Cinta Tuan Muda

Cinta Tuan Muda
Epson 86


__ADS_3

Setelah pesta selesai Deandra langsung merangkul pinggang ramping Anes, dan itu membuat Anes tersenyum manis kepada suaminya.


"Nona Anes." Panggil Intan, Anes menoleh menatap Intan yang kini berdiri di hadapannya.


"Iya ada apa Intan." Ucap Anes.


"Apakah nona akan langsung pulang?" Tanya nya, saat Anes akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Intan tiba-tiba saja Deandra bersuara lebih dulu.


"Ya, Anes harus pulang dan beristirahat." Ucap Deandra, Intan menatap Dean dan tersenyum tipis.


"Baiklah hati-hati dijalan nona." Ucap Intan, Anes tersenyum dan mengangguk.


"Hmmm, kalau begitu saya permisi duluan ya. Kamu hati-hati dijalan." Ucap Anes, Intan mengangguk sementara Nana wanita itu dengan setia berdiri di belakang Anes dan Deandra.


"Nona manis sendirian saja." Ucap Jordan, Joe mengulum bibir nya menahan tawa melihat Jordan yang mencoba untuk mendekati Nana.


"Saya tidak sendirian tuan." Jawab Nana.


"Benarkah?" Tanya Jordan, Nana mengangguk dan berkata.


"Saya tidak sendiri karena ada nona, tuan muda dan tuan Joe." Ucap Nana, Jordan menelan saliva nya kenapa Nana begitu polos.


"Maksud saya anda tidak dengan kekasih anda Nona." Ucap Jordan lagi.


"Saya sedang bekerja untuk apa mengajak kekasih saya, lagipula saya tidak punya kekasih." Ucap Nana, Jordan terdiam sudahlah Jo sepertinya Nana tidak mudah untuk di dekati.


Sementara Joe lelaki itu menahan tawa nya, bisa-bisanya Nana bersikap datar kepada Jordan yang selalu memikat hati wanita meskipun sekarang Jordan sedang menjomblo.


"Yaampun na jadi cewek jangan polos-polos amat kenapa." Ucap Jordan, sesampainya di parkiran Dean langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya. Dan Nana wanita itu berjalan menuju mobil yang ia tumpangi, Joe tertawa kecil melihat Nana yang tidak menggubris Jordan.


"Saya duluan." Ucap Deandra, Jordan dan Joe pun mengangguk. Setelah kepergian Nana dan Dean, Joe menepuk pundak Jordan hingga membuat sahabatnya itu menoleh.


"Apa mau ngetawain saya kamu." Ucap Jordan, Joe mencibir Jordan.


"Apasi pede banget, orang mau bilang saya duluan." Ucap Joe, lelaki itu pergi dari hadapan Jordan sementara Jordan mematung menatap kepergian Joe.


"Emang dasar sahabat kurang asem, bisa-bisanya pergi di saat sahabatnya tidak digubris oleh seorang wanita cantik." Ucap Jordan, akhirnya Jordan pun memutuskan untuk pulang.


...


Keesokan harinya Anes baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.


Tok...tok...tok...


"Siapa." Tanya Anes, ia belum membuka pintu kamarnya karena Anes belum memakai pakaian nya.


"Kenzie Tante." Teriak bocah itu dengan keras.


"Ada apa sayang." Ucap Anes masih di dalam kamar.


"Tante Ken ingin di antara sekolah oleh Tante." Ucap Ken, Anes terdiam ia menatap Dean yang masih terlelap.


"Iya Tante antar Ken ya sayang, sekarang Ken mandi dulu maaf Tante gak buka pintunya." Ucap Anes lagi.

__ADS_1


"Oke Tante gak apa-apa kok, kalau gitu Ken mandi dulu." Ujar nya, Anes hanya tersenyum saja menanggapi perkataan terakhir bocah tampan itu.


Anes duduk di samping tempat tidur ia berniat untuk membangunkan Deandra, Anes mengelus pipi Dean dengan lembut.


"Dean." Panggil Anes.


"Emmhh." Lenguh Dean.


"Bangun yuk sudah pagi." Ucap Anes, bukannya bangun Dean malah menarik tubuh Anes dan memeluk nya.


"Aaaa." Pekik Anes, saat tubuhnya di peluk erat oleh Deandra.


"Lima menit lagi." Ucap Deandra.


"Jangan aneh-aneh sudah siang nanti kamu telat." Ujar nya, Deandra membuka matanya dan menatap Anes yang terbaring di samping nya.


