ke arah Dean dan melompat kedalam pelukan suaminya.
"Sayang kamu baik-baik saja." Ucap Dean, Anes mengangguk dalam pelukan suaminya.
Denis yang tergeletak di tanah merasa marah saat melihat Anes yang berada di pelukan Deandra, Denis mengarahkan senjatanya kepada Deandra dan itu di sadari oleh Anes.
Anes memutar posisi hingga kini dirinyalah yang membelakangi Denis, saat Denis akan melesatkan peluru nya Nana berlari ke arah Anes dengan berteriak.
"Nona." Teriak Nana lalu memeluk tubuh Anes dan_
Dor.... Serangan Denis mengenai punggung Nana, Joe dan Jordan tercengang melihat itu. Karena merasa senang melihat Anes yang sudah ada di pelukan Deandra, mereka sampai tidak sadar jika Denis masih sadarkan diri.
"Ashhh." Desis Nana dan Anes.
"Nana." Teriak Jordan, lelaki itu langsung memeluk Nana yang hampir jatuh ke tanah.
Sementara Anes tidak sadarkan diri dalam pelukan Deandra, Dean menatap Anes yang memejamkan matanya.
"Aneska." Panggil Deandra.
"Nana bangun na." Ucap Jordan
Jordan mengangkat tubuh mungil Nana, sementara Deandra menggendong tubuh mungil Anes Dean menatap Denis dan menginj*k tangan Denis.
"Jika istri dan anaku kenapa-kenapa akan kupastikan Liza dan anakmu tidak akan pernah melihat dunia lagi!" Tegas Deandra, Denis tertegun mendengar perkataan Dean.
Joe langsung meminta orang-orang kepercayaannya menangkap Denis, tanpa menunggu lama Denis dan anak buah nya sudah berada dalam tangan Deandra.
"Istri dan anaku." Lirih Denis, itu artinya selama ini Anes sedang mengandung.
__ADS_1
....
Sesampainya di rumah sakit Nana langsung dibawa ke ruang operasi, sementara Anes dibawa ke U*D untuk di periksa.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Dean.
"Syukurlah nona dan janin nya baik-baik saja, janin nya cukup kuat tuan." Ucap dokter.
"Tapi kenapa dia tidak sadarkan diri?" Tanya Deandra.
"Nona hanya shock sampai tidak sadarkan diri, jika nona sudah bangun anda bisa langsung memberinya makan karena dia terlihat sangat lemas dan pucat." Ucap dokter, Deandra mengangguk ia menatap Anes yang memejamkan matanya.
Setelah selesai di periksa dokter Anes pun di pindahkan ke kamar rawat, Deandra menatap Anes dan menggenggam erat tangan Anes.
"Maafkan aku yang terlambat menyelamatkan kamu, dan terimakasih karena kamu sudah berhasil menjaga anak kita dengan baik." Ucap Deandra.
"Terimakasih sayang karena sudah bertahan di perut mommy." Ucap Deandra memgecup perut rata Anes.
Sebenarnya Dean merasa sangat khawatir saat Joe mengatakan jika Anes kabur melompat dari balkon, hal itu membuat jantung Dean berdebar kencang.
"Emmhh." Lenguh Anes, wanita itu membuka matanya dan menatap Deandra.
"Kamu sudah bangun." Ucap Deandra.
"Aku ada dimana?" Tanya Anes.
"Nana dimana Nana?" Tanya Aneska.
"Nana mungkin saat ini Nana sudah berada di ruang I*U." Ucap Deandra, Anes menatap Dean.
"Nana terluka karena aku kan." Ucap Anes.
"Tidak Nana terluka karena aku." Balas Deandra.
"Kenapa kamu?" Tanya Anes, Dean mencubit gemas hidung Anes.
"Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu mencoba untuk melindungi aku hmmm, sampai akhirnya Nana yang berkorban untuk melindungi kamu." Ucap Dean, Anes tersenyum manis.
"Itu semua karena aku tidak ingin suamiku terluka." Balas Anes.
"Terus kamu pikir aku mau kamu terluka hmmm, jangan melakukan hal-hal bo*oh yang akan melukai kamu dan anak kita." Ucap Deandra, Anes mengangguk sampai tiba-tiba pintu kamar rawat nya terbuka.
"Mommy." Lirih Anes, tanpa berbicara mom Dea langsung memeluk Anes dan mengecupi setiap inci wajah cantik Anes.
"Kamu baik-baik saja hmmm, tidak ada yang terluka kan tidak ada yang sakit sayang?" Tanya mom Dea.
"Mom aku baik-baik saja ada Nana yang melindungi aku." Ucap Anes.
"Syukurlah mom takut nak takut kejadian buruk yang mommy alami menimpa kamu, cucu mommy baik-baik saja mommy sangat bahagia." Ucap mom Dea, Anes tersenyum dan membalas pelukan mommy nya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, mommy kan tahu anak mommy yang satu ini strong woman." Ucap Anes, mommy tersenyum dan mengecup kening Anes.
"Bagaimana keadaan Nana?" Tanya Dean saat Jordan masuk kedalam kamar rawat Anes.
"Masih koma."Ucap Jordan, Anes menatap Jordan dengan rasa bersalah.
"Jordan maafkan aku karena untuk menyelamatkan aku Nana jadi terluka." Ucap Anes.
"Tidak masalah nes Nana melakukan itu karena dia sangat menyayangi kamu, dia tidak mungkin menolong orang yang tidak berarti dalam kehidupannya." Ucap Jordan.
"Aku ingin melihat Nana." Ucap Anes.
"Boleh tapi kamu harus makan dulu." Ucap Deandra, Anes mengangguk ia tak menolak karena dirinya juga lapar.
Deandra mengambil makanan yang terletak di meja dan menyuapi Anes dengan telaten, mom Dea tersenyum manis melihat perhatian Deandra kepada putrinya.
"Anes." Panggil Aleta yang datang menjenguk Anes, saat mengetahui jika Anes sudah di temukan Aleta langsung bergegas pergi ke rumah sakit.
"Hai." Balas Anes, Aleta memeluk Anes dengan lembut.
"Kamu enggak apa-apa kan nes, hmmm gak terluka kan twins juga baik-baik saja kan." Ucap Aleta.
"Ini twins nya aunty baik-baik saja kok." Ucap Anes, mengarahkan tangan Aleta ke perutnya.
"Aaaaa, anak hebat kuat kaya mommy nya." Ucap Aleta.
"Iya dong." Ucap Anes.
"Nes aku sudah menuntut Denis dan Daddy juga sudah menghukum dia, sekarang dia ada di tangan om Gavriel." Ucap Aleta, Anes mengangguk dan tersenyum.
"Hmmm, iya aku senang karena kalian begitu peduli kepadaku." Ucap Anes, Aleta dan semuanya tersenyum manis kepada Anes yang sudah baik-baik saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1