
Keesokan harinya Deandra tiba-tiba bangun dan melompat dari tempat tidur lalu berlari ke kamar mandi, Anes yang masih terlelap langsung membuka matanya dan duduk bersandar di tempat tidur.
"Hueeek-hueeekk." Pagi-pagi sekali lelaki itu memuntahkan isi perutnya, Anes ikut melompat dari tempat tidur dan menghampiri Deandra.
"Dean are you ok?" Tanya Anes, Dean menggelengkan kepalanya.
"Mual sayang." Lirih Deandra.
"Sakit hmmm?" Tanya Anes lagi, Dean menggelengkan kepalanya lagi.
"Tidak aku tidak tahu kenapa perutku tiba-tiba mual." Ucap Deandra, Anes mengusap wajah suaminya.
"Aku buatkan teh untuk kamu ya." Ucap Anes, Dean menggelengkan kepalanya dan memeluk Anes dengan lembut.
"Enggak biarkan seperti ini dulu aroma tubuh kamu enak sekali." Ucap Deandra, ia menelusup kan wajah nya di leher Anes.
"Mau ke dokter?" Tanya Anes, wanita itu tiba-tiba menjadi cerewet namun sangat perhatian.
"Enggak Sayang jangan." Ucap Deandra, Anes hanya bisa mengangguk saja.
"Yasudah kalau begitu kamu mandi dulu ya aku mau siapin baju untuk kamu." Ucap Anes, Dean mengangguk wajah lelaki itu terlihat sedikit pucat.
Saat Dean membersihkan tubuhnya dengan air hangat, Anes memutuskan untuk menghubungi Joe dan meminta tangan kanan suaminya itu untuk menjemput Deandra di rumah.
Setelah keduanya selesai mandi Deandra lagi-lagi memeluk Anes seakan Anes adalah obat untuk dirinya, Anes hanya bisa tersenyum saja dengan sikap manja Dean.
"Selamat pagi Ike, Nana suster." Ucap Joe, ketiga wanita itu menoleh dan tersenyum manis kepada Joe.
"Pagi tuan." Ucap Ike dan yang lainnya.
"Tuan muda belum bangun?" Tanya Joe, lelaki itu duduk di meja dapur.
"Sepertinya sudah." Jawab Ike, Joe mengangguk dan tersenyum manis.
Nana melirik Joe sekilas lelaki itu terlihat lebih pendiam dari pada Jordan, tak lama kemudian Anes dan Deandra turun ke meja makan.
Sekarang Anes sudah tahu jika suaminya itu akhir-akhir ini selalu ingin makan sepiring berdua, dan itu tidak membuat Anes keberatan lagi.
Joe tercengang saat melihat tuan muda nya yang makan di suapi, lelaki itu menelan saliva nya dengan sulit.
"Kheemm, tidak bisakah kalian menghargai aku yang jomblo? Kenapa semua orang suka sekali menebar kemesraan di hadapanku." Ujar nya.
"Cari pasangan mangkanya jangan jomblo terus." Ucap Deandra, tunggu lelaki itu baru sadar jika Joe ada di rumahnya pagi-pagi seperti ini.
"Ngapain kamu kesini pagi-pagi?" Tanya Dean.
"Tanyakan saja kepada nona muda dia yang memintaku untuk datang kesini." Ucap Joe, Dean pun menatap Anes.
__ADS_1
"Iya aku yang meminta Joe untuk menjemput kamu kesini, aku takut jika kamu membawa mobil sendiri dan tidak konsentrasi dalam menyetir karena merasa mual." Ucap Anes.
"Kamu sakit de? CK, bisa sakit juga ternyata kamu." Ucap Joe membuat Deandra mendelik tajam.
"Si*ln kau kira aku apa?" Ucap Dean, Joe tertawa kecil mendengar perkataan dari bos nya.
Setelah selesai sarapan pagi Anes mengantar Deandra ke mobil nya, ia meminta Joe untuk menjaga suaminya. Setelah itu Anes pergi ke kantor nya bersama dengan Nana.
"Dean kamu tidak ingin ke dokter? Wajah kamu terlihat pucat." Ucap Joe.
"Tidak perlu." Jawab Deandra.
