
Malam hari di sebuah kamar terlihat Anes dan Deandra yang tengah berbaring di atas tempat tidur, Anes menatap wajah tampan suaminya. Dan Deandra yang merasa ada yang sedang memperhatikan nya pun menoleh menatap Anes.
"Ada apa hmmm, aku tahu kalau aku tampan tapi gak usah kayak gitu dong honey."Ucap Deandra pemuh percaya diri.
"Demi apa daddy Alexa pede banget." Ucap Anes membuat Deandra tertawa.
"Ya terus ngapain kamu ngeliatin aku kaya gitu?" Ucap Deandra.
"Sayang jujur ya aku masih kepikiran tentang Cya, di satu sisi aku tidak mau merusak kebahagiaan Cya tapi di sisi lain aku juga gak mau Cya lebih terluka nantinya." Ucap Anes, Deandra tersenyum dan merengkuh tubuh Anes kedalam pelukannya.
"Sudah kamu tidak perlu memikirkan itu sayang, soal Cya biar nanti aku yang menyelesaikan nya."Ucap Deandra mencoba menenangkan Anes.
Mendengar itu membuat Anes tersenyum dan memeluk suaminya tidak lupa anes juga menyembunyikan wajah nya di dada bidang Deandra, karena itu adalah tempat ternyaman nya.
...
Keesokan paginya Alexa dan Alden berjalan menuju ruang makan disana terlihat Lia yang sedang menyiapkan makanan untuk sarapan, Alexa tersenyum dan duduk manis disana.
"Pagi mbak Lia." Ucap Alexa dengan senyuman manis nya.
"Selamat pagi kembali nona." Balas mbak Lia.
"Mbak kak Cya belum bangun?" Tanya Alden, lihatlah meskipun begitu anak-anak anes begitu menyayangi Cya.
"Nona Cya sudah pergi pagi-pagi sekali tuan muda." Jawab mbak Lia.
"Hmmm, mau kemana kakak pergi pagi-pagi begitu." Ucap Alexa, namun tiba-tiba Alden menatap adik kembar nya.
"Aku curiga sama kamu xa." Ucap Alden.
__ADS_1
"Kenapa aku?" Uca Alexa mengernyit heran.
"Kamu kemarin berbincang dengan kak Cya kan." Ucap Alden.
"Hmmm, lalu kenapa jika aku berbincang dengan kak Cya?" Tanya Alexa.
"Jujur kamu ngomong apa kepada kak Cya." Ucap Alden.
"Ya ampun Alden kamu pikir aku ngomong apa? Aku gak ngomong apa-apa." Ucap Alexa, yang justru membuat Alden memicingkan matanya.
"Jika begitu apa yang kalian bicarakan?" Tanya Alden, melihat obrolan Alden dan Alexa membuat mbak Lia tersenyum tipis.
"Aku hanya mengatakan apa yang seharusnya aku katakan, aku yakin bukan hanya aku yang tdak rela jika kak Cya jatuh ke tangan laki-laki yang tidak tepat. Aku hanya mengatakan jika kakak masih bersi keras ingin bersama lelaki itu, maka kakak juga harus siap jika suatu saat mommy dan daddy tidak peduli kepada kakak, apakah aku salah mengatakan itu?" Ucap Alexa.
"Apa yang kamu katakan itu benar xa, bukan hanya kamu aku juga tidak ingin jika suatu saat nanti kak Cya akan merasa kecewa." Ucap Alden.
Saat keduanya tengah berbincang Dean dan Anes pun turun dan berjalan menuju ruang makan, Anes tersemyum saat mlihat kedua ananya sudah duduk manis di ruang makan.
"Morning mom dad." Jawab si kembar.
"Lagi ngomongin apa sayang kok keliatannya serius banget si." Ucap anes, wanita itu duduk dan mengambilkan makanan untu suaminya.
"Kita sedang berbicara tetang kakak mom." Jawab Alexa jujur, mendengar itu Anes dan Deandra tersenyum.
Sementara itu di kediaman Joe dan Ike terlihat dua anak berbeda jenis kelamin duduk berhadapan di meja makan, Ike menatap Joe dan Joe yang merasa ada yang sedang memperhatikan nya pun menoleh kepada Ike.
"Kamu kenapa hmmm?" Tanya Joe.
"Sayang apakah Liza sudah benar-benar tobat?" Tanya Ike.
__ADS_1
"Kenapa kamu bertanya begitu?" Ucap Joe.
"Tiak apa-apa kemarin aku tidak segaja bertemu dengan Liza di supermarket." Ucap Ike, membuat Joe mengernyit.
"Lalu apakah kalian bertengkar?" Ucap Joe, membuat Ike mencebikan bibirnya.
"Tentu saja tidak, tapi Liza menanyakan keadaan Anes. Dan dia mengatakan akan membantu memantau Cya." Ucap Ike.
"Bagus dong kalau begitu, itu artinya Liza juga peduli kepada Cya." Ucap Joe, dan ike hanya mengangguk saja dengan perkataan suaminya.
Joe tertawa melihat wajah datar Ike, sementara Ara dan Jake tumben sekali pagi ini sedang akur bahkan Ike sampai tidak sadar akan kehadiran kedua anaknya di meja makan.
Di kediaman Jordan terlihat Nana yang menggandeng tangan suaminya ke halaman depan rumah, sampai suara aluna membuyarkan keromantisan Nana dan Jordan.
"Kak Aluna pergi sekolah bersama kak Ardan yak." Rengek Aluna.
"Gak ya aluna kakak pergi pakai motor bukan pakai mobil." Ucap Ardan.
"Kak gak apa-apa Aluna juga pengen pergi bersama kakak." Rengek nya lagi.
"No! Kamu pergi bersama papi saja," Ucap Ardan.
"Mi kakak pelit, Aluna ingin pergi dengan kakak." Adu nua, Aluna yang manja sampai membua Ardan menghela nafas nya.
"Jangan belain Aluna lagi bisa gak?" Ucap Ardan, saat melihat Nana sang mami membuka mulutnya untuk bicara.
"Belum juga ngomong mami Ar." Protes Nana.
"Aku tahu mi, mami dan papi pasti akan memela Aluna dan kalin terlalu memanjakan gadis cengeng ini." Ucap Ardan.
__ADS_1
"Ish pelit banget." Kesal Aluna.
"Suka-suka aku lah, sudah pokoknya kamu pergi dengan papi." Tegas Ardan, bukannya apa-apa terakhir kali Aluna pergi sekolah naik motor gadis itu langsung masuk angin. Dan karena Aluna sangat manja saat sakit hal itu membuat Ardan tidak ingin lagi memboncengi adik nya.