Melihat Anes yang hanya mengenakan handuk Dean tersenyum nakal, dan itu membuat Anes langsung menutupi dada nya.


"Ngapain senyum-senyum." Ucap Anes.


"Sekali ya." Pinta Dean.


"Gak, gak ada sekali-kali." Ucap Anes, langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Honey sekali." Bujuk Deandra.


"Enggak." Pekik Anes, wanita itu berusaha untuk melepaskan pelukan Deandra.


"Nolak suami dosa tau." Ucap Dean, Anes menelan Saliva nya.


"Gak akan telat kok tenang saja." Ucap Deandra, lelaki itu langsung men*ndih tubuh Anes dan akhirnya merekapun melakukan nya.


Karena menuruti permintaan suaminya Anes pun mandi lagi, Dean tersenyum karena berhasil mengerjai istrinya.


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap Anes dan Dean berjalan menuju ruang makan, saat tiba di ruang makan Ken menatap Dean dengan tatapan tidak bersahabat.


"Kenpa ngeliatin om kaya gitu." Ucap Dean.


"Om deket-deket sama Tante mulu si, Tante kan punya nya Kenzie." Ucap Kenzie, membuat Ike, suster dan Nana mengernyit heran.


"Enak aja tante ini punya om, istrinya om. Nikah mangkanya biar gak ngaku-ngaku istri orang." Ledek Deandra.


"Nanti kalau Ken sudah besar Ken akan nikah dengan Tante." Ucap bocah itu, membuat Ike, Nana dan suster menganga.


"Ngarang keburu jadi nenek tantemu nanti." Ucap Dean, membuat Anes mendengus.


"Tuan muda Ken gak boleh seperti itu, memang tuan muda tahu apa itu menikah?" Ucap Ike.


"Gak tau mbak, tapi Ken gak mau ok deket-deket sama Tante nya Ken." Ujar nya, anda tersenyum manis kepada Kenzie.


"Ken makan yang banyak ya, nanti Tante yang antar Ken ke sekolah." Ucap Anes, Dean menatap Anes yang sedang menatap keponakan nya.


"Iya Tante." Ucap Kenzie.

__ADS_1


"Kamu mau antar Kenzie ke sekolah?" Tanya Dean.


"Iya gak apa-apa kan, lagian aku juga jarang kok antar Kenzie ke sekolah." Ucap Anes.


"Ya gak apa-apa si, tapi aku juga harus ikut." Ucap Deandra, Anes dan Ike saling menatap satu sama lain.


"Wajar nona pengantin baru masih anget-anget nya." Ucap Ike, Nana dan suster tersenyum menahan tawa nya.


"Aku kan bisa pergi sendiri Dean, lagian ada Nana yang menemani aku." Ucap Anes.


"Aku ikut atau gak usah antar Kenzie." Ucap Deandra, Anes menghela nafasnya pasrah baiklah ia akan membiarkan Dean untuk ikut.


"Yasudah iya kamu ikut bersama aku untuk mengantarkan Kenzie." Ucap Anes, Dean mengangguk lelaki itu menyantap sarapan nya dengan tenang. Begitupun dengan anda dan Kenzie mereka juga sarapan dengan tenang, setelah selesai sarapan Anes menatap Kenzie yang masih di suapi oleh suster.


"Sudah kenyang Tante." Ucap Kenzie.


"Sudah kenyang, makan nya banyak ya ganteng nya Tante." Ucap Anes, Kenzie mengangguk antusias.


"Minum dulu ganteng jangan lupa susu nya diminum sus." Ucap Anes.


"Iya nona." Balas suster, Anes mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Kak Liza tidak dirumah ke?" Tanya Anes.


"Iya nona, nona Liza sedang pergi mungkin ada urusan penting." Ucap Ike, sementara Deandra lelaki itu memasang wajah datar nya.


"Sudah Tante." Ucap Kenzie.


"Sudah, kalau begitu ayok kita berangkat. Bilang mbak Ike Ken sekolah dulu ya." Ucap Anes.


"Mbak Ike Ken mau sekolah dulu ya." Ucap Kenzie.


"Baik tuan muda, hati-hati dijalan ya." Ucap Ike, Kenzie mengangguk dan memegang tangan Anes.


"Saya pergi dulu ya ke." Ucap Anes.


"Baik nona." Balas Ike, Anes dan yang lainnya pun pergi dari rumah Ike menatap kepergian mobil Dean, dan mobil yang di kendarai oleh Nana.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😊 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2