"Dean Dean uang banyak untuk apa jika sakit saja kau tidak ingin pergi ke dokter." Ucap Joe, Deandra menendang kursi pengemudi yang di duduki oleh Joe.
"Joe bisa diam tidak mendengarkan ocehan kamu membuat saya mual." Ujar nya, Joe tertawa kecil sampai pada akhirnya Deandra menggeram.
"Berhenti Joe berhenti." Pekik nya, membuat Joe terkejut dan menginjak rem mobil dengan mendadak.
Ckiiiittttt...brakk.... Deandra tersungkur kedepan, dan Joe hanya bisa menatap iba karena kepala bos nya terbentur.
"Joe kau ingin ma*i." Sengit lelaki itu.
"Tidak kau yang memintaku untuk berhenti." Ucap Joe, Deandra ingin sekali menelan Joe hidup-hidup rasanya.
"Tidak harus mengerem secara mendadak juga." Ucap Dean mulai kesal, lelaki itu langsung keluar dari mobil dan kembali memuntahkan isi perutnya.
"Dean kau sakit kita ke dokter sekarang." Ucap Joe, ia memijat pundak Deandra.
"Tidak." Ujar nya, saat akan kembali masuk lelaki itu kembali merasa mual karena mencium aroma parfum yang dipakai oleh Joe.
"Hueekk-hueeekk." Lagi-lagi lelaki itu memuntahkan isi perutnya.
"Joe." Panggil Deandra.
"Ada apa?" Tanya Joe, ia merasa tidak tega dengan keadaan bos nya.
"Bisakah kau melepaskan pakaianmu." Ucap Dean, membuat Joe terbelalak ia menatap curiga Deandra.
"Dean." Ucap Joe.
"Aku masih normal si*lan aroma parfum yang kau pakai membuat perutku mual." Ucap Deandra, Joe ber- oo ria mendengar perkataan Deandra.
"Ya ya aku akan melepaskan nya dan mengganti nya." Ucap Joe, ia berniat untuk mengganti pakaian yang ia kenakan namun sepertinya lelaki itu lupa dan malah langsung melajukan mobilnya.
Deandra benar-benar dibuat ters*ksa oleh Joe, ia ingin sekali memukul kepala Joe Dean merasa Joe sengaja tidak melepaskan pakaiannya.
Sesampainya di kantor suami dari Aneska itu langsung berlari ke ruang kerja nya, sementara Joe tertawa geli lihatlah hanya Joe yang bisa membuat bos nya mengumpat dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu di sebuah mobil mewah Anes menatap jalanan kota, Nana melirik Anes yang duduk di samping nya.
"Nona apakah ada sesuatu yang nona pikirkan?" Tanya Nana.
"Aku mengkhawatirkan Deandra na, pagi ini dia sudah beberapa kali memuntahkan isi perutnya." Ucap Anes.
"Tuan muda sakit?" Tanya Nana, Anes menoleh menatap Nana.
"Tidak semalam dia baik-baik saja tapi akhir-akhir ini tingkahnya sangat aneh." Ucap Anes.
"Nona juga merasakan nya ternyata, saya kira hanya saya, Ike dan suster saja yang merasa ada perubahan dalam sikap tuan muda." Ucap Nana, Anes mengangguk dan tersenyum.
"Saya merasakan nya tapi saya tidak bisa protes karena takut menyinggung perasaan nya, tapi kali ini saya benar-benar merasa khawatir dengan keadaan Dean." Ucap Anes, Nana mengangguk hal itu wajar jika dirasakan oleh Anes karena Anes adalah seorang istri.
"Semoga tuan muda baik-baik saja nona." Ucap Nana, Anes mengangguk ia kembali menatap jalanan yang cukup ramai.
Dan sesampainya di kantor Anes langsung masuk kedalam gedung perusahaan, ada intan yang menatap nya dengan tersenyum manis.
"Selamat pagi nona." Sapa wanita itu.
"Hmmmm, pagi Intan." Balas Anes.
"Pagi Nana." Sapa Intan ramah.
"Pagi." Balas Intan, Anes dan Nana langsung memasuki lift dan setelah sampai di lantai paling atas mereka berdua berjalan menuju ruang kerja Anes.
Nana membantu Anes dalam mengerjakan beberapa pekerjaan, dan Anes senang karena Nana mau membantunya tanpa harus di perintahkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